Liburan, Tetap Hindari Kerumunan

Ingat Pesan Ibu, Jangan Lupa Pakai Masker. - Harian Jogja/Dok
24 Oktober 2020 17:17 WIB Salsabila Annisa Azmi Wisata Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Pekan depan, masyarakat akan menikmati libur panjang. Sejumlah pemerintah daerah yang menjadi tujuan wisata, termasuk di antaranya DIY, diimbau mempersiapkan protokol kesehatan guna meminimalkan tingkat penyebaran virus Corona.

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil meminta masyarakat tidak mengunjungi Puncak, Bogor pada liburan panjang 28 Oktober - 1 November pekan depan. Imbauan ini dilontarkan karena situasi pandemi virus Corona.

Ridwan Kamil mengaku tidak melarang warga datang ke Puncak. Dia pun tak akan menutup kawasan tersebut.

"Long weekend ini terdeteksi potensinya [penularan Covid-19] sangat besar. Oleh karena itu saya mengimbau kalau ke Puncak kan biasanya wisatawannya dari Jakarta, jadi kepada warga Jakarta ikuti imbauan dari pemerintah kalau bisa tidak perlu memaksakan diri ke puncak ke Cianjur. Cobalah maksimalkan berekreasi di wilayah dekat rumahnya masing-masing," kata Ridwan Kamil di Depok, Jawa Barat, Kamis (22/10/2020).

Ridwan Kamil meminta tempat wisata jangan melebihi kapasitas dan mengikuti protokol kesehatan.

"Kami antisipasi destinasi pariwisata, semuanya di Jawa Barat sudah kami identifikasi untuk memaksimalkan protokol dan kedisiplinan menjaga prosentase kapasitas," tambah Ridwan Kamil.

Sebelumnya, Pemerintah Kota Bogor juga bakal memperketat protokol kesehatan di tempat wisata dan restoran selama libur panjang 28 Oktober - 1 November 2020. Sebab kemungkinan besar wisatawan dari luar daerah akan berwisata ke Bogor.

Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A Rachim mengatakan Pemkot akan melakukan pengetatan protokol kesehatan Covid-19 di Kota Bogor sesuai intruksi dari Pemerintah Pusat.

"Kami telah berkoordinasi dengan Pusat untuk memperketat protokol kesehatan Covid-19 di titik-titik rawan, terutama di tempat wisata dan hotel," ujarnya kepada wartawan.

Sementara di DIY, UPT Malioboro dan Pemkot Jogja akan menambah personel untuk menjaga kawasan pedestrian Malioboro yang kini memiliki 13 titik masuk.

Kepala UPT Malioboro, Ekwanto, mengatakan koordinasi dilakukan untuk memastikan jika pengunjung yang masuk di Malioboro menerapkan protokol pencegahan penularan Covid-19 seperti memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak.

"Terkait dengan Malioboro ini kan, nyuwun sewu, pintu masuknya saja ada 13, tidak seperti destinasi wisata yang lain. Dijaga satu, masuknya lewat pintu yang lain. Selama long weekend, kalau hanya njagakke petugas Jogoboro ya pastinya kewalahan," ujar Ekwanto.

Tak Melarang

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Nasional (BNPB) Doni Monardo menyampaikan sejumlah langkah antisipasi penularan Covid-19 saat libur panjang cuti bersama Rabu, Kamis, Jumat, 28-30 Oktober 2020. Lanjut dengan libur reguler di Sabtu dan Minggu.

Dalam webinar Peringatan HUT ke-56 Partai Golkar, Selasa (20/10/2020), Doni menyampaikan bahwa pada prinsipnya tidak ada larangan untuk berlibur saat libur panjang akhir bulan ini. Hanya saja pemerintah meminta semua pihak untuk mewaspadai penularan Covid-19.

"Liburan yang aman dan nyaman itu penting. Liburan itu bisa menimbulkan masalah kesehatan apabila tidak mematuhi [protokol kesehatan]. Kami tidak melarang masyarakat untuk melakukan liburan, tapi perhatikan protokol kesehatan dan hindari kerumunan," kata Doni.