Investasi Wisata di Kawasan Konservasi Mulai Digenjot

Kawasan konservasi bakau di Desa Tolongano, Banawa Selatan, Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah. - Antara/Fiqman Sunandar
17 November 2019 10:57 WIB Yanuarius Viodeogo Wisata Share :

Harianjogja.com, JAKARTA – Upaya penngkatan sinergi pengembangan wisata kawasan konservasi akan dilakukan.Kedua institusi pemerintah yakni Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan dan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) sudah menyepakati hal tersebut. 

Wakil Menteri LHK Alue Dohong mengatakan Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) memiliki banyak sumber daya alam terutama konservasi yang potensial untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata unggulan di Indonesia.

"Jadi, banyak taman nasional yang belum terekspos dan menjadi destinasi wisata yang dapat menumbuhkan perekonomian dan kesempatan kerja. Kami menyambut baik, misalnya investasi wisata di kawasan konservasi. Perlu kita diskusikan lagi utamanya untuk menjaga dan memelihara lingkungan hidup di kawasan konservasi," kata Alue Dohong dari siaran pers dikutip Bisnis pada Sabtu (16/11/2019).

Hal itu disampaikan dalam pertemuan dengan Kemenparekraf yang diharapkan sekaligus ditindaklanjuti dengan kesepakatan bersama bersama lintas kementerian seperti Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Kementerian BUMN dan Kementerian Pendidikan dan kebudayaan.

Selain itu, menurut Alue, misi ke depan identifikasi program kerjasam pengembangan wisata antara KLHK dan Kemenparekraf di luar destinasi wisata prioritas dan super prioritas, dan pertemuan dengan Pemerintah Daerah untuk mengetahui kondisi hambatan terjadi di lapangan.

Sumber : bisnis.com