Tambang Emas Ilegal Longsor di Angola, 28 Penambang Tewas
Sebanyak 28 orang tewas dan dua lainnya hilang akibat longsor tambang emas ilegal di Angola barat laut, termasuk 13 korban dari satu keluarga.
Pulau Geulis Bogor/ist-Pemkot Bogor
Harianjogja.com, JAKARTA—Piknik ke Bogor tak melulu harus ke Taman Safari atau Kebun Raya. Kini desa wisata Pulo Geulis mulai jari perhatian.
Pemerintah Kota Bogor bekerja sama dengan Panorama Group dan Politeknik Negeri Jakarta (PNJ) untuk mengembangkan Kampung Wisata Pulo Geulis.
“Kami melihat Pulo Geulis memiliki potensi untuk tumbuh menjadi salah satu desa wisata unggulan di Bogor ke depannya. dukungan dari pemerintah, private sector dan masyarakat itu sendiri, merupakan kunci dari kesuksesan perkembangan wisata kampung tematik ini”, ujar CEO Group of Panorama Group, Budi Tirtawisata, belum lama ini.
Bima Arya selaku Walikota Bogor dan Abdillah selaku Direktur PNJ juga menyatakan dukungannya atas kerja sama ini yang bertujuan membuat sumber daya setempat dapat terbangun dengan baik.
Pulo Geulis diharap mampu untuk menjadi magnet wisata baru di daerah Bogor dan menjadi contoh bagi kawasan potensial lainnya untuk membantu pertumbuhan Pariwisata Indonesia.
Pemerintah Kota Bogor pun telah menetapkan Pulo Geulis sebagai Kampung Tematik Wisata karena keunikan-keunikan yang ada serta lokasinya yang berdekatan dengan kawasan Suryakancana yang sudah dikenal sebagai tempat kuliner Kota Bogor.
Membelah aliran sungai Ciliwung, Pulo Geulis menyimpan berbagai keindahan yang menarik untuk dieksplorasi. Bukan hanya dari pemandangan atau kesejukan udaranya, Pulo Geulis juga memperlihatkan bagaimana keberagaman budaya dan agama masyarakat, bisa tetap menyatukan mereka dalam kerukunan, rasa saling menghormati, serta semangat untuk bersama-sama membangun potensi desa yang dimiliki.
Salah satunya keberadaan kelenteng tertua di Bogor, Pan Kho Bio, yang terletak di Pulo Geulis. Pada kondisi umum, kelenteng memang merupakan rumah ibadah Umat Budha, namun Pan Kho Bio juga sering digunakan oleh Umat Muslim untuk menunaikan ibadah shalat di salah satu ruangan di dalamnya karena minimnya tempat ibadah.
Kreativitas warga juga diekspresikan lewat mural-mural yang bertebaran penuh warna di tembok-tembok pemukiman.Sebagian dari gambar-gambar ini menceritakan tentang sejarah awal terbentuknya Pulo Geulis.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Sebanyak 28 orang tewas dan dua lainnya hilang akibat longsor tambang emas ilegal di Angola barat laut, termasuk 13 korban dari satu keluarga.
Sebanyak 1.021 warga Sleman gagal donor darah awal 2026, mayoritas karena Hb rendah. PMI pastikan stok aman.
Keributan misa GMS Bantul dipicu izin belum lengkap. Polisi mediasi kedua pihak, situasi kini kondusif dan tetap jaga toleransi.
Tawuran remaja di Magelang dipicu tantangan Instagram. Dua pelajar luka parah, lima pelaku diamankan polisi.
Polemik GMS Bantul berujung kesepakatan. Ibadah tetap boleh, namun wajib lengkapi izin. Polisi siap tindak pelaku intimidasi.
Survei Abacus Data: 80% warga Kanada nilai AS di jalur salah. Faktor Trump dan kondisi global jadi pemicu kekhawatiran.