WISATA KULONPROGO : Lendah, Surganya Pecinta Permata

Minggu, 11 Januari 2015 07:21 WIB
WISATA KULONPROGO : Lendah, Surganya Pecinta Permata

Salah satu pekerja di Perusahaan Batu Permata sedang memproses batu akik belum lama ini. (JIBI/Harian Jogja/Switzy Sabandar)

Wisata Kulonprogo di kawasan Lendah ini menawarkan aneka jenis permata untuk akik yang dapat menjadi pilihan.

Harianjogja.com, KULONPROGO—Tak perlu susah payah mencari batu akik hingga ke luar daerah, Kulonprogo juga memiliki tempat yang menyenangkan bagi pecinta batu permata. Di Perusahaan Batu Permata Budi Santoso yang berlokasi di Pedukuhan Bangeran, Desa Bumirejo, Kecamatan Lendah, penggemar akik dapat memilih batu yang menarik hati.

Tempat yang diberi nama sesuai dengan nama pemiliknya ini sudah berdiri selama 20 tahun dan melayani penjualan serta penggosokan batu akik.

Jenis batu yang dijual bervariasi, mulai dari Zamrud, Kalimaya, Tapak Jalak, Bacan, Rubi, Kecubung, Fosil, Jasper, Calsedoni dan masih banyak lagi. Harga jualnya juga bervariasi mulai dari Rp300.000 sampai dengan Rp3 miliar. Untuk jasa penggosokan hanya ditarik biaya Rp20.000, sementara untuk pemotongan sisi berlian Rp50.000 per buah.

Menurut Budi, batu akik tidak memiliki nilai pasti karena tergantung dari kesenangan masing-masing orang. Terlebih, batu permata yang memiliki pola gambar tertentu. Ia mencontohkan beberapa gambar di batu akik, antara lain, kepala macan, burung terbang, monalisa, ratu Belanda, lafal Allah dalam tulisan Arab, dan sebagainya.
Diungkapkannya, batu akik yang sudah megikuti ajang perlombaan akan mendapat sertifikat resmi jika menang. Lalu, muncul kepuasan tersendiri jika seseorang mengenakan atau mengoleksi batu tersebut.

Bahan baku akik diperoleh Budi dari berbagai daerah, seperti Garut, Aceh, Halmahera, hingga luar negeri, yakni Srilanka. “Kalau ada teman yang keluar negeri juga biasanya saya titip,” ujarnya beberapa waktu lalu. Budi tidak menampik di Kulonprogo juga banyak batu permata. Jenis Calsedoni dan Jasper banyak ditemukan di Perbukitan Menoreh.

"Hanya saja harganya per bongkah masih terlampau murah jika dibandingkan dengan daerah lain, di sini hanya Rp25.000 per kilogram, sementara di Garut mencapai Rp40.000 dan di Garut batunya sudah multicolor [warna-warni]," terangnya.

Kalau buat batu akik tak bernilai, imbuh Budi, lebih baik yang banyak warna karena lebih bisa jadi inspirasi untuk dijadikan pola gambar tertentu.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Mediani Dyah Natalia
Mediani Dyah Natalia Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online