Undip dan ITS Borong Empat Gelar Juara KMHE 2026
Undip dan ITS meraih total empat gelar juara KMHE 2026 di Unej. Simak daftar lengkap pemenang delapan kelas kompetisi.
Teluk Lagundri di Pulau Nias, Sumatra Utara menjadi spot favorit untuk berselancar./Istimewa
Harianjogja.com, NIAS – Dipilihnya Kepulauan Nias, Provinsi Sumatera Utara sebagai tuan rumah ajang tahunan Wisata Bahari untuk tahun 2019 atau Sail Nias 2019 dinilai akan membantu mempercepat pembangunan dan kebangkitan Nias menuju gerbang destinasi Wisata Bahari Dunia.
"Tentunya akan sangat berdampak pada pembangunan di Nias terutama pembangunan bidang pariwisata," kata Penasehat Kesatuan Mahasiswa Nias (KMN) Zaman K Mendrofa di Medan, belum lama ini.
Ia mengatakan, pihaknya sangat mengapresiasi dan berterimakasih atas kepercayaan dan dipilihnya Sumatera Utara, khususnya Kepulauan Nias sebagai tuan rumah untuk ajang tahunan Wisata Bahari tahun 2019 atau Sail Nias 2019 yang digelar Juli tahun ini.
Sejumlah objek wisata menarik di Nias bisa menjadi alternatif destinasi. Pantai berwarna pink Gawu Soyo. Pantai di Desa Ombolata ini masuk Kecamatan Afulu, Kabupaten Nias Utara. Eksotisme pantai ini belum banyak dijejak wisatawan.
Surga lain yang bisa ditemui di Nias adalah Pulau Asu. Disebut surga karena kawasan ini terdiri dari delapan pulau yang masing-masing memiliki keunikan masing-masing. Lokasi ini juga bisa disebut tersembunyi karena perlu delapan jam perjalanan dengan menyewa kendaraan untuk sampai di sana.
Adapun bagi penggemar surfing, Pantai Sorake merupakan spot favorit wisatawan mancanegara. Konon ketinggian ombak di pantai ini bisa lebih dari 10 meter, kebanyak tantangannya.
Selain ketiga titik tersebut, masih ada destinasi danau, budaya seperti lompat batu dan agenda wisata lain yang melengkapi destinasi di Nias.
Sail Nias 2019, menurut Zaman, merupakan strategi pariwisata yang tepat mendatangkan banyak wisatawan domestik maupun mancanegara ke Kepualauan Nias.
Tentunya kegiatan tersebut akan memberi kontribusi devisa dan membantu meningkatkan pertumbuhan ekonomi Kepulauan Nias dan Sumatera Utara secara khusus dan Indonesia secara umum.
"Acara itu merupakan tonggak bagi pemerintah kabupaten menggaet investor untuk membangun wilayahnya," katanya.
Zaman meminta pemerintah pusat, Pemprov Sumut dan Pemko/Pemkab di Kepulauan Nias serta seluruh masyarkat Nias harus bersinergi menyukseskan Sail Nias Tahun 2019 karena dinilai akan sangat bermanfaat bagi ekonomi lokal.
Sail Nias 2019, menurut Zaman, merupakan momentum strategis bagi Kepulauan Nias mewujudkan impian Nias sebagai destinasi wisata dunia dan mengukuhkan kembali identitas Indonesia sebagai Negara Bahari.
"Sail Nias Tahun 2019 yang bertemakan \'Nias Menuju Gerbang Destinasi Wisata Bahari Dunia\' telah resmi diluncurkan di Jakarta pada Kamis lalu. Kita tentunya sangat mendukung," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia/Antara
Undip dan ITS meraih total empat gelar juara KMHE 2026 di Unej. Simak daftar lengkap pemenang delapan kelas kompetisi.
Sebanyak 600 lulusan SMK DIY dijadwalkan berangkat bekerja ke luar negeri pada 29 Oktober 2026. Mayoritas akan bekerja sebagai caregiver di Jepang.
Kasus Negreira kembali memanas setelah Real Madrid menyerahkan 50.000 halaman dokumen ke UEFA terkait Barcelona.
Candi Ijo menjadi ruang perjumpaan batik, wastra, sejarah dan masyarakat lewat “Sehari di Candi” pada Hari Batik Nasional.
Marc Marquez percaya diri menghadapi GP Indonesia di Mandalika setelah meraih 37 poin dan kemenangan di GP Jepang.
Luka Modric mengaku malu setelah Kroasia kalah telak 0-7 dari Inggris di UEFA Nations League dan kini terancam degradasi.