Pemerintah Anggarkan Rp639,6 Triliun untuk 43 Program Bansos
Pemerintah mengalokasikan Rp639,6 triliun untuk 43 program perlindungan sosial pada 2026. Sebanyak 33,1 juta keluarga menerima bantuan.
Wisatawan - Ilustrasi/Freepik
Harianjogja.com, JAKARTA–Kementerian Pariwisata mengingatkan wisatawan agar tetap memperhatikan aspek keamanan dan kenyamanan saat berwisata di tengah musim penghujan. Imbauan ini disampaikan melalui Surat Edaran tentang penyelenggaraan kegiatan wisata yang aman dan bertanggung jawab.
Kiat-kiat yang diberikan mengacu pada imbauan yang dikeluarkan melalui Surat Edaran Menteri Pariwisata tentang Penyelenggaraan Kegiatan Wisata yang Aman, Nyaman, dan Menyenangkan, yang menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah, pelaku usaha, pengelola destinasi, dan wisatawan dalam menciptakan aktivitas wisata yang bertanggung jawab dan aman.
"Kementerian Pariwisata mengimbau masyarakat yang merencanakan perjalanan wisata pada musim penghujan, yang dalam waktu dekat ini di periode Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 agar selalu memperhatikan aspek keamanan, keselamatan, dan kenyamanan dalam berwisata," kata Kementerian Pariwisata di Jakarta, Selasa (11/11/2025).
Masyarakat yang hendak berwisata diharapkan dapat memilih destinasi dan aktivitas wisata yang aman, terutama menghindari kegiatan berisiko tinggi saat terjadi cuaca ekstrem seperti hujan deras, angin kencang, atau potensi longsor.
Gunakan moda transportasi yang layak dan memenuhi standar keselamatan dari instansi berwenang untuk mencegah kecelakaan perjalanan.
Kementerian juga menyarankan untuk mematuhi aturan dan informasi di lokasi wisata, termasuk jam operasional, kapasitas pengunjung, serta petunjuk keselamatan dan evakuasi. Akan lebih baik jika informasi itu dicari sebelum berkunjung guna mengefisienkan waktu kunjungan dan lebih nyaman berkunjung.
Jangan lupa untuk menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan, seperti tidak membuang sampah sembarangan serta mendukung penerapan pariwisata berkelanjutan di destinasi.
Masyarakat juga bisa memanfaatkan asuransi perjalanan atau perlindungan wisata, terutama pada destinasi berisiko tinggi, sesuai imbauan dalam surat edaran.
Kementerian Pariwisata turut mendorong wisatawan maupun pengelola destinasi wisata untuk menerapkan manajemen risiko destinasi pariwisata, khususnya pada destinasi yang memiliki tingkat risiko tinggi, dengan mengacu pada Petunjuk Teknis Implementasi Manajemen Risiko di Destinasi Pariwisata.
Pengelola juga diminta untuk memedomani modul terkait CHSE (Cleanliness, Health, Safety, and Environmental Sustainability), penanggulangan kebencanaan, serta pengelolaan pengunjung sebagai acuan dalam menjaga keamanan, kenyamanan, dan keberlanjutan destinasi.
Selain itu, perhatikan informasi cuaca dan potensi bencana dari BMKG serta mengikuti arahan BNPB dan BPBD setempat sebelum dan selama perjalanan.
"Wisatawan diharapkan dapat tetap berwisata secara aman, nyaman, dan menyenangkan selama musim penghujan, serta turut berperan aktif dalam menciptakan pariwisata yang tangguh, berkelanjutan, dan berkeselamatan," tambah kementerian.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Pemerintah mengalokasikan Rp639,6 triliun untuk 43 program perlindungan sosial pada 2026. Sebanyak 33,1 juta keluarga menerima bantuan.
Prabowo memerintahkan ESDM, Pertamina, dan Danantara memeriksa kontrak distribusi minyak setelah keterlambatan pasokan di Bali.
DPC PDIP Kota Jogja menggelar kaderisasi bagi 64 peserta di Kaliurang untuk memperkuat ideologi, disiplin, dan komitmen memperjuangkan rakyat.
Bulog Banyumas menyalurkan 31.904,3 ton beras SPHP sepanjang 2026. Stok beras di gudang mencapai 61.000 ton untuk menjaga stabilitas harga.
Turnamen 9-Ball Rex Biliar di Sleman diikuti 64 peserta dari DIY untuk mengasah kemampuan dan mendukung regenerasi atlet menuju Porda 2027.
Kapolri mengungkap laboratorium sabu seberat 1,2 ton di Pidie, Aceh, diduga dikendalikan ahli kimia dari jaringan internasional. Sebanyak 11 orang ditangkap.