Komisi III DPR Setujui 14 Calon Hakim Agung dan Ad Hoc MA
Komisi III DPR menyetujui 14 calon hakim agung dan hakim ad hoc MA setelah menjalani uji kelayakan dan kepatutan di DPR.
Teluk Lagundri di Pulau Nias, Sumatra Utara menjadi spot favorit untuk berselancar./Istimewa
Harianjogja.com, NIAS – Dipilihnya Kepulauan Nias, Provinsi Sumatera Utara sebagai tuan rumah ajang tahunan Wisata Bahari untuk tahun 2019 atau Sail Nias 2019 dinilai akan membantu mempercepat pembangunan dan kebangkitan Nias menuju gerbang destinasi Wisata Bahari Dunia.
"Tentunya akan sangat berdampak pada pembangunan di Nias terutama pembangunan bidang pariwisata," kata Penasehat Kesatuan Mahasiswa Nias (KMN) Zaman K Mendrofa di Medan, belum lama ini.
Ia mengatakan, pihaknya sangat mengapresiasi dan berterimakasih atas kepercayaan dan dipilihnya Sumatera Utara, khususnya Kepulauan Nias sebagai tuan rumah untuk ajang tahunan Wisata Bahari tahun 2019 atau Sail Nias 2019 yang digelar Juli tahun ini.
Sejumlah objek wisata menarik di Nias bisa menjadi alternatif destinasi. Pantai berwarna pink Gawu Soyo. Pantai di Desa Ombolata ini masuk Kecamatan Afulu, Kabupaten Nias Utara. Eksotisme pantai ini belum banyak dijejak wisatawan.
Surga lain yang bisa ditemui di Nias adalah Pulau Asu. Disebut surga karena kawasan ini terdiri dari delapan pulau yang masing-masing memiliki keunikan masing-masing. Lokasi ini juga bisa disebut tersembunyi karena perlu delapan jam perjalanan dengan menyewa kendaraan untuk sampai di sana.
Adapun bagi penggemar surfing, Pantai Sorake merupakan spot favorit wisatawan mancanegara. Konon ketinggian ombak di pantai ini bisa lebih dari 10 meter, kebanyak tantangannya.
Selain ketiga titik tersebut, masih ada destinasi danau, budaya seperti lompat batu dan agenda wisata lain yang melengkapi destinasi di Nias.
Sail Nias 2019, menurut Zaman, merupakan strategi pariwisata yang tepat mendatangkan banyak wisatawan domestik maupun mancanegara ke Kepualauan Nias.
Tentunya kegiatan tersebut akan memberi kontribusi devisa dan membantu meningkatkan pertumbuhan ekonomi Kepulauan Nias dan Sumatera Utara secara khusus dan Indonesia secara umum.
"Acara itu merupakan tonggak bagi pemerintah kabupaten menggaet investor untuk membangun wilayahnya," katanya.
Zaman meminta pemerintah pusat, Pemprov Sumut dan Pemko/Pemkab di Kepulauan Nias serta seluruh masyarkat Nias harus bersinergi menyukseskan Sail Nias Tahun 2019 karena dinilai akan sangat bermanfaat bagi ekonomi lokal.
Sail Nias 2019, menurut Zaman, merupakan momentum strategis bagi Kepulauan Nias mewujudkan impian Nias sebagai destinasi wisata dunia dan mengukuhkan kembali identitas Indonesia sebagai Negara Bahari.
"Sail Nias Tahun 2019 yang bertemakan \'Nias Menuju Gerbang Destinasi Wisata Bahari Dunia\' telah resmi diluncurkan di Jakarta pada Kamis lalu. Kita tentunya sangat mendukung," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia/Antara
Komisi III DPR menyetujui 14 calon hakim agung dan hakim ad hoc MA setelah menjalani uji kelayakan dan kepatutan di DPR.
Jadwal KRL Jogja-Solo Jumat 14 Agustus 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak jadwal lengkap tiap stasiun dan tarif Rp8.000.
Karhutla Gunung Bromo di kawasan TNBTS berhasil dipadamkan. Luas area terbakar mencapai 1.120 hektare di empat kabupaten.
Purbaya menyebut penerimaan bea keluar emas nyaris nol. Dari target Rp3 triliun 2026, realisasi hingga Semester I baru 0,03%.
RSUD Panembahan Senopati Bantul meluncurkan Si Banter untuk mempermudah pembayaran tagihan rumah sakit melalui digitalisasi dan QRIS.
Prabowo menyebut Indonesia menghabiskan hingga Rp535 triliun per tahun untuk impor BBM. Pemerintah mendorong kendaraan listrik dan EBT.