Meriah! Festival Balon Udara di Solo Disambut Antusias
Festival balon udara di Solo diserbu ribuan warga. Sebanyak 18 balon diterbangkan, namun durasi dipersingkat akibat angin kencang.
Mural di gedung tua Kota Lyon, Prancis/ist-Amusing Planet
Harianjogja.com, LYON—Kota Lyon di Prancis tadinya penuh gedung tua yang kusam. Sisi-sisi kosong tembok muram lantas disulap dengan mural yang indah, seakan gedung-gedung itu ramai penghuni. Selama empat dekade terakhir, sekelompok muralis di sana telah mengubah kota tersebut menjadi galeri seni luar ruang yang sangat besar. Mural-mural epik dilukis di dinding penutup trompe l\'oeil di seluruh kota.
Gambarnya menceritakan peristiwa-peristiwa bersejarah atau orang-orang terkenal sejak lama. Misalnya ada kisa kecintaan Lyon dengan seni mural dimulai pada awal tahun 1970-an, yang dikenal lewat museum dan gedung bersejarah lain di sana.
"Kota ini dulu macet, gelap, bahkan tercemar. Untungnya ada wali kota baru yang mendukung adanya seni mural," ujar Seniman Mural Michael Noir, dilansir Amusingplanet.
Noir memutuskan untuk menghidupkan kota itu dan meremajakan beberapa pusat keramaian. Salah satunya adalah alun-alun kota, karena masih banyak gedung bersejarah kuno.
Sejak proyek pertamanya, para seniman kompak melukis gedung-gedung tinggi di kota itu. Mereka benar-benar berjuang untuk membuat wilayah Lyon menjadi ramai.
Salah satu proyek terkenal hingga kini adalah Mur des Canuts atau dijuluki Wall of the Canuts. Lokasinya berada di distrik Croix-Rousse yang berbukit-bukit. Mural trompe l\'oeil menggambarkan sebuah tangga besar yang ada di tengah lukisan. Di bagian bawah, orang bisa melihat beberapa toko dan bank.
Sementara itu kreasi mural yang terkenal lainnya ialah La Fresque des Lyonnais, sebuah lukisan dari sekitar 30 tokoh terkenal Lyon dari masa lalu dan sekarang. Termasuk Kaisar Romawi Claudius, pelopor pembuatan film Lumiere bersaudara, penenun sutera dan penemu Jacquard tenun Joseph-Marie Jacquard, penulis dan penerbang Antoine de Saint-Exupery dan lainnya.
Karya mural dari seniman ternama di dunia itu benar-benar unik. Bahkan ada satu gedung tua yang tidak layak pakai, tapi disulap dengan lukisan mural jadi terlihat indah.
Setiap membuat kreasi mural, rata-rata para seniman tersebut membutuhkan waktu dua hingga sembilan bulan pengerjaannya. Menariknya, 80% dari mereka ialah kaum perempuan yang super kreatif.
Pelancong yang berkunjung ke Kota Lyon pasti tak menyangka bahwa dulunya wilayah ini suram. Kini banyak dari pelancong yang penasaran untuk membuktikan keindahan mural yang menghiasi gedung dan merasakan keramahan penduduk setempat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Okezone
Festival balon udara di Solo diserbu ribuan warga. Sebanyak 18 balon diterbangkan, namun durasi dipersingkat akibat angin kencang.
Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo meminta Gedung Kelurahan Tegalpanggung tak hanya melayani administrasi, tetapi juga menampung aktivitas warga.
TNI AU terus mematangkan kesiapan pilot Rafale. Delapan penerbang disiapkan melalui seleksi ketat dan pelatihan hingga ke Prancis.
Tawon resmi menjadi fauna khas Gunungkidul menggantikan anggapan belalang sebagai ikon daerah, sesuai Perda Nomor 3 Tahun 1999.
Menkeu Purbaya memastikan pembiayaan MBG dan pengadaan alutsista tetap aman dengan defisit APBN dijaga di bawah 3 persen.
Universitas Kristen Duta Wacana (UKDW) Yogyakarta kembali menggelar EduCareer Connect 2026 bertajuk “From Campus to Career: Connecting Education, Opportunities