Pantai Eksotis dalam Film The Beach di Thailand Ditutup dari Kunjungan Turis

Nugroho Nurcahyo
Nugroho Nurcahyo Sabtu, 02 Juni 2018 05:05 WIB
Pantai Eksotis dalam Film The Beach di Thailand Ditutup dari Kunjungan Turis

Turis bersantai menikmati Pantai Maya di Provinsi Krabi, Thailand, 23 Mei 2018./Reuters/Soe Zeya Tun

Harianjogja.com, PUKHET-Pantai Maya yang populer setelah dikenalkan dalam film The Beach, akan ditutup empat ke depan dimulai Juni ini. Penutupan pantai eksotis itu dilakukan demi memulihkan ekosistem terumbu karang yang terdampak peningkatan suhu dan kerusakan lingkungan akibat diserbu ribuan wisatawan setiap harinya.

Pantai yang terletak di Pulau Phi Phi, Perairan Andaman ini sangat populer setelah menjadi lokasi utama dalam film yang dibintangi Leonardo Di Caprio pada 2000. Keindahan alamnya yang diekspose dalam film berhasil membuat pelancong penasaran dan berbondong-bondong mengunjungi pantai berpasir putih nan lembut itu.

Sedikitnya 5.000 wisatawan mendatangi pantai yang terlindungi tebing berketinggian 100 meter itu setiap harinya menggunakan speedboat atau kapal feri.

Penutupan pantai dimulai efektif 1 Juni untuk memulihkan terumbu karang yang rusak akibat pertumbuhan turis setiap tahunnya.

"Ini salah satu jalan untuk melindungi kekayaan alam kami, yang menjadi bagian vital dalam industri pariwisata kami yang sangat penting," kata Direktur Otoritas Pariwisata Thailand, Kanokkittika Kritwutikon, di Phuket, seperti dikutip Reuters, Jumat (1/6/2018).

Tidak ada kapal yang diizinkan bersandar di pantai tersebut selama periode penutupan.

"Kami telah diberitahu Pantai Maya ditutup  dari 1 Juni hingga 30 September 2018 untuk memberikan waktu bagi alam memulihkan diri," tulis salah satu agen tur travel Thailand, Maya Bay Tours, dalam website mereka. "Tidak ada kapal yang diizinkan bersandar di Pantai Maya."

Pendapatan pariwisata mencapai sekitar 12% dari keseluruhan pendapatan nasional di negara dengan perekonomian terbesar kedua di Asia Tenggara itu. Namun muncul kekhawatiran yang terus meningkat pula tentang kemampuan Thailand dalam mengelola jumlah pengunjung yang meningkat pesat dan dampak lingkungan yang diakibatkan pariwisata massal.

Tahun ini, Thailand melarang merokok dan perapian di 24 lokasi pantai demi menjaga lingkungan.

Mengacu laporan Majalah Science pada 2015, Thailand berada di deretan negara penghasil sampah laut terbesar, sehingga memunculkan ancaman serius terhadap kehidupan biota di lautan.

Salah satu pelaku industri pariwisata di Thailand menilai, penutupan Pantai Maya dinilai tak begitu berdampak besar.

"Masih banyak tempat yang bisa dimasukkan daftar kunjungan yang sama menariknya [dengan Pantai Maya]," kata Geng, 35, resepsionis di Pulau Phi Phi.

"Juni sampai September bukan musim ramai. Kami bisa mengalihkan kunjungan turis ke pantai lain seperti  Pantai Mobyet atau Pulau Bambu."

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Nugroho Nurcahyo
Nugroho Nurcahyo Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online