Kamu Lulusan SMA/SMK dan Ingin Kerja di Dunia Penerbangan? Ada Info Menarik nih!
Saat ini Super Air Jet sedang memberikan peluang menarik untukmu untuk bergabung menjadi Super Crew di dunia penerbangan.
Wisatawan beraktivitas di Teras Malioboro 2, Rabu (4/5/2022)./Harian Jogja-Sirojul Khafid
Harianjogja.com, JOGJA—Keinginan berwisata di tanggal tua bisa saja muncul meski dompet sudah semakin tipis. Apalagi akhir bulan ini, adanya libur Iduladha yang disambung cuti bersama semakin menggoda untuk piknik.
Bagi kamu yang ingin piknik ke Jogja dan hanya punya uang Rp100.000, jangan khawatir. Dengan uang Rp100.000, kamu tetap bisa menikmati wisata populernya Jogja yang mencuri perhatian wisatawan domestik dan mancanegara.
Bonusnya, tidak hanya bisa ke satu tempat. Uang Rp100.000-mu bisa mengantarkan ke 5 destinasi favorit sekaligus. Bahkan kamu masih bisa membelikan oleh-oleh untuk keluarga di rumah.
Berikut ini panduan wisata di Jogja seharian hanya dengan Rp100.000:
Tujuan pertama adalah Malioboro. Bagi kamu yang membawa kendaraan roda dua, parkirlah di Taman Parkir Abu Bakar Ali yang berada di sebelah Utara Malioboro atau tepatnya di selatan lintasan kereta api. Kamu bisa menitipkan kendaraan di situ hanya dengan tarif Rp3.000 mulai pukul 8.00 Wib-22.00 Wib.
Setelah itu mulailah wisatamu dengan berjalan menyusuri Jalan Malioboro mulai dari ujung Utara hingga Selatan. Di sepanjang kurang lebih 2 km ini, kamu bisa mendapatkan beragam objek wisata lainnya, seperti Teras Malioboro 1, Teras Malioboro 2, Pasar Beringharjo, Benteng Vredeburg, hingga Titik Nol Jogja.
Salah satu cara menikmati Malioboro adalah duduk di pedestrian sembari menyaksikan lalu lalang alat transportasi tradisional seperti becak kayuh dan andong. Namun perlu diingat bahwa saat nongkrong di sepanjang Malioboro dilarang merokok. Petugas yang sudah berjaga di beberapa titik tidak akan segan menegur dan memberikan sanksi kepada pengunjung yang nekat merokok.
Tujuan selanjutnya saat berada di kawasan Malioboro adalah ke Teras Malioboro 2. Teras Malioboro 2 berada di lokasi terdekat dengan jalur masuk Malioboro sehingga patut untuk dikunjungi. Tidak ada tiket masuk ke pasar cinderamata ini. Kamu hanya akan dimanjakan dengan sajian kaus-kaus khas Jogja, aksesoris seperti gelang dan kalung, sandal, tas, dan masih banyak lagi.
Dengan uangmu yang masih tersisa Rp97.000, kamu bisa menggunakannya sebagian untuk membeli cinderamata misalnya kaus bertuliskan Jogja. Di sini, para pedagang sudah mematok harga kaus Rp100.000 dapat enam, tapi jika kamu beruntung bisa membelinya satu kaus dengan harga Rp25.000. Pilih kaus sesuai ukuranmu karena cinderamata ini bisa kamu pakai sendiri.
Pasar Beringharjo merupakan pasar tradisional besar yang ada di pusat Kota Jogja. Pasar ini juga menjadi ikon wisata Malioboro. Dari Teras Malioboro 2, kamu bisa berjalan sejauh kurang lebih 1 km menuju Beringharjo. Jalan sepanjang itu tidak akan terasa melelahkan karena kamu bisa cuci mata menyaksikan bangunan-bangunan lawas khas Malioboro, para turis asing, hingga rindangnya pohon asem yang tumbuh di kawasan itu.
