Lereng Barat Daya Merapi Diguyur Deras, Warga Diminta Waspada
Hujan deras di lereng barat daya Merapi picu risiko lahar dan awan panas. Warga diminta menjauhi sungai berhulu Merapi.
JIBI/Harian Jogja/Desi Suryanto Anton Krotov (kiri) bersama Alex Kuleshov (kanan) menunjukkan buku perjalanan karyannya dan peta perjalanan yang telah ia kunjungi seusai menceritakan pengalaman perjalanannya di Harian Jogja, Minggu (12/04/2015). Anton adalah penulis buku yang telah mngunjungi sedikitnya 40 negara, saat ini ia menggagas penginapan gratis dimana dirinya sedang bepergian untuk para backpacker.
Wisata Jogja diwarnai dengan kehadiran Anton Krotov dan Alex Kuleshov. Dua bule Rusia ini tidak hanya menyediakan rumah singgah gratis bagi wisatawan tapi juga memberikan kuliah umum berkeliling dunia.
Harianjogja.com, JOGJA- Dua warga Rusia, Anton Krotov, 39 dan Alex Kuleshov, 23 mengunjung Griya Harian Jogja untuk berbagi mengenai pengalaman berkeliling berbagai negara dengan metode hitchhiking dan mendirikan rumah singgah sementara bagi para traveler.
Setelah menyiapkan rumah singgah untuk para traveler, Krotov lantas memulai proyek pertamanya di
Jogja, yaitu menggelar kuliah umum tentang berkeliling dunia dengan biaya murah dan gratis. Ya, di kalangan para traveler internasional, nama Anton Krotov memang cukup terkenal. Bisa dikatakan dia adalah salah satu “guru” traveler yang disegani. Pengalamannya mengunjungi 85 negara di seantero jagad dengan biaya super murah dan kerap kali gratis menjadikannya sumber tips dan pelajaran. (Baca Juga : http://jogja.solopos.com/baca/2015/04/13/wisata-jogja-house-for-all-rumah-singgah-bagi-traveler-594190">WISATA JOGJA : House for All, Rumah Singgah Bagi Traveler )
Metode yang Krotov tularkan kepada para peserta kuliah umum, di berbagai negara adalah hitchhiking. Metode ini juga telah ia tuangkan dalam buku perjalanan (dalam bahasa Rusia). Saat ini, kedatangannya ke Indonesia, juga untuk menulis buku perjalanan, memandu para pejalan dengan metode yang ia gunakan selama menjadi backpacker.
Apaitu hitchhiking? Hitchhiking adalah metode berkeliling dari satu tempat ke tempat lain dengan dana terbatas, menumpang gratis sana-sini untuk mencapai tujuan.
Krotov, telah memulainya sejak berusia 19 tahun dengan berkeliling Rusia. Ia lantas melanjutkannya
hingga ke puluhan kota di puluhan negara selama hampir 20 tahun.
“Pernah saya membuka House for All di Madagaskar [sekitar 2013], di sana tak banyak yang singgah hanya sekitar 25 traveler. Madagaskan negara yang miskin, meski menarik, kami [para traveler] agak kesulitan untuk menerapkan hitchhiking [dengan kata lain sulit menumpang],” terang Krotov.
Ia juga bercerita bagaimana sulitnya membuka House for All di Berlin, Jerman, izin yang ketat
membuatnya harus sembunyi-sembunyi.
“Di negara-negara Eropa biaya sewa rumah sangat mahal, itu juga [menjadi] salah satu kesulitan kami,” tutur Krotov.
Berkunjung ke banyak negara dan kembali mengulanginya membuat Krotov juga menandai perubahan. Saat berkunjung kali pertama ke India, hampir 18 tahun lalu misalnya, dia mendapati sebuah negara yang kotor, penuh pengemis dan banyak yang tidak suka dengan kedatangannya sebagai orang asing.
“Mereka hanya ingin uang saya. Tapi setelah berkunjung lagi beberapa tahun lalu, India sudah berubah banyak. Penduduknya lebih ramah, dan lebih mudah membuat proyek di sana,” katanya.
Tentang Indonesia, Krotov menandai satu perubahan yang juga barangkali banyak dirasakan warganya yaitu, makin macet.
“Indonesia jalannya masih sama, hanya jumlah kendaraannya yang kian bertambah, macet di mana-mana,” katanya.
Setelah Jogja, Krotov berencana menggelar proyek agak besar di Rusia, sebelum melanjutkannya ke sejumlah negara lain.
“Tahun ini mungkin ada sekitar 40 negara dan bisa juga lebih yang rencananya akan saya kunjungi,” katanya.
Saat ditanya, apa sebenarnya tujuan utama membuka House for All dan menulis buku petunjuk perjalanan, ringan Krotov menjawab, “Unity for all [persatuan untuk semua]. Bagi saya semua bangsa di dunia adalah sama, meski berbeda kulit dan agama, kita semua bisa bersatu, saya ingin membuktikan itu.”
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Hujan deras di lereng barat daya Merapi picu risiko lahar dan awan panas. Warga diminta menjauhi sungai berhulu Merapi.
Ruang digital DIY dinilai rentan hoaks, radikalisme, dan penipuan online. Literasi digital masyarakat masih tertinggal dari akses teknologi.
Jadwal KA Bandara YIA menuju Stasiun Tugu Yogyakarta dan sebaliknya pada 19 Mei 2026, lengkap dari pagi hingga malam hari.
Radar GCI buatan PT Len Industri resmi dioperasikan untuk memperkuat pengawasan udara Indonesia dan sistem pertahanan nasional.
Jadwal SIM keliling Gunungkidul 19 Mei 2026 di Wiladeg Karangmojo dan titik layanan lain untuk perpanjangan SIM A dan C.
Cuaca Jogja hari ini diprakirakan hujan ringan di Sleman dan Kota Jogja, sedangkan Bantul dan Gunungkidul berpotensi udara kabur.