Polisi Tangkap 2 Pelaku Challenge Hafalan Alquran Dihadiahi Miras
Polisi menangkap dua orang terkait dugaan penistaan agama di The Sounds Project Ancol. Enam saksi telah diperiksa.
Teluk Lagundri di Pulau Nias, Sumatra Utara menjadi spot favorit untuk berselancar./Istimewa
Harianjogja.com, NIAS – Dipilihnya Kepulauan Nias, Provinsi Sumatera Utara sebagai tuan rumah ajang tahunan Wisata Bahari untuk tahun 2019 atau Sail Nias 2019 dinilai akan membantu mempercepat pembangunan dan kebangkitan Nias menuju gerbang destinasi Wisata Bahari Dunia.
"Tentunya akan sangat berdampak pada pembangunan di Nias terutama pembangunan bidang pariwisata," kata Penasehat Kesatuan Mahasiswa Nias (KMN) Zaman K Mendrofa di Medan, belum lama ini.
Ia mengatakan, pihaknya sangat mengapresiasi dan berterimakasih atas kepercayaan dan dipilihnya Sumatera Utara, khususnya Kepulauan Nias sebagai tuan rumah untuk ajang tahunan Wisata Bahari tahun 2019 atau Sail Nias 2019 yang digelar Juli tahun ini.
Sejumlah objek wisata menarik di Nias bisa menjadi alternatif destinasi. Pantai berwarna pink Gawu Soyo. Pantai di Desa Ombolata ini masuk Kecamatan Afulu, Kabupaten Nias Utara. Eksotisme pantai ini belum banyak dijejak wisatawan.
Surga lain yang bisa ditemui di Nias adalah Pulau Asu. Disebut surga karena kawasan ini terdiri dari delapan pulau yang masing-masing memiliki keunikan masing-masing. Lokasi ini juga bisa disebut tersembunyi karena perlu delapan jam perjalanan dengan menyewa kendaraan untuk sampai di sana.
Adapun bagi penggemar surfing, Pantai Sorake merupakan spot favorit wisatawan mancanegara. Konon ketinggian ombak di pantai ini bisa lebih dari 10 meter, kebanyak tantangannya.
Selain ketiga titik tersebut, masih ada destinasi danau, budaya seperti lompat batu dan agenda wisata lain yang melengkapi destinasi di Nias.
Sail Nias 2019, menurut Zaman, merupakan strategi pariwisata yang tepat mendatangkan banyak wisatawan domestik maupun mancanegara ke Kepualauan Nias.
Tentunya kegiatan tersebut akan memberi kontribusi devisa dan membantu meningkatkan pertumbuhan ekonomi Kepulauan Nias dan Sumatera Utara secara khusus dan Indonesia secara umum.
"Acara itu merupakan tonggak bagi pemerintah kabupaten menggaet investor untuk membangun wilayahnya," katanya.
Zaman meminta pemerintah pusat, Pemprov Sumut dan Pemko/Pemkab di Kepulauan Nias serta seluruh masyarkat Nias harus bersinergi menyukseskan Sail Nias Tahun 2019 karena dinilai akan sangat bermanfaat bagi ekonomi lokal.
Sail Nias 2019, menurut Zaman, merupakan momentum strategis bagi Kepulauan Nias mewujudkan impian Nias sebagai destinasi wisata dunia dan mengukuhkan kembali identitas Indonesia sebagai Negara Bahari.
"Sail Nias Tahun 2019 yang bertemakan \'Nias Menuju Gerbang Destinasi Wisata Bahari Dunia\' telah resmi diluncurkan di Jakarta pada Kamis lalu. Kita tentunya sangat mendukung," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia/Antara
Polisi menangkap dua orang terkait dugaan penistaan agama di The Sounds Project Ancol. Enam saksi telah diperiksa.
Gunungkidul menyiapkan fasilitas RDF berkapasitas 60 ton sampah per hari. Lelang ditargetkan Oktober 2026 dan beroperasi 2029.
Pemkot Magelang mengingatkan pentingnya menguras tangki septik berkala melalui layanan L2T2 demi sanitasi sehat dan berkelanjutan.
Prabowo menghadiri peluncuran MOLINAS di Cikarang, mencakup manufaktur, baterai, charging, pembiayaan hingga pasar.
DPRD Gunungkidul menyoroti sejumlah sekolah yang belum menerima MBG dan mendorong perluasan program agar lebih merata.
Pieter Huistra menyebut pemain asing PSS Sleman masih beradaptasi. PSS juga membuka peluang merekrut pemain lokal dan menyiapkan uji coba.