PSEL Piyungan Akan Aliri Listrik 15.000 Rumah, Dibangun 2027
PSEL DIY ditargetkan mengolah 1.000 ton sampah per hari dan menghasilkan listrik 18-20 MW untuk sekitar 15.000 rumah.
Teluk Tomini/Indonesia.travel
Harianjogja.com, PARIGI-Wisatawan mancanegara yang ingin menikmati alam bawah laut Indonesia tak kekurangan tempat. Ada banyak spot diving yang bisa dipilih. Salah satunya di Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah.
Sejumlah obyek wisata bahari di Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, cukup diminati para wisatawan mancanegara khususnya pecinta olahraga menyelam dan para peneliti biota laut.
Kepala Bidang Pariwisata Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata Parigi Moutong, Ahlan di Parigi, belum lama ini mengatakan wisata bawah laut Parigi Moutong tidak kalah menarik dengan objek-objek wisata bahari lainnya di pulau Sulawesi, karena memiliki terumbu karang yang indah dan berbagai sepesies biota laut.
Ahlan memaparkan sejumlah lokasi penyelaman di Parigi memiliki keunikan masing-masing, hal ini membuat sejumlah wisatawan berminat mengeksplorasi kekayaan bawah laut Teluk Tomini itu.
"Penyelam punya persepsi masing-masing, menurut mereka sejumlah tempat penyelaman itu bagus dan indah tidak kalah menarik seperti tempat lain," katanya.
Ia menjelaskan bahwa sejauh ini pemerintah belum bisa menyentuh seluruh lokasi-lokasi potensial untuk penyelaman karena keterbatasan anggaran sehingga perlu dikembangkan secara bertahap.
Parigi Moutong baru bisa menawarkan paket wisata 2-3 hari kepada wisatawan khusus penyelaman, dimana paket ini aksesnya relatif dekat dengan ibu kota kabupaten tersebut.
Parigi Moutong punya banyak potensi wisata, baik wisata bahari, alam bebas hingga kuliner yang belum terkelola secara maksimal.
Industri pariwisata merupakan salah satu sektor yang berpengaruh dan bisa memberikan sumbangsih kepada Pendapatan Asli Daerah (PAD) jika serius dalam pengelolaannya.
Apalagi, saat ini Kementerian Pariwisata (Kemenpar) menargetkan 17 juta kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia, untuk membantu pemerintah pusat maka seluruh daerah harus menyediakan objek wisata unggulan termasuk Parigi Moutong.
"Wisata bahari tidak perlu penataan infrastruktur karena sudah terbentuk oleh alam, tinggal promosi yang perlu digencarkan, saya kira bukan hanya pemerintah, masyarkat juga punya peran mempromosikan objek wisata kita, sehingga orang berbondong-bongdong berkunjung," tuturnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
PSEL DIY ditargetkan mengolah 1.000 ton sampah per hari dan menghasilkan listrik 18-20 MW untuk sekitar 15.000 rumah.
Imigrasi menolak 9.394 paspor sepanjang Januari-Juli 2026 karena terindikasi TPPO dan pekerja migran ilegal.
Dua perkara pelanggaran miras dan minuman oplosan di Bantul diputus dengan total denda Rp16 juta. Barang bukti turut dimusnahkan.
Harga oli Pertamina Lubricants naik rata-rata 17% sejak Juni 2026 akibat kenaikan biaya produksi dan tekanan nilai tukar.
Anak gajah Yuna mati di PLG Saree Aceh diduga terinfeksi EEHV. BKSDA Aceh melakukan deteksi dini terhadap gajah anakan lainnya.
Kemnaker dan SIGAB meluncurkan panduan optimalisasi ULD untuk memperluas akses kerja penyandang disabilitas dan memperkuat pendampingan.