Mahasiswa UIN Tandai QR Code Tanaman di Kawasan Wisata Nglanggeran

Seorang anggota tim KKN tematik, sedang mengujicoba penggunaan QR Code yang terpasang di sebuah tanaman. - Ist/KKN UIN.
14 Agustus 2019 07:17 WIB Uli Febriarni Wisata Share :

Harianjogja.com, SLEMAN--Tim Kuliah Kerja Nyata (KKN) UIN Sunan Kalijaga (UIN Suka) Jogja, membuat QR Code untuk tanaman besar dan tanaman unik di Edupark Nglanggeran, kawasan wisata Gunung Api Purba (GAP), Nglanggeran, Patuk, Gunungkidul.

Ketua KKN Tematik 99 UIN Sunan Kalijaga, Ramadhan Shalahudin Al-Ayyubi menjelaskan, pemasangan QR code bisa menjadi sumber informasi akurat bagi para wisatawan untuk mengetahui nama-nama tanaman. Mulai dari nama tanaman tersebut di tengah masyarakat umumnya maupun nama ilmiah serta manfaatnya.

"Tim kami berhasil mengidentifikasi sekitar 102 tanaman dalam kurun waktu dua pekan. Kriteria tanaman yang difokuskan oleh kelompok KKN Tematik 99 Edupark Nglanggeran untuk diberi QR Code saat ini adalah tanaman besar, tanaman di dekat tempat peristirahatan [rest area] dan tanaman unik," ujarnya, Selasa (13/8/2019).

QR Code dipasang dari awal pendopo sampai ke pos satu dan area bawah Pos I. Ada sekitar 20 QR code yang dipasang pada tanaman-tanaman besar dan langka, misalnya nangka. Agar terlihat jelas oleh wisatawan.

"Wisatawan tinggal scan kode QR yang di depan tanaman itu. Dengan demikian, masyarakat bisa dipermudah mendapatkan informasi detail soal tanaman tersebut,” kata dia.

Selain memasang QR Code, timnya masih memiliki sejumlah program kerja lainnya untuk mengembangkan wisata edukasi di Nglanggeran. Mulai dari Herbarium Corner, Website, Video Dokumenter, Booklet, Infografis.

"Semuanya khusus berisi tanaman yang ada Gunung Api Purba," ungkap Ayyub yang mewujudkan program kerja tim KKN bersama 29 mahasiswa KKN Tematik dari berbagai jurusan itu.

Sementara itu, pembuatan Herbarium Corner yang dilakukan timnya, bermula saat dosen Pendidikan Biologi UIN Sunan Kalijaga Jogja, meneliti kawasan Gunung Api Purba sekitar 10 tahun lalu. Ada sekitar 20 herbarium tanaman yang dimiliki pihak GAP saat ini.

Ayyub berharap, karya-karya KKN Tematik para mahasiswa UIN Suka, nantinya bisa dikembangkan menjadi suatu tempat wisata edukasi, yang bisa memberikan wawasan bagi pengunjung.