Prabowo Sebut Ada Penolakan B50 karena Kepentingan Impor BBM
Prabowo mengungkap ada pihak yang menolak B50 karena dinilai ingin Indonesia tetap impor BBM. B50 disebut hemat devisa hingga Rp170 triliun.
Sambal lokan/ist
Harianjogja.com, MUKOMUKO—Sambal lokan adalah warisan turun-temurun masyarakat di Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu. Sambal ini kini mulai populer hingga ke seluruh daerah di Nusantara.
Seorang pemilik usaha sambal lokan di Kabupaten Mukomuko Oswari di Mukomuko, Kamis, mengatakan sambal lokan atau dalam bahasa daerah itu samba lokan diminati oleh warga dari sejumlah provinsi yang ada di Indonesia.
"Pembeli sambal lokan ini berasal dari berbagai provinsi, yakni dari Kota Bengkulu, Jakarta, Palu, Lampung, Surabaya, Padang dan berbagai provinsi lain," ujarnya, belum lama ini.
Ia menyatakan, meskipun pengirimannya membutuhkan waktu dua hingga tiga hari perjalanan darat, tetapi sambal lokan ini tidak rusak karena sambal lokan ini bisa bertahan selama 10 hari di luar kulkas.
Di dalam kulkas menu berbahan dasar kerang ini bisa bertahan selama lebih dari 10 hari. Ia mengatakan, pada hari biasa tempat usahanya itu rutin memproduksi sebanyak 20 kilogram makanan yang rasanya mirip rendang itu. Saat bulan puasa sekarang ini tempat usahanya memproduksi sebanyak 40 kilogram per hari, atau meningkat 100%.
Sedangkan harga sambal lokan di tempat usahanya itu sejak dua tahun terakhir ini sebesar Rp140.000 per kilogram, atau mengalami kenaikan Rp20.000 per kilogram.
Harga jual sambal lokan mengalami kenaikan karena pengaruh kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM). eskipun harganya mengalami kenaikan dibandingan sebelumnya, namun tidak mempengaruhi minat warga dari dan luar daerah itu untuk membeli menu tradisional itu.
Kuliner khas daerah masih tetap diminati oleh konsumen karena rasa makanan itu dari dulu sampai sekarang masih tetap sama.
Rasa sambal lokan itu tetap sama karena cara pengolahan dan memasak kuliner warisan turun-temurun tersebut tidak berubah dari dulu hingga sekarang menggunan cara tradisional, yakni dimasak menggunakan kayu bakar.
Direndam Dulu
Sedangkan proses pembuatannya tergolong rumit. Lokan atau kerang kecil yang masih hidup direndam selama 24 jam untuk menghilangkan lumpur dan pasir.
Setelah lokan direbus, kemudian dipisahkan kulit dengan isi. Lalu isinya dicuci dengan air bersih selama empat kali pencucian. Selanjutnya lokan yang sudah bersih dikukus, kemudian dikeringkan selama tiga jam.
Sedangkan bumbu yang digunakan untuk memasaknya, cabe, santan murni, garam, penyedap rasa, rempah-rempah, bawang merah, bawang putih, gula aren, daun salam, daun serai, daun kunyit dan daun jeruk purut. Sambal lokan hanya bisa ditemui di Kabupaten Mukomuko karena kerang lokannya hanya terdapat di daerah itu.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Prabowo mengungkap ada pihak yang menolak B50 karena dinilai ingin Indonesia tetap impor BBM. B50 disebut hemat devisa hingga Rp170 triliun.
Polres Bantul mengungkap peredaran 1.602 pil berlogo Y di Pleret dan Banguntapan. Seorang pemasok ditangkap berkat laporan warga.
Program Lumbung Mataraman di DIY menyalurkan KUR Rp9,17 miliar dan memperluas akses keuangan untuk memperkuat ekonomi kalurahan.
Empat perwira terbaik meraih Adhi Makayasa 2026. Tiga di antaranya alumni SMA Taruna Nusantara dan menerima pangkat dari Prabowo.
Dokter mengingatkan makanan pedas viral dapat mengganggu pencernaan dan tumbuh kembang anak jika dikonsumsi tanpa pengawasan
Remco Evenepoel memenangi etape 16 Tour de France 2026 dan mengukir rekor kemenangan ke-500 Belgia sepanjang sejarah balapan.