JTF 2019 Tak Cantumkan Nama Asita

Perwakilan panitia Jogja Tourism Festival (JTF) 2019 berkunjung ke Kantor Harian Jogja, Kamis (19/9/2019). - Harian Jogja/Bernadheta Dian Saraswati
19 September 2019 16:37 WIB Bernadheta Dian Saraswati Wisata Share :

Harianjogja.com, JOGJA - Jogja sedang memiliki gelaran besar yaitu Jogja Tourism Festival (JTF) pada September ini.

Agenda tahunan yang selalu dilaksanakan untuk memperingati Hari Pariwisata Dunia yang jatuh pada 27 September ini menyajikan rangkaian acara kepariwisataan mulai 12 September dan berakhir pada 27 September mendatang.

Ketua JTF 2019 Muhaiminul Adlil Haq menjelaskan, ada yang berbeda pada JTF 2019 yakni tidak ada Association of The Indonesian Tours And Travel Agencies atau Asita dalam nama acara. "Kalau sebelumnya namanya Asita Jogja Tourism Festival, tahun ini [2019] JTF saja," katanya saat mengunjungi kantor Harian Jogja, Kamis (19/9/2019).

Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa JTF bukanlah kegiatan milik Asita saya tetapi seluruh stakeholder yang memiliki kecintaan dan kesadaran untuk mengembangkan dunia pariwisata.

"Pada 2025, Jogja ditargetkan jadi wisata unggulan di Asean. Maka untuk menyongsong itu, kalau kita berjalan sendiri-sendiri dari kamarnya masing-masing akan berat. Kita harus keluar kamar, duduk bersama, strata sama, dan melihat apa yang dibutuhkan pariwisata Jogja ke depan," tuturnya.

Menurutnya, JTF menjadi ruang untuk menciptakan ekosistem pariwisata ."JTF mengajak kita kerja bersama dan membuat sesuatu," tegasnya.

Dalam kegiatan JTF 2019 ini, setidaknya ada sembilan rangkaian acara yang dilaksanakan. Beberapa di antaranya bertajuk capacity building, art and cultural festival dan puncaknya pada Hari Pariwisata Dunia 27 September akan digelar acara meriah di Gumuk Pasir, Parangtritis, Bantul.

Marketing Communication JTF 2019, Fachri Herkusuma menyampaikan sampai saat ini ada 130 relawan yang terlibat. Tidak hanya dari kalangan wisata tetapi juga mahasiswa.