Kementan Kaji Impor 100.000 Sapi pada 2027, Target 1 Juta
Kementan mengkaji impor awal 100.000 sapi pada 2027 untuk mendukung swasembada susu dan meningkatkan produksi susu nasional.
Suasana Bangsal Mandolosono Kraton Ngayogyakarta, Kamis (6/6/2024) - Harian Jogja.
Harianjogja.com, JOGJA—Kementerian Pariwisata (Kemenpar) mengajak agen perjalanan dan tur operator lokal mengembangkan paket wisata tematik di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan kawasan Destinasi Super Prioritas (DSP) Borobudur, Magelang. Pengembangan tersebut diarahkan pada wisata berbasis ketenangan jiwa, gastronomi, dan budaya untuk menjawab perubahan minat wisatawan.
Deputi Bidang Pemasaran Kemenpar Ni Made Ayu Marthini mengatakan wisatawan nusantara, khususnya segmen menengah ke atas dari wilayah Jabodetabek, kini mulai mencari pengalaman yang lebih mendalam. Mereka tidak lagi sekadar mendatangi destinasi untuk berfoto, tetapi juga menginginkan ketenangan jiwa dan narasi sejarah yang kuat.
“Tren wisatawan nusantara, khususnya segmen menengah ke atas dari wilayah Jabodetabek, kini tidak lagi sekadar mencari destinasi untuk berfoto, melainkan pengalaman mendalam yang memberikan ketenangan jiwa dan narasi sejarah yang kuat,” kata Ni Made Ayu Marthini dalam keterangan resmi yang dikonfirmasi di Jakarta, Sabtu (31/10/2026).
Menurut Made, perubahan minat tersebut menjadi salah satu upaya untuk mewujudkan pariwisata berkualitas dan berkelanjutan.
Kemenpar Perkenalkan Wisata Tematik Jogja
Untuk memperkenalkan potensi tersebut kepada pelaku industri perjalanan, Kemenpar menggelar kegiatan familiarization trip (famtrip) yang diikuti 10 agen perjalanan dan tur operator lokal. Kegiatan ini menjadi sarana bagi peserta untuk memahami pergeseran tren wisata masyarakat dari wisata massal menuju pengalaman yang lebih bermakna dan bernilai tinggi.
Perubahan tersebut sejalan dengan kebutuhan masyarakat perkotaan yang menghadapi tekanan aktivitas sehari-hari. Liburan pun mulai dimanfaatkan sebagai sarana perawatan diri, pemulihan kesehatan mental, sekaligus kesempatan mendapatkan pengalaman berkesan.
Famtrip bertajuk "Harmoni Raga, Rasa dan Tradisi" berlangsung pada 16–20 Oktober 2026. Selain memperkenalkan pengalaman wisata, kegiatan tersebut juga menjadi ruang pertemuan bisnis atau business-to-business (B2B) antara pembeli dan penyedia layanan wisata.
Kegiatan itu diharapkan menghasilkan transaksi yang memberikan manfaat bagi ekonomi lokal sekaligus mendukung pencapaian target 1,18 miliar perjalanan wisatawan nusantara (wisnus) pada 2026.
Dari Wisata Kuliner hingga Meditasi
Selama famtrip, peserta mengikuti sejumlah aktivitas yang memadukan kuliner, sejarah, budaya, dan kebugaran. Rangkaian kegiatan diawali dengan eksplorasi gastronomi bersama Dje Djak Rasa melalui Telusur Kampung Santan Spesial Ingkung di Bantul.
Dalam kegiatan tersebut, peserta menikmati sajian ayam ingkung yang diperkenalkan bersama kisah resep tradisionalnya. Eksplorasi kuliner kemudian berlanjut melalui "Senja Gastronomy Walking Tour: Telusur Tugu & Pecinan" untuk mengenal akulturasi budaya sekaligus mencicipi jajanan lokal.
Peserta juga mengikuti perjalanan "Tiga Wajah Mataram" bersama Remen Jawi. Agenda ini menghadirkan penjelajahan sejarah dan perjamuan lintas masa.
Pengalaman wisata berikutnya meliputi menikmati racikan teh personalisasi di Sadahurip, menjelajahi Kampung Wisata Purbayan, serta menyantap hidangan gastronomi etnik di Dapur Alit Jogja.
Rangkaian famtrip ditutup dengan sesi meditasi berkesadaran bersama Selaras Jiwo Journey. Kegiatan tersebut memadukan pengalaman relaksasi dengan penuturan kisah budaya.
Walking Tour Jadi Alternatif Slow Tourism
Selain wisata gastronomi dan budaya, kegiatan tersebut turut memperkenalkan potensi wisata jalan kaki atau walking tour. Aktivitas ini menjadi alternatif bagi wisatawan untuk menikmati destinasi secara lebih dekat melalui perjalanan santai dan mendalam atau slow tourism.
Menurut Made, berjalan kaki memungkinkan wisatawan berinteraksi langsung dengan masyarakat setempat sekaligus mengenal lingkungan dan kehidupan di kawasan yang dikunjungi.
“Melalui jalan kaki, wisatawan tidak hanya melintasi ruang kota, tetapi dapat berinteraksi langsung dengan warga lokal, menghirup suasana kampung, serta meresapi cerita sejarah dan kuliner secara autentik di setiap sudut yang dikunjungi. Pengalaman sensorik seperti inilah yang dicari oleh wisatawan berkualitas tinggi masa kini,” ujar dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Kementan mengkaji impor awal 100.000 sapi pada 2027 untuk mendukung swasembada susu dan meningkatkan produksi susu nasional.
Jadwal KRL Jogja-Solo Sabtu 1 November 2026 tersedia 15 perjalanan. Cek jam keberangkatan setiap stasiun dan tarif Rp8.000.
Jadwal KRL Solo-Jogja Minggu 1 November 2026 tersedia 12 perjalanan dari Palur. Simak jadwal lengkap setiap stasiun.
WhatsApp Web bisa diakses melalui QR code atau nomor telepon. Simak cara login, menghubungkan perangkat, hingga logout dengan aman.
Pengguna Xiaomi, Redmi, dan Poco bisa mengurangi iklan serta menghapus aplikasi bawaan yang tidak diperlukan di HyperOS melalui langkah berikut.
Binance dikabarkan kehilangan aset kripto senilai US$6,3 miliar akibat peretasan. Sebagian dana disebut telah dibekukan, sementara penyelidikan berlangsung.