Dokter Ingatkan Bahaya Makanan Pedas Viral bagi Anak
Dokter mengingatkan makanan pedas viral dapat mengganggu pencernaan dan tumbuh kembang anak jika dikonsumsi tanpa pengawasan
Ilustrasi panda/Reuters
Harianjogja.com, BEIJING—Liburan ke Tiongkok tak lengkap jika tidak menengok panda. Sebagian pelancong bahkan sengaja datang hanya untuk melihat pada di negara asalnya ini.
Namun hati-hati, jangan sembarangan memotret panda. Seperti dilansir News.com.au, memotret panda di Tiongkok ada aturan khususnya.
Pada Oktober 2018 lalu otoritas pemerintah Provinsi Sichuan di Tiongkok membuat larangan kontroversial di mana turis dilarang memotret panda secara sembarangan.
Aturan baru tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah Sichuan untuk melarang manusia berada terlalu dekat dengan panda. Pasalnya, panda merupakan salah satu hewan terancam punah yang dipelihara di Pusat Penangkaran dan Penelitian Panda di Chengdu, Tiongkok .
Hal inilah yang menyebabkan penangkaran Chengdu memiliki banyak kamera CCTV untuk mengawasi kegiatan para turis di sana.
Menurut Global Times, peraturan tersebut mendapat dukungan dari komunitas pecinta binatang dari seluruh dunia.
Selain panda, hal ikonik lain yang sebenarnya dilarang untuk difoto adalah bagian dalam Taj Mahal, komunitas Amish di Amerika Serikat, dan Chapel Rosslyn di Skotlandia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Suara.com
Dokter mengingatkan makanan pedas viral dapat mengganggu pencernaan dan tumbuh kembang anak jika dikonsumsi tanpa pengawasan
Emergency kit mobil dapat membantu pengemudi menghadapi kondisi darurat seperti ban bocor, aki tekor, atau kendaraan mogok. Simak daftar perlengkapan yang wajib
Gunungkidul dipastikan tidak memberangkatkan peserta transmigrasi pada 2026 karena minimnya kuota yang diterima DIY. Padahal, masih ada sekitar 30 kepala keluar
Media Vietnam The Thao 247 menyoroti kemenangan Timnas Indonesia 3-0 atas Bali United. Hasil tersebut dinilai menjadi sinyal kesiapan skuad Garuda menghadapi Pi
Survei Ipsos menunjukkan 75 persen masyarakat Indonesia menilai negaranya berada di jalur yang benar. Angka tersebut menempatkan Indonesia sebagai negara paling
Pemerintah menyiapkan perluasan dana BPDP untuk kakao guna meningkatkan produktivitas dan mengembalikan kejayaan kakao Indonesia.