WISATA SLEMAN : Geo Tubing Lava Bantal, Jadi Wisata Edukatif Andalan Kalitirto

Bupati Sleman Sri Purnomo saat mencoba wisata edukatif Geo Tubing Lava Bantal di Dusun Tanjungtirto, Kalitirto, Berbah, Sleman, Minggu (18/12/2016). (Yudho Priambodo/JIBI - Harian Jogja)
19 Desember 2016 20:20 WIB Wisata Share :

Wisata Sleman berupa lava bantal jadi alternatif bagi wisatawan.

Harianjogja.com, SLEMAN -- Wisata Edukatif Geo Tubing Lava Bantal di Dusun Tanjungtirto, Kalitirto, Berbah, Sleman akan menjadi wisata andalan dari Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Kalitirto.

Diresmikan oleh Bupati Sleman, Sri Purnomo, Minggu (18/12/2016) sore, wisata dengan menyusuri sungai Opak sepanjang dua kilometer mendapat sambutan baik dari pemerintah daerah. Sri Purnomo sangat mengapresiasi semagat para masyarakat untuk menghidupkan wisata baru dengan nuansa alam secara edukatif.

"Ini merupakan semangat warga untuk menumbuhkan potensi wisata dan ekonomi. Namun terbilang masih baru keamanan bagi wisatawan harus menjadi prioritas," katanya kepada Harianjogja.com usai mencoba wahana geo tubing lava bantal sesaat setelah peresmian di Pendopo Dusun Tanjungtirto, Kalitirto, Berbah Sleman, Minggu (18/12/2016).

Dikatakannya, saat ini sudah ada sekitar sepuluh pokdarwis setempat yang sudah siap melakukan pengeleloaan. Ia juga berpesan bahwa kesuksesan lokaai wisata akan teecapai jika adanya kebersaaman dalam pengelolaan oleh semua pihak. Wisata yang bertumpu pada sungai tersebut haruslah dikelola secara baik mulai dari sarana dan prasarananya, serta sumber daya manusianya untuk mengelola wisata dan mengelola alam.

"Dengan demikian sungai ini harus dikelola secara baik. Saling menjaga lingkungan dengan tidak membuang sampah sembarangan atau membuang limbah sembarangan. Karena saat sungai bersih itu yang jiga akan menarik wisatawan sehingga akan berimbas pada banyaknya pengunjung," kata Sri.

Sementara itu, Ketua Badan Promoai Pariwisata Sleman sebagai pengelola, Guntur eka prasetya, meski terbilang lokasi wisata baru pihaknya mengklaim sudah siap dengan kunjungan dari para wisatawan. Kata dia, sebelum diresmikan pihaknya telah membuat uji coba selama satu bulan.

"Kami sudah satu bulan melakukan uji coba, namun untuk instruktur dan pendamping sudah jauh sebelumnya melakukan pelatihan-pelatihan sesuai dengan kemampuan," katanya.

Ia juga menambahkan melihat dari wilayah Sungai Opak yang aliran airnya cukup deras, pihaknya telah menyiapkan peralatan yang aman seperti life jaket atau pelampung, helm, sepatu, dry bag, tabung oksigen, dan alat P3K. "Anggota juga melakukan pantauan cuaca melalui HT. Saat wilayah utara hujan dan debit air naik maka untuk menghindari kejadian kecelakaan maka tubing harus ditutup sementara," katanya.

Ia juga menjelaskan, untuk keamanan maka wisatawan yang diizinkan mengikuti tubing haruslah berusia lebih dari 13 tahun. Pokdarwis Kalitirto kedepan akan mematok harga Rp 55ribu untuk dapat berwisata menyusuri aungai sejauh dua kilometer dengan estimasi waktu tempuh selama dua jam.