Profil Gus Rozin Bangun BPRS untuk UMKM di Sekitar Pesantren
Gus Rozin merintis BPRS di Pati sejak 2005 untuk memperluas akses modal UMKM dan memperkuat ekosistem ekonomi syariah pesantren.
Mural di gedung tua Kota Lyon, Prancis/ist-Amusing Planet
Harianjogja.com, LYON—Kota Lyon di Prancis tadinya penuh gedung tua yang kusam. Sisi-sisi kosong tembok muram lantas disulap dengan mural yang indah, seakan gedung-gedung itu ramai penghuni. Selama empat dekade terakhir, sekelompok muralis di sana telah mengubah kota tersebut menjadi galeri seni luar ruang yang sangat besar. Mural-mural epik dilukis di dinding penutup trompe l\'oeil di seluruh kota.
Gambarnya menceritakan peristiwa-peristiwa bersejarah atau orang-orang terkenal sejak lama. Misalnya ada kisa kecintaan Lyon dengan seni mural dimulai pada awal tahun 1970-an, yang dikenal lewat museum dan gedung bersejarah lain di sana.
"Kota ini dulu macet, gelap, bahkan tercemar. Untungnya ada wali kota baru yang mendukung adanya seni mural," ujar Seniman Mural Michael Noir, dilansir Amusingplanet.
Noir memutuskan untuk menghidupkan kota itu dan meremajakan beberapa pusat keramaian. Salah satunya adalah alun-alun kota, karena masih banyak gedung bersejarah kuno.
Sejak proyek pertamanya, para seniman kompak melukis gedung-gedung tinggi di kota itu. Mereka benar-benar berjuang untuk membuat wilayah Lyon menjadi ramai.
Salah satu proyek terkenal hingga kini adalah Mur des Canuts atau dijuluki Wall of the Canuts. Lokasinya berada di distrik Croix-Rousse yang berbukit-bukit. Mural trompe l\'oeil menggambarkan sebuah tangga besar yang ada di tengah lukisan. Di bagian bawah, orang bisa melihat beberapa toko dan bank.
Sementara itu kreasi mural yang terkenal lainnya ialah La Fresque des Lyonnais, sebuah lukisan dari sekitar 30 tokoh terkenal Lyon dari masa lalu dan sekarang. Termasuk Kaisar Romawi Claudius, pelopor pembuatan film Lumiere bersaudara, penenun sutera dan penemu Jacquard tenun Joseph-Marie Jacquard, penulis dan penerbang Antoine de Saint-Exupery dan lainnya.
Karya mural dari seniman ternama di dunia itu benar-benar unik. Bahkan ada satu gedung tua yang tidak layak pakai, tapi disulap dengan lukisan mural jadi terlihat indah.
Setiap membuat kreasi mural, rata-rata para seniman tersebut membutuhkan waktu dua hingga sembilan bulan pengerjaannya. Menariknya, 80% dari mereka ialah kaum perempuan yang super kreatif.
Pelancong yang berkunjung ke Kota Lyon pasti tak menyangka bahwa dulunya wilayah ini suram. Kini banyak dari pelancong yang penasaran untuk membuktikan keindahan mural yang menghiasi gedung dan merasakan keramahan penduduk setempat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Okezone
Gus Rozin merintis BPRS di Pati sejak 2005 untuk memperluas akses modal UMKM dan memperkuat ekosistem ekonomi syariah pesantren.
Dokter UMY meluruskan mitos behel, mulai dari anggapan bikin pipi tirus, tekanan lebih kuat hingga anggapan semua orang perlu kawat gigi.
Lima daerah meraih Penghargaan IKD 2026 dari PII dan Kemendagri. Maluku Utara mendapat Platinum, disusul Riau, Sragen, DKI Jakarta, dan Balikpapan.
Menteri Kebudayaan Fadli Zon menyiapkan pameran khusus karya Nasirun di Galeri Nasional Indonesia sebagai penghormatan bagi sang maestro.
Muktamar ke-35 NU meminta pemerintah tidak memakai anggaran pendidikan untuk MBG mulai 2027 sesuai putusan MK.
El Nino membuat lahan semakin kering dan rentan terbakar. Pakar UMY menyebut aktivitas manusia tetap menjadi pemicu utama karhutla.