Waspada, WHO Tetapkan Ebola Kongo-Uganda Darurat Kesehatan Global
WHO menetapkan wabah Ebola di Kongo dan Uganda sebagai darurat kesehatan global akibat risiko penyebaran lintas negara.
Mau memanjakan mata sekaligus lidah? Cirebon, Jawa Barat tempatnya. Kota yang berada di pesisir utara Jawa ini menyuguhkan keindahan serta makanan lezat.
Jika dalam dongeng ada cerita 1001 malam, maka di Cirebon ada restoran yang menjual nasi jamblang yang di bawah daun jati dengan ‘1001 macam menu’ karena saking banyaknya berjejer di atas meja. Dan semuanya nikmat di lidah.
Di rumah makan nasi jambalang terdapat tempe koyak, sate kenyang, tauco hitam, sate telor puyuh, satu usus balakutak, telor ceplok, telor bulat, teri balado, sate udang, jengkol, semur tongkol.
Sayur tahu, sambel goreng, pepes usus ayam, pepes ayam, pepes tahu, pepes telur, rajungan pepes jamur, pepes telur asin, hati ayam, hati sapi, lidah daging, ayam semur, ayam goreng, perkedel basah, perkedel biasa, perkedel jagung, otak sapi, telur dadar, orek tempe, ikan asin jambal, paru goreng.
Setelah diberikan nasi di atas piring beralaskan daun jati, tinggal selanjutnya memilih lauk pauknya. Harga lauk di sini mulai dengan harga Rp5.000 sampai Rp10.500 per satuannya.
“Saya suka sate kentang [yang direbus dengan kecap] dan pepes rajungan kepiting,” kata seorang pria yang mendatangi rumah makan nasi jamblang Ibu Nur yang ada di jalan Cangkring, Cirebon, Jawa Barat.
Kemalaman sampai di Cirebon, juga tidak perlu khawatir rumah makan jamblang buka mulai pukul 07.00 sampai pukul 23.00 WIB.
Sementara menu khas Cirebon juga telah menunggu. Dimulai dengan makanan pengganjal sebelum makan malam, pilihannya bisa malahap tahu gejrot dan es ciung yang merupakan campuran antara cincau dan kelapa muda yang diberi es serut dan sirup.
Untuk makan malamnya bisa mendatangi rumah makan yang menyajikan empal. Untuk empal asem berkuah bening, sedangkan mepat gentong berkuah santan. Jenisnya ada empal daging sapi, babat, usus, dan empal kikil.
Keraton Wali Songo
Saat berkunjung ke Cirebon, jangan melewatkan untuk melihat keraton yang ada di daerah ini, yaitu Keraton Kasepuhan Cirebon peninggalan Wali Songo, dan Keraton Kanoman Cirebon.
Dari website pemerintah kota Cirebon dijelaskan Keraton Kasepuhan didirikan pada 1529 oleh Pangeran Mas Mochammad Arifin II, yaitu cicit dari Wali Songo Syarief Hidayatullah yang bergelar Sunan Gunung Jati. Mas Mochammad menggantikan tahta dari Sunan Gunung Jati pada tahun 1506.
Saat ini, menurut pemandu wisata bernama Mungal , keluarga yang tinggal di pemukiman sebelah keraton tersebut merupakan turunan ke-11.
Keraton Kasepuhan di bagian depannya terdapat pendopo yang dulunya dijadikan tempat bagi para tamu untuk melapor kepada pengawal yang berjaga, demikian juga ruang tunggunya.
Di keraton ini juga terdapat museum yang berisikan seperti sekaten, dan tombak yang menjadi alat perang ketika zaman tersebut. Keraton lain yang sempat dikunjungi adalah Keraton Kanoman Cirebonyang tampilannya lebih sederhana dari Keraton Kasepuhan.
Dari laman pemerintah kota Cirebon dijelaskan Kerton Kanoman didirikan oleh Sultan Kanoman I (Sultan Badridin) turunan ke VII dari Sunan Gunung Jati.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
WHO menetapkan wabah Ebola di Kongo dan Uganda sebagai darurat kesehatan global akibat risiko penyebaran lintas negara.
Wali Kota Jogja menemukan kandang ayam, sampah, dan pendangkalan saat susur Sungai Code, Pemkot rencanakan normalisasi.
Perbaikan Jalan R Agil Kusumadya Kudus tuntas, akses Demak–Kudus kini mulus dengan anggaran gabungan pusat dan daerah Rp40 miliar.
Maarten Paes tampil solid bawa Ajax Amsterdam ke final playoff Europa Conference League. Simak performa kiper Timnas Indonesia vs Groningen di sini.
Lelang jabatan Pemkab Gunungkidul selesai, tujuh kandidat bersaing jadi kepala OPD dan menunggu keputusan bupati.
Aldila Sutjiadi sukses melaju ke final Morocco Open 2026. Simak perjuangan Aldila/Zvonareva menuju gelar juara WTA 250 malam ini pukul 21.20 WIB.