SIM Card Wajib Biometrik, Pelanggan Keluhkan Harga dan Verifikasi
Registrasi SIM card wajib biometrik sejak Juli 2026. Pelanggan mengeluhkan harga naik dan verifikasi wajah yang kerap gagal.
Benteng Fort Rotterdam yang berada di pinggir Pantai Losari menyimpan kehidupan Pangeran Diponegoro (Sugeng Pranyoto/JIBI/Harian Jogja)
Harianjogja.com, MAKASSAR-Kota Makassar di Sulawesi Selatan menjadi saksi hidup kepahlawanan Pangeran Diponegoro. Di
tempat itu hari-hari terakhir Pahlawan Nasional itu menghabiskan hari-hari terakhirnya.
Akhir September lalu, sejumlah wartawan Jogja diajak Pemkot Jogja mengunjungi Makassar. Selain studi banding soal pengelolaan
Usaha Kecil Mikro dan Menengah (UMKM), rombongan berkesempatan mengunjungi sejumlah objek bersejarah di kota yang terletak di
pinggir laut tersebut.
Beteng Fort Roterdam yang persis berada di pinggir Pantai Losari menjadi jujukan pertama. Di tempat itu menyimpan kisah kehidupan
Pangeran Diponegoro, yang masih keturunan Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat. Di tempat itu Pangeran Diponegoro, keluarga dan
pengikutnya menghabiskan sisa hidupnya setelah ditawan Belanda.
Seperti diketahui setelah ditawan Belanda, dengan taktik licik penjajah yang ingin berunding, akhirnya Pangeran Diponegoro dibawa ke
luar Jawa untuk diasingkan. Tujuan pertama pengasingan adalah di Manado pada 1830. Empat tahun kemudian, pada 1834 Pangeran
Diponegoro dipindah ke Fort Roterdam di Makassar.
Bentuk fisik Fort Roterdam hampir menyerupai Beteng Vredeburg yang ada di Jogja. Tembok kokoh dan tinggi mengelilingi kompleks
bangunan itu. Di dalam kompleks berdiri sejumlah bangunan yang memiliki fungsi masing-masing. Saat penjajahan dulu, beteng
tersebut ibarat kota kecil karena terdapat kantor yang dijadikan sebagai balaikota, kantor perdagangan, gereja, rumah pejabat dan
tentunya penjara untuk menawan tawanan termasuk Pangeran Diponegoro.
Jordan Siregar, salah satu pemandu wisata mengatakan Fort Roterdam awalnya merupakan benteng Kerajaan Gowa dan dibangun
1545. Namun saat Belanda datang dan Kerajaan Gowa kalah pada 18 November 1667 benteng dikuasai Belanda.
“Benteng mengikuti arsitek Portugis dengan luas 2,10 hektare,” katanya.
Saat Jepang berkuasa pada 1942-1945 benteng dijadikan sebagai pusat penelitian bahasa dan pertanian.
“Sekarang bangunan benteng digunakan untuk Kantor Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan,” terangnya.
Menurut Jordan Siregar, Pangeran Diponegoro menghuni benteng sebagai tahanan politik selama 21 tahun.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Registrasi SIM card wajib biometrik sejak Juli 2026. Pelanggan mengeluhkan harga naik dan verifikasi wajah yang kerap gagal.
Delapan parpol dalam GKSR mengusulkan ambang batas parlemen 1 persen untuk mengurangi suara pemilih yang tidak terkonversi menjadi kursi DPR.
Menteri Transmigrasi mendorong revisi UU Ketransmigrasian untuk memberi kepastian investasi, mengoptimalkan PNBP, dan membuka lapangan kerja.
TNI menyebut Puspom mengawal penyidik KPK saat OTT di BNPB. KPK mengamankan 14 orang, termasuk Sestama BNPB Rustian, serta uang Rp1,4 miliar dan emas.
Trump dan Netanyahu dilaporkan membahas kemungkinan serangan baru ke Iran. Gedung Putih membantah keduanya membicarakan dimulainya kembali perang.
Pemda DIY menganggarkan Rp373 juta untuk perbaikan pagar Mandala Krida pada 2026. DPRD DIY sempat mengusulkan anggaran ditunda.