Waspada! Katarak Kini Serang Usia Muda, Kenali Penyebab dan Gejalanya
Katarak kini banyak menyerang usia muda. Faktor diabetes dan paparan UV jadi penyebab utama, kenali gejala sejak dini.
Pantai selatan Gunungkidul seakan tak pernah berhenti menawarkan hal baru. Ada saja pantai yang belum banyak dikunjungi meski memiliki daya tarik wisata yang oke. Termasuk pantai Jungwok.
Meski memiliki panorama yang unik, pantai yang berada di timur Pantai Wediombo ini kalah pamor dengan tetangganya yang sudah dikelola dan dilengkapi fasilitas memadai, termasuk jalan yang mudah dilalui.
Cukup sulit mencari Pantai Jungwok. Tak ada tanda-tanda yang menunjukkan keberadaan pantai ini sehingga tak banyak wisatawan yang mengetahui lokasinya. Wisatawan perlu banyak bertanya pada penduduk setempat untuk dapat menemukan jalan menuju pantai yang berada di Desa Jepitu, Kecamatan Tepus ini. Warga biasanya menambahkan informasi tentang jalan yang masih buruk menuju pantai.
Jalan menuju Jungwok tak jauh dari lokasi parkir pantai Wediombo. Sebelum tikungan terakhir menuju tempat parkir Wediombo, akan tampak sebuah jalan tanah yang tampak jarang dilewati kendaraan. Itulah satu-satunya akses menuju Jungwok.
Menempuh perjalanan menuju pantai Jungwok merupakan tantangan tersendiri. Meskipun sudah beberapa hari tak turun hujan, jalan masih lembek dan dapat menjebak roda kendaraan bila tak berhati-hati. Wajar saja bila tak banyak turis yang menyempatkan diri mengunjungi pantai itu. Lagipula, lokasi pantai ini tak jauh dari pantai Wediombo yang sudah tenar dan jauh lebih mudah dijangkau.
Tetapi setelah menempuh perjalanan sekitar satu kilometer melalui jalan tanah yang gembur, panorama pantai berbentuk teluk yang diapit gugusan karang mulai menyapa pandangan mata. Di tengah-tangah pantai, terdapat satu karang besar yang berdiri kokoh meski diterjang gelombang setiap saat.
Keunikan lainnya adalah adanya tiga jejak aliran sungai yang menuju lautan sehingga seakan membelah Jungwok menjadi tiga bagian. Sayangnya, tak tampak satupun wisatawan di pantai yang hanya terpisah tebing karang dengan pantai Wediombo ini.
Menurut Yatmo, salah satu warga setempat, Jungwok memang masih sangat jarang dikunjungi. Jangankan wisatawan, penduduk sekitar pun jarang menuju pantai itu. Paling hanya beberapa yang kebetulan memiliki ladang di sekitar sana. “Di Wediombo fasilitas sudah lengkap,” ujarnya belum lama ini.
Penjaga Tempat Pemungutan Retribusi Wediombo Tukiyat mengatakan, akses yang buruk merupakan halangan utama yang menjadikan pantai ini belum dikenal wisatawan. Sebenarnya, menurut Tukiyat ada dua cara menuju pantai Jungwok, yaitu dengan kendaraan melewati jalan tanah, atau berjalan kaki ke arah timur dairi pantai Wediombo.
“Kalau ada yang tanya biasanya saya sarankan jalan kaki saja dari Wediombo. Agak jauh memang, tapi lebih enak daripada terjebak lumpur,” kata Tukiyat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Katarak kini banyak menyerang usia muda. Faktor diabetes dan paparan UV jadi penyebab utama, kenali gejala sejak dini.
Lolos SNBT 2026? Berikut panduan lengkap daftar ulang ke PTN, mulai dari rincian dokumen yang harus disiapkan hingga tahapan prosesnya.
Dua insiden pelajar terjadi di Jogja, mulai pelemparan sekolah hingga remaja membawa sajam. Polisi masih menyelidiki motif kejadian.
Belum lolos UTBK SNBT 2026? Jangan panik. Simak enam langkah strategis, mulai dari jalur mandiri PTN hingga beasiswa, untuk tetap melanjutkan kuliah.
Gotong Royong dan Upcycling Plastik, SDN Susukan Wujudkan Taman Sekolah Ramah Lingkungan
Klinik KDMP pertama di DIY resmi beroperasi di Tamanmartani, Sleman. Klinik ini masih harus melalui akreditasi sebelum melayani BPJS.