Dihadiri Puluhan Ribu Orang, ISF 2019 Jadi Lebarannya Para Skuteris

Deretan skuter yang dipamerkan Indonesian Scooter Festival 2019 di Jogja Expo Center, Sabtu (21/9/2019). - Ist/Dok panitia
22 September 2019 13:17 WIB Nina Atmasari Wisata Share :

Harianjogja.com, JOGJA-- Indonesian Scooter Festival (ISF) telah membuktikan kegiatan ini menjadi “Lebarannya Para Skuteris”. Ini terlihat dari pengunjung di hari pertama digelar Sabtu (21/9/2019) yang mencapai puluhan ribu orang.

Layaknya sebuah hari raya, ISF memang telah menjadi ajang peringatan momen besar yang dirayakan oleh para skuteris di Indonesia. Di festival otomotif yang pertama kali digelar pada 2017 lalu ini, para skuteris bisa bersua secara langsung dengan keluarga skuterisnya yang berasal dari berbagai daerah di tanah air. Maka tak heran jika festival ini mendapat julukan sebagai “Lebarannya Para Skuteris”, dan mendapat apresiasi yang sangat besar dari khalayak luas.

Dan untuk mengulang semarak yang selalu terwujud dalam setiap tahunnya, maka Indonesian Scooter Festival kembali digelar dan berlangsung pada 21 dan 22 September 2019 di Jogja Expo Center.

Indonesian Scooter Festival 2019 resmi dibuka pada Sabtu (21/9/2019), yang disaksikan secara langsung oleh puluhan ribu pengunjung yang begitu antusias dalam menikmati beragam suguhan yang ada.

Founder Indonesia Scooter Festival, Dwi Yudha Danu menuturkan pihaknya sangat berterima kasih kepada banyak pihak yang selama ini memberikan dukungan yang sangat besar untuk ISF sampai hari ini. Dan berkat dukungan itu membuat festival ini bisa dengan konsisten terselenggara dan dinikmati oleh masyarakat Indonesia.

Project Director Indonesian Scooter Festival 2019, Kevin Pradana Tedy melanjutkan, ISF 2019 telah dimanfaatkan dengan sangat baik oleh para pengunjung yang hadir. Para skuteris bisa memanfaatkan momen ini sebagai tempat mereka bersilaturahmi dengan kawan-kawannya, sementara bagi masyarakat umum, acara ini telah menjadi pembuka cakrawala mereka untuk mengetahui lebih banyak tentang dunia scooter yang sebetulnya berada dengan dalam kehidupan sehari-harinya.

“ISF tidak hanya sebagai event otomotif, namun juga gelaran musik dan budaya. Festival ini tidak hanya diperuntukan bagi mereka yang memiliki minat yang lebih terhadap dunia otomotif saja. Menikmati scooter tidak seperti saat seseorang melihat motor gede maupun motor kustom. Banyak kisah-kisah tersembunyi menarik yang membuat sebuah scooter sangat berarti bagi banyak orang. Dan ISF ini adalah upaya dari kami untuk memberikan edukasi tentang hal-hal menarik itu kepada khalayak luas,” tuturnya.

Di hari pertama penyelenggaraan ISF 2019, banyak sekali konten menarik yang disuguhkan kepada para pengunjung. Di antaranya seperti BarberScoot Battle, Scooter Talkshow, Battle Painting Helmet, Breakdance Competition, Museum Scooter, Pameran Scooter, Pertunjukan Musik dan masih lagi kegiatan lainnya.

Dalam pameran scooter, para pengunjung bisa melihat secara langsung bagaimana unik dan menariknya scooter-scooter classic dan matic yang dipamerkan selama penyelenggaraan ISF 2019. Terdapat pula lapak-lapak otomotif khususnya untuk skuter yang tentu akan menggelitik kantong pengunjung.

Sementara itu, untuk di panggung pertunjukan sendiri para pengunjung berhasil dihibur oleh beberapa nama pesohor Indonesia. Seperti NTRL, Atta Halilintar, Korek Kayu, Tiger Paw, Denny Frust dan masih banyak lainnya. Tak hanya itu, Lucky Draw berupa scooter berwarna hijau yang menjadi hadiah utama dalam ISF 2019 ini pun sangat menyita perhatian pengunjung. Banyak dari mereka berkerumun untuk menyaksikan dari jarak dekat Lucky Draw yang dipajang berdekatan dengan pintu masuk penyenggaraan ISF 2019.

Rolling Thunder - Riding for Life
Sebelum festival ini resmi dibuka, para skuteris yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia melangsungkan konvoi dengan tajuk “Rolling Thunder” dari Kantor Polda DIY menuju tempat penyelenggaraan ISF 2019 di Jogja Expo Center dan sebuah hal yang membanggakan adalah Kapolda DIY, Irjen Pol Ahmad Dofiri terlibat dalam Rolling Thunder.

Ahmad Dofiri menyatakan, Indonesian Scooter Festival telah menjadi salah satu gelaran yang menjadikan Jogja sebagai baromoter kota yang aman dan nyaman bagi banyak orang untuk dikunjungi. Selain itu, ia berpendapat bahwa ISF pun telah menjadi bukti nyata di mana kebhinekaan yang dimiliki negeri ini bisa terwujud dengan sangat baik. Dan ini tentunya menjadi sesuatu yang positif dan harus mendapatkan dukungan yang besar dari banyak pihak.

“Saya pribadi sangat mendukung penuh acara ini. Tadi ketika saya mengikuti rolling saya sempat terenyuh ketika melihat sebuah scooter warna hijau yang dimiliki peserta rolling lainnya. Saya seperti kembali dibawa ke masa lalu di tahun 1980-an dulu ketika saya masih SMP dan SMA. Dulu Ayah saya punya scooter dengan warna yang sama, dan persis sekali. Saya jadi teringat kenangan di masa lalu saat saya berebut dengan Ayah saya untuk menggunakan kendaraan tersebut,” ungkap Ahmad Dofiri saat memberikan sambutan dalam pembukaan ISF 2019.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Dinas Pariwisata DIY, Singgih Raharjo menambahkan, scooter baginya tidak hanya menjadi sebuah moda transportasi favorit yang dipilih oleh masyarakat Indonesia, namun telah menjadi sebuah gaya hidup. Maka dari itu tak heran jika festival ini selalu ramai menjadi buah bibir di tengah masyarakat Indonesia. Bahkan, festival ini juga telah menarik perhatian yang lebih dari para skuteris dari mancanegara.

“Saya sangat menaruh perhatian yang lebih terhadap ISF, karena dengan adanya festival ini secara pariwisata berdampak sangat positif. Selama dua hari penyelenggaraan ISF di Jogja pasti sangat membantu pergerakan ekonomi di sini. Dan hal lainnya yang terjadi adalah, Indonesian Scooter Festival telah memperkuat predikat Jogja sebagai The Most Popular Destination,” ujar Singgih.

Hingga berita ini diturunkan, total pengunjung ISF sekitar 10.000 orang di hari pertama ini. ISF hadir sampai Minggu (22/9/2019). (*)