Putusan MK Diikuti, MBG Dipisah dari Anggaran Pendidikan di APBN 2028
Kemenkeu memastikan anggaran Program Makan Bergizi Gratis dipisahkan dari anggaran pendidikan mulai APBN 2028 sesuai putusan MK.
Menu sajian wedang tahu (JIBI/Harian Jogja/Rina Wijayanti)
Harianjogja.com, JOGJA-Pernah dengar wedang tahu? Wedang tahu yang lembut nan hangat ini cocok untuk membuka pagi sekaligus menemani senja. Rasanya yang khas dan menghangatkan tubuh tak salah menjadi pilihan di saat peralihan musim seperti sekarang ini.
Konon minuman ini berasal dari negeri Tiongkok. Pada abad ke-19 menu sajian khas ini dibawa ke Indonesia seiring masuknya para imigran dari negara tersebut. Dalam perkembangannya, kini wedang tahu menjadi salah satu kuliner khas di Semarang.
Nah, di Jogja kita juga dapat menjumpai penjual wedang tahu, di Jl. Kranggan (depan Gudeg Djuminten) Jetis, dan di pojok Pasar Pathuk, Ngampilan. Kedua pedagang ini merupakan sepasang suami istri. Mereka berdagang sejak enam tahun silam.
Menengok sekilas sajian ini cukup membuat penasaran. Tahu yang biasanya digunakan sebagai menu kudapan atau pelengkap sayur kini diolah menjadi sajian minuman. Namun rasa penasaran tersebut terjawab setelah seujung sendok berisi kuah dan bubur tahu, bersarang di mulut.
Sukardi, 45, sang pedagang wedang tahu menjelaskan, proses pembuatan wedang ini tidaklah rumit. Bubur tahu yang sekilas mirip dengan bubur sumsum dia peroleh dari pabrik pembuatan tahu. Bubur ini merupakan kembang tahu yang berasal dari sari kedelai. Untuk menjadikannya seperti bubur perlu diolah dengan bubuk agar-agar dan air garam. Jadilan tahu sutera yang menjadi isi sajian wedang tahu.
Untuk kuah, Sukardi membuat sendiri dengan campuran berbagai bahan rempah dan gula pasir. Ada daun pandan, batang serai, jahe, dan daun jeruk.
“Rasa pedas kuah wedang tahu ini lebih mantap karena saya menggunakan jahe jenis emprit, ruas jahenya lebih kecil tapi rasanya lebih pedas,” katanya, beberapa waktu lalu.
Campuran dari berbagai rempah dan sari kedelai ini dipercaya banyak mendatangkan manfaat bagi tubuh. Di antaranya menghangatkan badan, menghilangkan masuk angin, kembung sekaligus kandungan vitamin dalam kedelai juga diyakini mempercantik kulit.
“Selain para ibu hamil, warga Tionghoa banyak yang berlangganan wedang tahu saya,” imbuh Sukardi.
Satu porsi wedang tahu dengan kemasan mangkuk kecil dibanderol Rp6.000. Baik di Jl. Kranggan maupun di Pasar Pathuk, harganya sama. Sukardi mulai berdagang pada pukul 07.00 WIB. Biasanya sebelum siang, dagangannya sudah habis diserbu pelanggan. Penasaran? Selamat menikmati kehangatan wedang tahu.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kemenkeu memastikan anggaran Program Makan Bergizi Gratis dipisahkan dari anggaran pendidikan mulai APBN 2028 sesuai putusan MK.
Jadwal SIM Keliling Gunungkidul Agustus 2026 lengkap, mulai SIMMADE, SIMPITU, SIM Station, hingga Saturday Night Service beserta syaratnya.
SIM Keliling dan Samsat Keliling malam di SSA Bantul Agustus 2026 melayani perpanjangan SIM serta pembayaran PKB tahunan. Cek jadwal dan syaratnya.
Jadwal SIM Keliling Sleman Agustus 2026 lengkap di MPP, Sleman City Hall, SIMMADE, syarat perpanjangan SIM A dan SIM C, serta layanan Satpas.
Jadwal SIM Keliling Jogja Agustus 2026 lengkap dengan lokasi, syarat, biaya perpanjangan SIM, dan layanan Drive Thru MPP Kota Jogja.
Cakupan UHC Bantul turun tipis menjadi 98,67 persen pada Juli 2026. Dinkes memastikan angka tersebut masih di atas target minimal 98 persen dengan dukungan angg