Menyeruput “Kopi” Melinjo di Desa Denai Lama

Newswire
Newswire Jum'at, 22 Juni 2018 16:35 WIB
Menyeruput “Kopi” Melinjo di Desa Denai Lama

Ilustrasi minuman kopi/Reuters

Harianjogja.com, DELI SERDANG—Seduhan melinjo mirip minuman kopi ini disebut kopi melinjo. Minuman ini populer di Desa Denai Lama, Kecamatan Pantai Labu, Kabupaten Deli Serdang, Sumatra Utara.

Warna minuman kopi melinjo memang tidak hitam pekat seperti kopi biasanya, melainkan cokelat kekuningan dengan aroma melinjo yang mendominasi berasal dari ampas yang mengambang di permukaan gelas.

Olahan kopi melinjo ini ditemukan oleh Sang Kepala Desa Denai Lama, Parnu. Ia pernah menyabet juara pertama sebagai Pemuda Pelopor Ketahanan Pangan di Sumatra Utara pada 2016.

Berbekal dari pengalaman mengolah biji salak menjadi kopi saat mendampingi petani di Pulau Jawa, Parnu pun mencoba mengolah buah melinjo yang banyak berjatuhan di halaman rumahnya.

Melinjo yang bijinya sudah tua akan terlihat dari kulit luar berwarna merah, sedangkan kulit keras di dalamnya atau klatak berwarna hitam. Setelah dipecahkan dan dipisahkan dari klatak, daging buah melinjo lalu disangrai atau digongseng tanpa minyak di atas penggorengan hingga kecokelatan.

Setelah disangrai, melinjo yang sudah kering kemudian ditumbuk sampai halus dan kembali disangrai. Proses terakhir diayak agar tekstur bubuk kopi melinjo halus.

Parnu mengaku produk ini belum bisa dijualbelikan secara luas karena masih menunggu hasil uji laboratorium Universitas Sumatra Utara (USU) untuk mengetahui jumlah kandungan kolestrol yang terdapat dalam kopi melinjo.

Ia juga akan mencoba mencampurkan kopi jenis Arabica dalam kopi melinjo agar kandungan kolestrolnya tidak tinggi dan aman diminum untuk konsumen di atas 40 tahun.

 

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Share

Maya Herawati
Maya Herawati Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online