Beda Konsep Pernikahan Tradisional dan Modern
Dear calon pengantin, ini perbedaan konsep pernikahan tradisional dan modern yang perlu Anda ketahui.
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno /Antara
Harianjogja.com, JAKARTA-Desa Wisata diperkirakan akan menjadi magnet pariwisata dan semakin diminati wisatawan. Hal ini seiring dengan perubahan trend preferensi segmentasi pasar wisatawan pasca Pandemi Covid-19 dengan berorientasi pada daya tarik wisata yang lebih personalize, customize, localize, dan smaller in size.
Kemenparekraf bahkan melihat adanya kenaikan kunjungan di Desa-desa Wisata selama sebesar 30 persen pada masa pandemi di saat sektor pariwisata lainnya mengalami kontraksi.
"Desa wisata ini bakal menjadi pandemi winner dari sektor pariwisata," ujar Menparekraf Sandiaga Uno, dikutip dari Bisnis.com-jaringan Harianjogja.com, Sabtu (25/6/2022).
Dia mengatakan untuk mengembangkan program Desa Wisata, perlu adanya dukungan dari berbagai aspek salah satunya adalah akomodasi lokal atau homestay.
Baca juga: Tips Liburan di Jogja Agar Menyenangkan dan Berkesan
Tempat tinggal sementara ini memegang peranan penting dalam memberikan pengalaman baik dan menyenangkan kepada wisatawan. Faktor kebersihan dan kenyamanan pun menjadi sebuah prioritas yang harus disediakan oleh pemilik homestay yang didominasi oleh penduduk lokal.
"Peran serta semua pihak diperlukan termasuk masyarakat di daerah setempat termasuk pihak swasta untuk mendukung pengembangan desa wisata," jelasnya.
Henky Hotma Parlindungan Manurung, Deputi Bidang Industri dan Investasi Kemenparekraf/Baparekraf mengatakan faktor kebersihan dan kenyamanan dengan penyediaan fasilitas penunjang nantinya dapat menjadi standar baru, sehingga homestay jadi lebih bersih dan nyaman.
"Harapannya, peminat homestay makin bertambah sehingga desa wisatanya berkembang dan tentu saja akan diikuti oleh potensi peningkatan pendapatan ekonomi bagi penduduk lokal pemilik homestay serta masyarakat luas di Desa Wisata tersebut," jelasnya.
Jeniagusliono S. S, Vice President Director PT Kao Indonesia mengatakan keberadaan homestay yang bersih dan nyaman sangat diperlukan untuk mendukung potensi pengembangan Desa Wisata yang mampu memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat.
"Kami siap berkolaborasi dengan pemerintah dengan menyediakan fasilitas penunjang (amenities) untuk homestay yang berada di Desa Wisata sehingga dapat meningkatkan minat wisatawan menginap di homestay dan mengembangkan potensi Desa Wisata sebagai destinasi tujuan utama wisata dalam negeri," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : bisnis.com
Dear calon pengantin, ini perbedaan konsep pernikahan tradisional dan modern yang perlu Anda ketahui.
Pembangunan aviary Purwosari Gunungkidul kembali dilanjutkan tahun ini dengan anggaran Rp5,6 miliar dari Dana Keistimewaan DIY.
Amerika Serikat disebut telah menghabiskan Rp507 triliun untuk operasi militer melawan Iran sejak konflik pecah Februari 2026.
Jadwal KRL Jogja-Solo Rabu 13 Mei 2026 lengkap dari Yogyakarta hingga Palur, tarif tetap Rp8.000 sekali perjalanan.
Festival Dalang Cilik Kulonprogo menjadi ajang regenerasi dalang muda dan pelestarian budaya wayang di kalangan pelajar.
Jadwal KRL Solo-Jogja Rabu 13 Mei 2026 lengkap dari Palur hingga Yogyakarta dengan tarif Rp8.000 sekali perjalanan