Wisata Gunungkidul Meledak PAD Tembus Rp26 Miliar
PAD wisata Gunungkidul tembus Rp26 miliar hingga Mei 2026 didorong lonjakan kunjungan ke Pantai Drini dan Pantai Sepanjang.
Suasana di Pantai Nguyahan, Jumat (9/1/2015). Dengan menggunakan dana dari program pengentasan kemiskinan, Kecamatan Saptosari bersolek untuk mempercantik kawasan wisata di sana. (JIBI/Harian Jogja/David Kurniawan)
Wisata Gunungkidul kali ini mengenai Pantai Nguyahan. Terletak di Saptosari, pantai ini menawarkan 'ladang' petak umpet di sela-sela batuan karst.
Harianjogja.com, JOGJA-Kecamatan Saptosari, Kabupaten Gunungkidul memiliki 15 pantai yang berpotensi menjadi destinasi wisata unggulan. Namun, tahun ini baru ada lima pantai yang dipromosikan. Salah satunya, Pantai Nguyahan di Desa Kanigoro. Pantai ini sudah mulai dirintis sebagai lokasi piknik sejak 2001 lalu dan baru sekitar 2010 mendapatkan perhatian dari masyarakat.
Bagi sebagian kalangan, Pantai Nguyahan masih kalah tenar dengan Pantai Baron atau Pulangsawal. Namun, potensi pantai itu tak kalah dengan pantai lain di Gunungkidul. Di Pantai Nguyahan, selain dapat melihat ciri khas keindahan pemandangan pantai, pengujung juga bisa bermain petak umpet dari sela-sela batuan karst yang ada di sana.
Namun, sensasi ini hanya bisa dilakukan saat air sedang surut. Sebab, saat pasang kawasan tersebut akan tertutup dengan air laut. Andaikan ingin tantangan yang lebih, pengujung bisa melakukan tracking di area perbukitan karts menuju Pantai Ngedan.
“Kira-kira pengujung harus melewati area perbukitan dengan berjalan sejauh satu kilometer. Dalam perjalanan itu, wisatawan bisa melihat keindahan laut dari atas bukit,” kata Ketua Kelompok Sadar Wisata Pantai Nguyahan, Sukiman, saat ditemui di rumahnya, Jumat (9/1/2015).
Sukiman menjelaskan pembukaan area Nguyahan sudah dimulai sejak 1972 lalu. Saat itu, ayah dan kakek Sukiman mulai memasuki kawasan pantai itu. Namun, tujuan membuka jalan tersebut untuk pergi ke ladang dan belum ada niat dijadikan tempat wisata.
Tahun 2001 kawasan Nguyahan mulai dilirik orang, perkembangannya tidak tertata dengan baik. Sebab, baru egelintir orang yang berkunjung. Terlebih lagi, kondisi pantai juga masih kumuh dan penuh dengan tanaman-tanaman.
“Barulah di 2010 warga masyarakat bekerja bakti untuk membersihkan pantai. Kalau tidak salah, saat itu ada 33 orang yang ikut bersih-bersih,” kenang Sukiman.
Meski kondisinya sudah lebih baik, pantai itu belum juga menarik orang untuk berwisata. Saat dibuka pertama kali, baru ada dua orang pedagang yang mau berjualan di sana.
“Salah satunya adalah istri saya,” paparnya.
Hingga saat ini, pedagang di Pantai Nguyahan berjumlah 49 orang. Jumlah wisatawan juga mengalami lonjakan yang signifikan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PAD wisata Gunungkidul tembus Rp26 miliar hingga Mei 2026 didorong lonjakan kunjungan ke Pantai Drini dan Pantai Sepanjang.
Dishub Sukoharjo pasang barikade di tikungan tajam jalur Sukoharjo-Klaten untuk tekan kecelakaan. Ini kondisi terbaru di lapangan.
Meta meluncurkan paket langganan Instagram (IG), Facebook (FB), dan WhatsApp (WA) dengan fitur premium serta uji coba layanan AI berbayar.
Pria mengaku ketua RT di Bantul tipu kelompok tani dan bawa kabur pompa air. Pelaku ditangkap setelah jejaknya terekam CCTV.
Isoflavon kedelai terbukti membantu meredakan gejala menopause. Simak manfaat, dosis, dan cara konsumsinya menurut ahli.
Bantul catat 26.245 hewan kurban pada Iduladha 2026. DKPP temukan kasus cacing hati, namun daging tetap aman dikonsumsi.