Ini Petunjuk Berwisata di Taman Sari Jogja Saat Pandemi Covid-19

Pengunjung sedang berjalan-jalan di wilayah Taman Sari pada Minggu (27/12/2020). - Harian Jogja/Sirojul Khafid
27 Desember 2020 23:17 WIB Sirojul Khafid Wisata Share :


Harianjogja.com, JOGJA – Ratusan wisatawan mengunjungi Taman Sari Jogja pada libur Natal dan Tahun Baru. Pada tanggal 27 Desember 2020 sampai sekitar pukul 12.30 WIB, jumlah pengunjung Taman Sari sekitar 800 orang. Untuk hari sebelumnya terdapat sekitar 1.100 pengunjung.

Menurut Koordinator Taman Sari Ridwan Syam, jumlah ini meningkat kira-kira 17 persen dari libur panjang bulan Oktober lalu. Di banding dengan liburan sebelum pandemi, jumlah ini masih tergolong sedikit. “Jauh banget, [masa liburan sebelum pandemi] perhari bisa sampai tujuh ribu pengunjung,” kata Ridwan saat ditemui di Taman Sari pada Minggu (27/12/2020).

Apabila mengacu pada masa sebelum pandemi, jumlah pengunjung Taman Sari diperkirakan akan semakin meningkat menjelang tahun baru 2021. “Pada kondisi normal, puncak wisatawan tanggal 30 dan 31 Desember,” kata Ridwan.

Baca juga: Ratusan Wisatawan ke Puncak Dipulangkan Gara-Gara Tak Ada Surat Bebas Covid-19

Untuk memecah kerumunan, pengelola membuat sistem grup bagi pengunjung untuk memasuki kawasan Taman Sari. Sistem ini juga agar pengunjung tidak berkeliaran ke sembarang tempat, lantaran Taman Sari merupakan wilayah perkampungan. Pembentukan grup bagi wisatawan baru ada sejak pandemi, khususnya pada akhir pekan dan libur panjang.

Setiap grup berisi maksimal 20 orang. Dalam berkeliling wilayah Taman Sari, ada interval sekitar dua menit dari satu grup ke grup lain. Menurut Ridwan, sistem grup ini salah satu cara efektif untuk menjaga jarak para pengunjung. “Di dalam grup kami buat enggak bergerombol juga. Di dalam grup itu jaga jarak juga. Tamu sudah paham, beda daerah tidak mau berdekatan,” kata Ridwan.

Setiap grup yang berkeliling di Taman Sari juga memiliki batas waktu sekitar satu jam. Agar terkendali, setiap grup mendapat satu pemandu. Adapun pemandu yang berjumlah 65 orang berasal dari warga sekitar. “Kami memberdayakan masyarakat menjadi guide atau pendamping, untuk perekonomian masyarakat sekitar,” kata Ridwan. “Menurut kami [sistem grup ini] sudah sangat efektif.”

Baca juga: 120 Juta Dosis Vaksin Covid-19 Akan Tiba di Indonesia Awal 2021

Dari pantaun Harianjogja.com, di dalam Taman Sari para pengunjung sudah berjaga jarak. Para petugas juga beberapa kali mengingatkan para pengunjung untuk mematuhi rute atau jaga jarak. Namun kerumunan terlihat di depan gerbang masuk, khususnya para pengunjung yang sedang menunggu antrean.

Ada dua kerumunan di depan gerbang Taman Sari. Pertama di dekat tempat parkir, saat para petugas mengelompokkan pengunjung dan memberikan nomor antrean. Kerumunan kedua di dekat loket saat petugas mengecek suhu tubuh para pengunjung.

Tidak semua pengunjung yang antre bertahan sampai gilirannya dipanggil. Beberapa pengunjung terlihat batal memasuki Taman Sari dan memilih pergi. “Kami kan pakai gruping. Pada ngantre di depan, sementara cuaca panas, biasanya banyak yang pulang, enggak jadi masuk,” kata Ridwan.

Taman Sari beroperasional dari pukul 09.00 sampai 15.00 WIB. Biaya tiket masuknya sebesar Rp5.000. Tidak semua titik di Taman Sari terbuka untuk wisatawan. Salah satu titik yang ditutup yaitu Sumur Gumuling, tempat yang biasa menjadi tempat berfoto.