Mendikdasmen Tegaskan Ekskul Korps Kadet Tak Wajib
Mendikdasmen Abdul Mu'ti menegaskan ekstrakurikuler Korps Kadet tidak wajib. Siswa bebas memilih, sedangkan pelaksanaannya diatur sekolah.
Foto ilustrasi es cincau/Youtube
Harianjogja.com, BUKITTINGGI—Jika jalan-jalan ke Bukittinggi di Sumatra Barat tentunya Anda harus mencicipi aneka kuliner yang khas di sana. Salah satunya es cincau ala Bukittinggi, aia aka.
Aia aka juga disebut dengan ubek tawa. Aia aka merupakan hasil perasan daun cincau yang sudah mengental. Sari pati dari perasan tersebut dipercaya memiliki khasiat bagi kesehatan, terutama ketika telah dicampur dengan beberapa tambahan bahan lain.
"Aia aka dipercaya dapat menurunkan panas dalam, memperlancar pencernaan serta juga bermanfaat untuk kesehatan jantung," ujar Iga Sutan Mangkuto yang sehari-hari berdagang aia aka di kawasan bawah Jenjang 40 Bukittinggi, belum lama ini.
Untuk menikmatinya, pembeli dapat mencampur dengan beberapa bahan yang sudah disediakan, campuran tersebut dapat dipilih sesuai dengan selera. Hal ini yang membedakan aia aka dengan es cincau di daerah lain.
Beberapa bahan itu di antaranya adalah air perasan daun kacang, air gula merah, santan, asam serta telur.
Iga Sutan Mangkuto yang sudah berdagang semenjak 25 tahun lalu itu menyebutkan, selain masyarakat sekitar, di antara pembelinya adalah wisatawan lokal maupun mancanegara.
"Selain langganan, biasanya orang rantau yang pulang ke kampung halaman juga sering berbelanja, ditambah juga beberapa wisatawan yang berasal dari Jakarta dan Malaysia," katanya.
Untuk dapat menikmati satu gelas Aia aka, pembeli tidak perlu merogoh kantong terlalu besar, sebab harga yang dipatok terbilang sangat murah.
Satu gelas Aia aka dengan campuran asam, air daun kacang, maupun santan hanya dipatok seharga Rp4.000, sementara jika menggunakan telur ayam kampung maka akan dihargai Rp7.000 dan Rp8.000 jika dicampur dengan telur itik.
Keunikan minuman yang menjadi ciri khas Kota Bukittinggi ini kemudian menjadikannya sebagai salah satu nominee dalam Anugerah Pesona Indonesia (API) 2018 kategori kuliner, menggeser Kopi Kawa Daun yang sebelumnya juga diusulkan oleh Kabupaten Tanah Datar.
Salah seorang pembeli, Izhar Satria, 25, menyebutkan selain karena unik dan khas, Aia aka juga dipercaya dapat menurunkan panas dalam.
Menurutnya, aia aka diproses secara tradisional dan tanpa menggunakan bahan pengawet. Bahan-bahannya yang berasal dari tumbuhan juga memiliki khasiat untuk kesehatan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Mendikdasmen Abdul Mu'ti menegaskan ekstrakurikuler Korps Kadet tidak wajib. Siswa bebas memilih, sedangkan pelaksanaannya diatur sekolah.
Jadwal SIM Keliling Kulonprogo hari ini 30 September 2026, lengkap dengan lokasi, jam pelayanan, syarat, dan ketentuan perpanjangan SIM.
Jadwal KRL Jogja-Solo Rabu 30 September 2026 tersedia 15 perjalanan. Cek jam keberangkatan, kedatangan tiap stasiun dan tarif Rp8.000.
Dokter Yoga Yuniadi meluruskan anggapan obat hipertensi menyebabkan ginjal rusak dan menjelaskan pentingnya menjaga tekanan darah tetap terkendali.
Kuota LPG 3 kg 2027 dipangkas menjadi 8 juta ton. Pemerintah menyiapkan CNG, jargas, dan kompor listrik sebagai energi alternatif.
DPRD Kota Jogja mendorong pencegahan korupsi melalui penguatan sistem, tata kelola transparan, akuntabel, dan budaya integritas.