91 Anak Gunungkidul Daftar Sekolah Rakyat, Pengumuman 30 Juni
Sebanyak 91 anak Gunungkidul mendaftar Sekolah Rakyat tahun ajaran 2026-2027. Hasil seleksi calon siswa diumumkan pada 30 Juni 2026.
Aktivitas camping terlihat berjajar di kawasan Pantai Ngrumput di Kalurahan Banjarejo, Tanjungsari. foto diambil Selasa (31/12/2024). Ist/Satlinmas Rescue Istimewa
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Pantai di Gunungkidul tidak hanya menawarkan pemandangan laut dan pasir yang indah. Pasalnya, di sejumlah lokasi juga menjadi lokasi favorit untuk berkemah.
Seperti halnya saat malam pergantian tahun pada Selasa (31/12/2024), banyak pengunjung yang mendirikan tenda dan menginap di dekat Pantai.
Sekretaris Satlinmas Rescue Istimewa Wilayah Operasi 2 di Pantai Baron, Surisdiyanto mengatakan, aktivitas ngecamp di kawasan Pantai sudah berlangsung lama. Hampir saat ada momen liburan, maka dipastikan ada lonjakan aktivitas camping.
Begitu halnya saat malam tahun baru di sejumlah Pantai terlihat penuh dengan tenda-tenda yang didirikan oleh pengunjung. Pantai yang banyak digunakan ngecamp di antaranya Watukodok, Sundak, Ngrumput, Nglolang dan Poktunggal.
“Destinasi Pantai yang paling banyak untuk camping adalah Watukodok dan Sundak. Saat malam tahun baru, keduanya ramai sekali,” kata Suris, Kamis (2/1/2025).
Dia menjelaskan, Pantai Watukodok dan Sundak menjadi lokasi favorit camping karena secara akses juga mudah. Di sisi lain, pantainya juga luas sehingga aktivitas pendirian tenda bisa dilakukan dengan mudah.
“Tentunya kami terus meingmbau kepada pengunjung yang camping untuk tetap berhati-hati dan tidak bermain di lokasi berbahaya,” katanya.
Oleh karena itu, Suris mengakui terus melakukan patroli, meski telah malam hari. Hal ini dilaksanakans sebagai upaya untuk menghindari hal-hal yang tak diinginkan.
“Yang camping kebanyakan adalah anak-anak muda. Kami bersyukur saat malam pergantian tahun berjalan lancar karena dari sisi gelombang juga tergolong masih landai,” katanya.
Kepala Dinas Pariwisata Gunungkidul, Oneng Windu Wardhana mengatakan, aktivitas camping ke Pantai sudah menjadi tujuan pengunjung, khususnya dari golongan anak-anak muda. Pihaknya mengimbau agar aktivitas dilakukan dengan aman dan untuk keselamatan bersama.
“Malam tahun baru kemarin juga banyak yang camping di Pantai Gunungkidul,” katanya.
Windu mengungkapkan, target kunjungan wisata selama libur natal dan tahun baru sebanyak 101 ribu pengunjung. Berdasarkan perhitungan dari 21-31 Desember 2024, tercatat kunjungan wisata di destinasi Gunungkidul mencapai 151.095 pengujung.
“Target libur natal dan tahun baru bisa terlampaui karena destinasi wisata Gunungkidul ramai dipadati pengunjung,” katanya.
Dia menjelaskan, pengunjung di kawasan Pantai masih mendominasi. Pantai-pantai yang ramai pengunjung di antaranya Ngrumput, Drini, Sadranan hingga Sundak.
“Untuk destinasi lain seperti Goa Pindul, Air Terjun Sri Getuk dan Nglanggeran juga rama, tapi jumlahnya tidak sebanyak pengunjung di kawasan Pantai,” ungkapnya.
Target pengujung yang terlampaui juga berdampak terhadap PAD dari retribusi masuk wisata. pada awalnya, target pemasukan yang dipatok sebesar Rp1,2 miliar, namun didalam realisasinya PAD yang diperoleh mencapai Rp1,48 miliar.
“Memang kunjungan wisata ada lonjakan sehingga target libur natal dan tahun baru bisa terlampaui,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 91 anak Gunungkidul mendaftar Sekolah Rakyat tahun ajaran 2026-2027. Hasil seleksi calon siswa diumumkan pada 30 Juni 2026.
Kejari Sleman tahan anggota DPRD RA kasus korupsi hibah pariwisata 2020 dengan kerugian negara Rp10,95 miliar.
Munas NU 2026 bahas pengelolaan tambang. PBNU tetapkan aset 100% milik organisasi dan tekankan tata kelola berkelanjutan.
Sebanyak 12 tim dari 12 kota bersaing di MLSC All-Stars 2026 Kudus, ajang pembinaan sepak bola putri usia dini Indonesia.
Pemerintah targetkan 80% sampah tertangani 2029 lewat PSEL dan pemilahan dari sumber, dorong perubahan perilaku masyarakat.
Dinkes Magetan mencatat 13.000 pelajar alami gangguan mata dari 57.000 skrining 2025, sebagian besar akibat visus dan penggunaan gadget.