Sesampainya di Beringharjo, kamu bisa mengobati rasa lapar dengan jajan soto di Warung Soto Bu Pujo yang berada di tengah pasar. Harga soto di sini Rp13.000 dan teh hangat Rp3.000. Jika ingin menggunakan Rp20.000 untuk makan di sini, sisa uang Rp4.000 bisa dipakai membeli gorengan atau kerupuk. Dijamin dengan Rp20.000 itu, kamu akan kenyang.
Setelah makan, kamu bisa kembali menyusuri pasar dan membeli oleh-oleh. Kamu bisa membeli makanan khas Jogja bakpia yang dijual Rp15.000 dan juga wedang uwuh Rp15.000 per mika isi 10 biji. Untuk bakpia, jangan lupa menanyakan tanggal kedaluwarsanya kepada penjual.
Setelah puas berwisata kuliner dan cinderamata, saatnya masuk ke zona wisata pendidikan. Berbekal sisa uang yang masih ada, kamu bisa masuk ke Benteng Vredeburg yang tidak jauh dari Beringharjo. Tiket masuknya hanya Rp3.000 untuk pengunjung dewasa. Murah bukan?
Dengan harga yang sangat terjangkau, kamu bisa mendapat segudang wawasan seputar sejarah Indonesia di sini. Vredeburg merupakan sebuah benteng pertahanan rakyat Indonesia melawan penjajah. Kamu bisa membaca perjuangan para pahlawan, berfoto, dan juga menikmati bangunan kunonya yang masih gagah berdiri di dalam benteng tersebut.
Uangmu masih Rp34.000 dan bingung mau kemana lagi? Singgahlah ke Titik Nol Jogja. Di Titik Nol tak perlu membayar karena tidak ada TPR (tempat pemungutan retribusi) di sini. Kamu leluasa berfoto dengan latar bangunan lawas yang berdiri megah di daerah ini. Ada bangunan Bank Indonesia, Kantor Pos Indonesia, Kantor BNI, dan juga Gedung Agung yang merupakan rumah dan kantornya presiden saat bertugas di Jogja.
Waktu berkunjung ke Titik Nol paling nyaman saat sore hari menjelang matahari tenggelam. Kamu tidak akan kepanasan dan semakin merasakan suasana Jogja yang syahdu.
Sudah capai seharian berwisata di Jogja, kamu bisa kembali ke Taman Parkir ABA untuk mengambil kendaraan dengan naik becak. Tarifnya sekitar Rp15.000-Rp20.000, tergantung seberapa pandai kamu menawarnya. Becak akan membawamu menuju parkiran ABA dengan rute yang berbeda, yakni melalui timur Malioboro atau yang dikenal dengan Jalan Mataram.
Piknik selesai tapi uang masih Rp14.000? Pakailah untuk membeli makanan ringan atau minuman di warung kecil parkiran ABA. Istirahatlah sejenak sembari menyaksikan kereta api dari lantai atas parkiran.
Itulah panduan berwisata di Jogja hanya dengan Rp100.000.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Saat ini Super Air Jet sedang memberikan peluang menarik untukmu untuk bergabung menjadi Super Crew di dunia penerbangan.
Jadwal KRL Solo–Jogja 20 Mei 2026 lengkap semua stasiun dari Palur ke Tugu. Cek jam berangkat terbaru dan tarif Rp8.000.
Pengurusan SKKH di Sleman masih sepi jelang Iduladha 2026. DP3 tingkatkan pengawasan karena ancaman PMK masih ada.
Lima WNI ditahan Israel saat misi kemanusiaan ke Gaza. Pemerintah RI mendesak pembebasan dan perlindungan.
UMKM di RTP Bulak Tabak Kulonprogo mengeluh sepi pembeli saat musim haji 2026, dampak ekonomi dari embarkasi belum terasa.
Polda DIY lakukan asistensi kasus Shinta Komala di Sleman. Dua perkara diusut, polisi pastikan penanganan sesuai SOP.