Tampung Hewan Lokal, Mini Zoo Akan Dibangun di Kasongan

Konsep Kosongan Mini Zoo. - @Youtube.
10 Oktober 2020 08:57 WIB Sunartono Wisata Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Sejumlah akademisi, pengusaha serta masyarakat menggagas ide dibangunnya sebuah tempat wisata baru di wilayah Bantul bernama Kasongan Mini Zoo. Kebun binatang dengan menampung hewan lokal akan dibangun di atas lahan seluas 742 meter persegi berada di Dusun Tirto, Desa Bangunjiwo, Kasihan, Bantul.

Diskusi pematangan konsep ini dilakukan dengan tajuk Kasongan MiniZoo Afirmative & Local First yang digelar secara daring oleh Prodi Arsitektur Universitas Islam Indonesia (UII). Dua orang konseptor yang terlibat dalam pembangunan tempat wisata ini adalah Sudarmadi yang juga pengusaha ternak domba dan Dosen Universitas Sebelas Maret (UNS) Rofandi Hartanto.

BACA JUGA : Di Sleman, Wisata Alam Dinilai Paling Konsisten Terapkan

“Saat ini master plan dan business plan Kasongan Mini Zoo sedang disusun. Kami sudah diskusi dengan warga,” kata Dosen Arsitektur UII Suparwoko di Youtube Department of Architecture, Universitas Islam Indonesia yang dipantau Harianjogja.com , Sabtu (10/10/2020).

Perencana Kasongan Mini Zoo ini menjelaskan rencana pembangunan tempat wisata itu akan mengutamakan kepentingan dan keuntungan masyarakat lokal. Sehingga sumber daya manusia maupun sumber daya alamnya akan diambil dari wilayah setempat. Lokasi berdekatan dengan sungai luas 740 meter membujur dari barat ke timur dengan terbagi menjadi empat zona terdiri atas zona I untuk parkir, zona II homestay serta zona III dan zona IV untuk tempat kebun binatang mini.

“Konsepnya jalanan [masuk hingga keluar] dibuat melengkung seperti huruf S, agar waktu tinggal pengunjung bisa lebih lama. Dengan lebih panjang maka posisinya bisa menebarkan berbagai jenis hewan lokal seperti aneka burung emprit, domba, kelinci dan lain-lain,” ujarnya.

BACA JUGA : Wisata Alam Bukit Klangon Mulai Dibuka, Pengunjung Belum

Dosen UNS Rofandi Hartanto mengatakan keberadaan bahan makanan lokal menjadi potensi tersendiri untuk pengembangan Kasongan Mini Zoo. Karena nantinya tidak hanya menyuguhkan binatang tetapi juga berbagai makanan lokal. “Agar makanan lokal menjadi kuliner bisa menjadi populer untuk mendukung keberadaan Kasongan Mini Zoo ini,” ujarnya.

Ketua Karangtaruna Dusun Tirto, Bangunjiwo Kasihan Bantul Danang mendukung dengan rencana tersebut. Sejumlah sumber daya lokal banyak tersedia di pedukuhannya terutama untuk berbagai jenis tanaman lokal. “Kami masyarakat Pedukuhan Tirto mendukung positif. Terkait pangan, disebutkan pohon nangka jagung ketela dan lain-lain, ini sebuah gagasan menarik, di pedesaan lahan jagung ubi-ubian saat ini tersedia,” katanya.

Guru Besar Fakultas Teknik UGM Profesor Bambang Hari Wibisono yang turut menjadi salah satu perencana menyatakan konsep akan diarahkan pada wisata edukatif terutama menyasar anak-anak. Agar pengunjung bisa teredukasi ketika masuk ke kawasan wisata tersebut.

BACA JUGA : Gerah? 5 Tempat di Jogja Ini Bisa Kamu Kunjungi 

“Akses untuk anak harus diperhatikan, terutama bagaimana dia bisa senang dengan adanya kelinci. Kemudian bisa memberikan peluang kesempatan anak untuk mengambil telur ayam secara langsung dari eraman, ini bisa menjadi rekreasi alternatif. Perbandingannya kalau saat ini banyak rekreasi berbasis teknologi, ini lebih pada alam,” katanya.