73 Akuntan SPPG Gunungkidul Dilatih Gunakan AKSIS untuk Dana MBG
Sebanyak 73 akuntan SPPG Gunungkidul dilatih menggunakan aplikasi AKSIS untuk pelaporan keuangan Program Makan Bergizi Gratis.
Taman Kuliner bergaya Majapahit yang dibangun di pertigaan menuju Pantai Sepanjang di Kalurahan Kemadang, Tanjungsari. Selasa (16/12/2025) Harian Jogja/David Kurniawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih meresmikan Taman Kuliner ala Majapahit di kawasan Pantai Sepanjang, Kalurahan Kemadang, Selasa (16/12/2025). Fasilitas ini tidak hanya ditujukan untuk melayani wisatawan, tetapi juga sebagai sarana pemberdayaan UMKM setempat.
“Harapannya bisa menjadi display UMKM sehingga pemberdayaan masyarakat di Kalurahan Kemadang berjalan dengan baik,” kata Mbak Endah, sapaan akrab Bupati Gunungkidul.
Taman kuliner tersebut dibangun di kawasan perbukitan dengan penataan yang menyesuaikan kontur alam. Lokasinya strategis, berada tepat di simpang tiga menuju Pantai Sepanjang, sehingga mudah diakses wisatawan.
Dari sisi konsep, taman kuliner ini memiliki ciri khas kuat dengan gapura selamat datang bergaya arsitektur Kerajaan Majapahit, terinspirasi dari bangunan bersejarah di Mojokerto, Jawa Timur. Selain desain yang menarik, kawasan ini juga dilengkapi fasilitas pendukung berupa mushala, area parkir, dan toilet umum.
“Ini rest area yang bagus. Agar lebih hidup, perlu pementasan atau atraksi supaya suasananya lebih meriah dan bisa menarik pengunjung,” ujarnya.
Mbak Endah juga berpesan kepada para pengelola agar mengutamakan pelayanan terbaik kepada wisatawan. Menurutnya, kenyamanan pengunjung menjadi kunci agar wisatawan betah dan mau kembali berkunjung.
“Kalau ingin wisatawan nyaman, mari bahu-membahu membangun wisata yang ramah agar pengunjung betah dan tidak kapok datang kembali,” katanya.
Sementara itu, Carik Kemadang, Suminto, mengatakan taman kuliner bergaya Majapahit tersebut dibangun menggunakan Dana Keistimewaan Pemerintah Daerah DIY. Konsep pembangunan diajukan sejak tahap perencanaan dan mendapat persetujuan dari Paniradya Keistimewaan DIY.
“Kami bersyukur pembangunan berjalan lancar sehingga kini sudah bisa diresmikan dan dimanfaatkan wisatawan,” kata Suminto.
Ia menjelaskan, taman kuliner ini mampu menampung hingga 15 pelaku UMKM dari Kalurahan Kemadang. Selain keunikan desain bangunan, keberadaan rest area ini diharapkan menjadi sarana pemberdayaan ekonomi masyarakat setempat.
“Lokasinya berada di ketinggian, sehingga pengunjung bisa menikmati pemandangan birunya laut langsung dari area kuliner,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 73 akuntan SPPG Gunungkidul dilatih menggunakan aplikasi AKSIS untuk pelaporan keuangan Program Makan Bergizi Gratis.
LPS mencatat tiga BPR di DIY dicabut izin usahanya. Klaim penjaminan simpanan yang dibayarkan mencapai Rp58,51 miliar.
Disdikpora Kota Jogja mencatat kekurangan 71 guru SD dan SMP pada 2026. Kebutuhan sementara dipenuhi melalui berbagai skema, termasuk dana BOS.
BPK menemukan masalah pengelolaan keuangan negara senilai Rp49,28 triliun. Sebesar Rp1,80 triliun telah dikembalikan selama pemeriksaan.
Ketua Komisi A DPRD DIY dari Fraksi PDI Perjuangan Eko Suwanto menyoroti tren penurunan signifikan dana transfer dari pemerintah pusat ke daerah atau TKD.
Tiket MotoGP Mandalika 2026 habis terjual di semua kategori, termasuk royal box. Penyelenggara memastikan tidak menambah kuota tiket.