Meriah! Festival Balon Udara di Solo Disambut Antusias
Festival balon udara di Solo diserbu ribuan warga. Sebanyak 18 balon diterbangkan, namun durasi dipersingkat akibat angin kencang.
Ilustrasi kopi kemas/Reuters
Harianjogja.com, SEOUL—Jika berwisata ke luar negeri jangan lupa pelajari dulu aturan setempat. Seperti aturan minum kopi di Kota Seoul, Korea Selatan ini.
Pemerintah Kota Seoul memberlakukan peraturan yang telah direvisi untuk melarang orang membawa cup kopi yang dibawa pulang ke dalam bus umum.
Dilansir dari Kantor Berita Yonhap, hal tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya untuk membuat perjalanan di dalam bus lebih aman dan mengurangi kasus perselisihan.
Peraturan, itu memungkinkan pengemudi bus umum untuk melarang penumpang naik ke dalam bus jika penumpang tersebut membawa minuman atau makanan yang di bawa pulang dan barang yang kotor atau berbau tajam yang dianggap dapat membahayakan keselamatan penumpang lain dan menimbulkan ancaman bagi mereka.
Anggota Dewan kota Seoul, Yoo Kwang-sang, yang mengusulkan revisi peraturan tersebut, mengatakan bahwa ada peningkatan jumlah kasus di mana orang menumpahkan minuman panas atau dingin.
"Kami telah melihat banyak perselisihan karena tumpahan kopi atau minuman tanpa disengaja dari cup yang dibawa pulang. Untuk mencegah perselisihan semacam ini, kami perlu membuat peraturan," kata Yoo, dilansir Yonhap belum lama ini.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Festival balon udara di Solo diserbu ribuan warga. Sebanyak 18 balon diterbangkan, namun durasi dipersingkat akibat angin kencang.
Kali ini, Astra Motor Yogyakarta hadir dalam kompetisi basket, "Basket in the Mall", yang diselenggarakan di atrium Jogja City Mall (JCM) (14-17/5).
WhatsApp iPhone kini mendukung dua akun dalam satu aplikasi lewat update versi 26.17.76 serta menghadirkan fitur Meta AI dan passkey.
Persib Bandung semakin dekat dengan gelar juara Liga 1 2025/2026 usai menang dramatis atas PSM Makassar dan unggul dari Borneo FC.
Rangkaian hari kedua Klaten International Cycling Festival (KLIC Fest) 2026 mencatat sejarah menjadi tuan rumah International Cycling History Conference (ICHC)
BPBD Gunungkidul mengubah skema droping air bersih dengan memprioritaskan anggaran kapanewon menghadapi kemarau panjang 2026.