Vredeburg Fair Bisa Jadi Pilihan Destinasi Wisata Edukasi

Kegiatan pembukaan Vredeburg Fair dilakukan dengan meniup mainan tradisional seruling, Kamis (19/9/2019). - Ist/MBV.
21 September 2019 13:07 WIB Sunartono Wisata Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Berwisata menjadi salah satu tujuan masyarakat ketika akhir pekan. Gelaran Vredeburg Fair di Kompleks Museum Benteng Vredeburg (MBV) Yogyakarta  bisa menjadi salah satu destinasi wisata edukasi. Pameran ini dibuka sejak Kamis (19/9/2019) hingga Selasa (24/9/2019) mendatang.

Berdasarkan rilis yang diterima Harianjogja.com, Sabtu (21/9/2019), selama pameran berlangsung, MBV buka dari pukul 08.00 WIB sampai 20.00 WIB. Pada Sabtu akhir pekan ini tersedia sejumlah gelaran menarik seperti pentas sulap, pemutaran film, penampingan sanggar tari hingga musik. Pada Minggu (22/9/2019) juga dijadwalkan sejumlah penampilan seni budaya yang melibatkan masyarakat dan pelajar. Penampilan band musik selalu disajikan setiap hari selama pameran.

Kepala Museum Benteng Vredeburg Yogyakarta Suharjo mengungkapkan, pelaksanaan pameran itu menggandeng sebanyak 35 komunitas untuk ikut menampilkan berbagai kegiatan. Jumlah itu meningkat dari Vredeburg Fair 2018 yang hanya 28 komunitas. Banyaknya komunitas yang bergabung untuk mendukung kegiatan museum diharapkan bisa menarik minat masyarakat untuk datang berkunjung.

“Kalau jumlah pengunjung perkiraan antara 18.000 hingga 20.000 itu selama pameran berlangsung, karena berada di kawasan keramaian, bisa menjadi solusi tempat wisata edukasi,” ungkapnya.

Suharjo memastikan sangat terbuka bagi masyarakat yang ingin memanfaatkan gedung di area MBV. Salah satunya ruang audiovisual yang bisa dipakai untuk pemutaran film atau bedah film. “Harapan kami masyarakat yang datang, tidak hanya terhibur dengan melihat koleksi tetapi juga mendapatkan pengetahuan,” ujarnya.

Ia mengatakan, dalam rangkaian pameran itu pihaknya menggelar workshop tentang sinergi museum dan komunitas di era milenial. Workshop ini diharapkan lebih banyak masyarakat yang datang ke museum. Komunitas dinilai paling tepat untuk digandeng dalam rangka untuk mendekatkan masyarakat dengan museum.

Direktur Kesenian Kemendikbud Restu Gunawan dalam pembukaan Vredeburg Fair mengapresiasi kegiatan Vredeburg Fair yang mampu menggandeng banyak komunitas. Karena melalui komunitas, maka masyarakat bisa memanfaatkan museum untuk berkegiatan dan belajar tentang sejarah, budaya serta peradaban masa lalu. Ia berharap museum bisa menjadi pusat aktivitas kegiatan berbagai bidang agar museum lebih terbuka terhadap masyarakat.

“Di museum ini banyak koleksi masa lalu yang bisa diapresiasi, dipelajari, apalagi jika narasinya kuat, agar ketika anak atau pengunjung datang, bisa terhipnotis dengan cerita, sejarahnya, ini butuh tenaga museum yang kreatif, cerdas, memakai alat kekinian lebih canggih. Apalagi Vredeburg ini beruntung, kan di pusat kota, di Malioboro lagi, ibarat motor tinggal dorong sudah jalan,” ucapnya.