Kasus Bertambah, Cek Data Covid-19 di DIY 18 Maret
Kasus Covid-19 di DIY kembali melonjak. Pada Kamis (18/3/2021), gugus tugas setempat melaporkan penambahan kasus baru sebanyak 257.
Wisatawan yang tengah menikmati wahana flying fox di Lembah Ngingrong, Desa Mulo, Kecamatan Wonosari. /Ist-dokumentasi pengelola
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL- Lembah Ngingrong yang terletak di Desa Mulo, Kecamatan Wonosari menjadi destinasi wisata minat khusus di Gunungkidul. Sejumlah paket wisata mulai dari susur gua horizontal, menjelajahi telaga bawah tanah hingga sensasi menjajal flying fox tersaji di tempat ini.
Lembah Ngingrong merupakan satu dari 16 geosite Gunungsewu Geopark Network di Gunungkidul. Luasnya sekitar 10 hektare dengan kedalaman 80 meter itu terletak di pinggir jalan raya antara Mulo - Tepus.
Ketua Pokdarwis Desa Mulo, Suwarno mengatakan sejak Dinas Pariwisata Gunungkidul membangun Taman Batu atau Taman Geopark di sebelah barat Lembah Ngingrong, Pemerintah Desa Mulo bersama masyarakat pada 2016 silam menjadikan Lembah Ngingrong menjadi destinasi wisata yang dikelola oleh Desa Wisata Mulo.
"Sebenarnya kami mula buka sejak 2012, tapi baru 2015 mulai dikenal wisatawan karena ada flying fox dan sejumlah wisata minat khusus lainnya," kata Suwarno kepada Harianjogja.com, Jumat (3/8/2018).
Adapun flying fox di atas lembah Ngingrong sepanjang 135 meter dengan ketinggian 78 sampai 80 meter. Di tempat tersebut juga disediakan holling bagi wisatawan yang ingin turun dengan menggunakan tali sampai didasar lembah dan susur goa.
Gua yang ada di Lembah Ngingrong ini memiliki keunikan tersendiri. Selain terdapat tiga step juga di dalam goa terdapat sungai bawah tanah yang airnya cukup jernih.
Suwarno mengatakan berbagai fasilitas yang ada ini juga dibarengi dengan pemandu profesional dan telah bersertifikasi. "Pemandu kami sudah sesuai standar begitupun peralatannya," kata dia.
Adapun untuk menikmati sejumlah paket wisata yang disediakan pengelola, Suwarno mengatakan untik Paket paket susur gua horizontal sebesar Rp200.000 untuk empat orang. Sementara untuk paket susur gua telaga bawah tanah sebesar Rp1,5 juta untuk tiga orang.
"Yang paket susur telaga juga termasuk dengan paket flying fox, makan minum, antar jemput ATV. Kalau dirinci per orang sekitar Rp500.000," jelas dia.
Namun bagi wisatawan yang hanya ingin menjajal flying fox dan anatar jemput menggunakan atv hanya dipatok Rp45.000 per orang.
Selain destinasi wisata minat khusus, Lembah Ngingrong juga makin lengkap dengan adanya pasar wisata kuliner yang diresmikan sejak Januari 2018. Pasar yang menghadirkan sajian kuliner khas desa tersebut buka setiap Sabtu dan Minggu.
Adanya Gua Ngingrong ditambah pasar wisata kuliner ini bertujuan untuk memberdayakan masyarakat sekitar agar perekonomiannya meningkat. Pasalnya masyarakat yang semula hanya bertani didorong untuk memproduksi makanan tradisional khas dan dipasarkan di pasar wisata.
Berbagai jenis makanan tradisional yang sementara waktu sudah hampir terlupakan dapat ditemui di sini seperti botok, sambel tawon, makanan dari ketela, pecel, nasi gudeg, gudangan, nasi thiwul dan gathot. Ada pula makanan dari ketan, glinding dara atau ayam dan aneka makanan tradisional lainnya termasuk umbi-umbian.
Desa Wisata Ngingrong ini mudah dijangkau. Sebab dari Kota Wonosari berjarak sekitar tiga kilometer. Letaknya berada di pingir jalan menuju pantai selatan Gunungkidul, sehingga siapapun yang melewati jalan ini akan dengan mudah menemukannya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kasus Covid-19 di DIY kembali melonjak. Pada Kamis (18/3/2021), gugus tugas setempat melaporkan penambahan kasus baru sebanyak 257.
Rumah di Panggungharjo Bantul terbakar dini hari diduga korsleting listrik, kerugian sekitar Rp20 juta
AAP rilis panduan baru: waktu istirahat sekolah wajib dilindungi sebagai kebutuhan dasar anak, bukan kemewahan. Simak manfaat medisnya di sini.
Satgas PPKS UPNVY selidiki dugaan kekerasan seksual yang viral di media sosial dengan komitmen perlindungan korban dan investigasi objektif.
Ibunda Fedi Nuril, Gusmawati Nuril binti Hasan Basri, meninggal dunia pada Selasa 19 Mei 2026. Unggahan duka banjir doa dari penggemar.
WhatsApp luncurkan fitur kirim foto terbaru di iPhone tanpa tutup ruang chat. Simak tampilan menu Recents baru khusus pengguna iOS.