Ada Dawet Pedas di Sungai Mudal Kulonprogo. Mau?

Dawet sambal yang disajikan di salah satu warung di kawasan Eko Wisata Sungai Mudal, Dusun Banyunganti, Desa Jatimulyo, Kecamatan Girimulyo, Jumat (9/8/2019) - Harian Jogja/Jalu Rahman Dewantara
09 Agustus 2019 15:57 WIB Jalu Rahman Dewantara Wisata Share :

Harianjogja.com, KULONPROGO - Di kawasan Eko Wisata Sungai Mudal, Dusun Banyunganti, Desa Jatimulyo, Kecamatan Girimulyo, terdapat kuliner unik bernama dawet sambal. Berbeda dengan dawet pada umumnya yang memiliki rasa manis, dawet sambal justru terasa lebih pedas dan gurih.

Adanya rasa pedas dan gurih itu dikarenakan dalam penyajian dawet ini, peracik turut menambahkan pelbagai sayuran seperti tauge mentah, kubis dan seledri yang kemudian ditutup dengan lumuran sambal kelapa dan kacang.

"Penyajian hampir sama dengan dawet lain, ada santan sama gula merah, yang membuat beda di dawet sambel ini ada tambahan sayuran sama sambel kacang, jadi rasanya lebih gurih dan pedas," kata salah satu penjual dawet sambel di Eko Wisata Sungai Mudal, Sukilah, Jumat (9/8/2019).

Selain rasanya yang unik, harga yang dipatok untuk bisa mencicipi dawet ini juga menarik. Sebab, satu mangkok dawet sambal hanya dibanderol Rp3.000. Dengan harga yang sangat terjangkau tersebut tak ayal membuat dawet sambal kian diminati masyarakat.

Menurut Sukilah, mulai dari tua muda hingga anak-anak yang berwisata di Sungai Mudal, kerap mendatangi warungnya untuk membeli kuliner unik tersebut. "Dulu juga sempat ada yang datang cuma mau coba dawet sambal, katanya penasaran sama rasa unik dawet ini," ujarnya.

Salah satu wisatawan Sungai Mudal yang mencoba dawet sambal, Ara Sutrisno mengaku terkejut saat pertama kali mencicipi kuliner unik ini. Menurutnya rasa pedas dan gurih pada dawet sambal begitu kuat, dan cocok dengan lidahnya.

"Baru pertama kali saya coba ini, ternyata rasanya itu enak, ada pedasnya, ada gurihnya juga, dan harganya itu lho murah banget, cocok untuk kantong mahasiswa," ujar perempuan asal Sumatera tersebut.

Hal senada disampaikan Triyanti. Bahkan, perempuan asal Kecamatan Wates tersebut mengaku sengaja datang ke Sungai Mudal hanya untuk mencoba dawet sambal. "Unik rasanya, ada sedikit manis juga, tapi lebih ke pedas sama gurih," ungkapnya.