New Normal Berlaku, Wisatawan Domestik Jadi Fokus Utama

Sejumlah wisatawan usai menaiki kapal dari Kepulauan Seribu di Pelabuhan Kali Adem, Jakarta Utara, Sabtu (11/01/2020). - Antara/Fakhri Hermansyah
28 Mei 2020 20:27 WIB Muhammad Khadafi Wisata Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio mengatakan wisatawan domestik akan menjadi fokus utama bagi industri pariwisata pada era new normal Covid-19.

“Kita sudah melakukan koordinasi yang sangat intensif dengan berbagai macam wilayah di Indonesia untuk persiapan tahapan-tahapan protokol,” katanya seusai rapat terbatas dengan Presiden Joko Widodo melalui video conference, Kamis (28/5/2020).

Namun, dia menegaskan bahwa sektor wisata yang akan dibuka selama penerapan masa new normal hanya berlaku di daerah-daerah yang sudah aman dari Covid-19. Sebelum pembukaan, sektor pariwisata itu pun harus melalui beberapa tahapan.

Wishuntama menjelaskan tahapan pertama dari daerah pariwisata yang akan dibuka antara lain adalah menyiapkan perencanaan mengenai standar operasional yang akan berlaku pada era new normal. Selanjutnya standar tersebut akan disimulasikan untuk melakukan mitigasi terhadap risiko apapun.

“Dan tentunya kita akan memprioritaskan sekali lagi nantinya daerah-daerah yang sudah siap karena kesiapan daerah adalah salah satu faktor yang sangat penting,” katanya.

Dalam persiapan tersebut, Kemenparekraf akan mendorong daerah pariwisata untuk menyiapkan diri sesuai dengan kemungkinan pergeseran referensi para turis. Pandemi Covid-19 akan membuat para wisatawan domestik dan asing melihat faktor kebersihan dan kesehatan sebelum berkunjung ke suatu destinasi.

“Beberapa hal yang menjadi concern yang sangat utama adalah faktor kebersihan, kesehatan, dan keselamatan atau kita menyebutnya clean, health, and safety itu adalah hal yang sangat penting sedang kita persiapkan,” ujarnya.

Presiden, kata Menparekraf, menitipkan bahwa persiapan tersebut harus dilakukan secara teliti dan detail. Kemudian pada saat pelaksanaannya, evaluasi dan pengawasan secara berkesinambungan juga harus dilakukan.

Adapun, Presiden Joko Widodo dalam pembukaan rapat terbatas mengatakan bahwa sektor pariwisata harus mempersiapkan diri menyambut tantanan hidup yang baru atau new normal. Namun mengenai waktu, dia meminta semua dilakukan dengan tidak tergesa-gesa.

Jokowi mengingatkan bahwa pandemi Covid-19 akan menggeser tren pariwisata. Wisatawan akan menjadikan isu kesehatan, kebersihan, serta keamanan sebagai pertimbangna utama saat memilih destinasi.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia