Jembatan Tua Kewek Dibongkar Mei, Diganti Struktur Baru
Jembatan Kewek Jogja steril kendaraan, bongkar total Rp19 miliar APBN mulai April 2026. Struktur girder baru 30m, warga alih jalur Abu Bakar Ali untung pedagang
Suasana GPIB Marga Mulya, Jumat (14/11/2025)./Harian Jogja-Lugas Subarkah
Harianjogja.com, JOGJA— Gereja Protestan di Indonesia Bagian Barat (GPIB) Marga Mulya kini semakin terbuka bagi wisatawan yang ingin menikmati keindahan arsitektur Indis di kawasan Malioboro. Pengelola gereja tengah berbenah agar bangunan bersejarah ini kembali menarik dikunjungi.
Gereja yang berada di sudut Jalan Marga Mulya–Jalan Reksobayan, tepat di antara Gedung Agung dan Hamzah Batik, merupakan salah satu bangunan berarsitektur Indis yang masih terawat di pusat Kota Jogja.
Ketua Majelis Jemaat (KMJ) GPIB Marga Mulya Yogyakarta, Pdt. Jimmy Marcos Immanuel Sormin, mengatakan gereja tersebut kini juga telah ditetapkan sebagai Bangunan Cagar Budaya tingkat provinsi melalui SK Gubernur DIY No. 279/2025. Sebelumnya, gereja ini sudah berstatus cagar budaya tingkat nasional dan Kota Jogja. “Puluhan tahun sebelumnya SK dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Lalu disusul tingkat kota, dan kemudian sekarang tingkat provinsi,” ujarnya, Jumat (14/11/2025).
GPIB Marga Mulya sebenarnya sudah dibuka untuk wisata sejak lama, dengan banyak peninggalan bersejarah yang masih tersimpan di dalamnya. Mulai dari kursi-kursi berusia ratusan tahun, mimbar kayu tua, hingga sudut-sudut gereja yang menjadi spot favorit untuk berfoto.
Namun kondisi kawasan di sekitar gereja membuat kunjungan wisata belum optimal. “Karena sudah lusuh, tertutup oleh parkiran begitu banyak, jadi orang-orang kurang ada animo untuk datang masuk,” kata Jimmy. Padatnya parkir juga membuat sebagian jemaat kesulitan mengakses gereja saat beribadah. “Hasilnya banyak jemaat akhirnya mengikuti ibadah secara online atau memilih gereja lain yang lebih mudah dijangkau,” imbuhnya.
Untuk itu, pihak gereja telah mengajukan permohonan bantuan renovasi dan penataan ke Pemda DIY. “Bisa saja nanti dibentuk tim gabungan untuk mengakses dulu, kemudian membuat perencanaan hingga pembangunan. Baik dari Pemda maupun pihak gereja,” jelasnya.
Jimmy juga berharap Pemda menata area luar gereja, khususnya sisi selatan yang kerap dipenuhi parkir kendaraan dan pedagang. “Harapannya itu bisa dinetralisir seperti titik nol, jadi taman yang bagus. Gereja juga bisa menjadi gereja wisata, salah satu situs di Malioboro,” ujarnya.
Ia menyebut pengembangan gereja wisata akan mendukung pariwisata Jogja. “Seperti Gereja Blenduk di Semarang yang jadi ikon Kota Tua. Orang-orang senang berfoto dan melihat bangunannya. Kami ingin GPIB Marga Mulya juga bisa mendukung pariwisata di Jogja,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jembatan Kewek Jogja steril kendaraan, bongkar total Rp19 miliar APBN mulai April 2026. Struktur girder baru 30m, warga alih jalur Abu Bakar Ali untung pedagang
Wali Kota Solo Respati Ardi mengevaluasi petugas keamanan Stadion Manahan setelah kasus hilangnya sepeda Polygon viral di media sosial.
Polres Jayawijaya mencatat 24 korban tenggelam akibat jembatan gantung Wouma putus di Wamena berhasil dievakuasi tim gabungan.
Polresta Sleman buka suara soal curhatan Shinta Komala yang mengaku jadi korban kriminalisasi terkait dugaan penggelapan iPhone.
Imigrasi Bandara Soekarno-Hatta menunda keberangkatan 89 calon haji nonprosedural yang memakai visa kerja hingga iqama.
Veda Ega Pratama tetap berada di posisi lima besar klasemen Moto3 2026 usai finis kedelapan pada seri Catalunya di Spanyol.