Ladies Market, Surga Belanja bagi Pelancong yang Tega Menawar Harga di  Hong Kong

Wisatawan berjubel di gang sempit di Ladies Market, Tung Choi Street, Mong Kok, Hong Kong. - Harian Jogja/Anton Wahyu Prihartono
23 September 2018 09:05 WIB Anton Wahyu Prihartono Wisata Share :

Harianjogja.com, MONG KOK-Jalan-jalan ke Hong Kong belum lengkap jika belum mampir ke Ladies Market. Bagi para pelancong, Ladies Market menjadi wisata belanja favorit khususnya bagi wisatawan yang berkantong pas-pasan. Sebab, tempat ini menawarkan oleh-oleh dengan harga miring. Bahkan, pelancong bisa menawar barang yang diinginkan.

Bagi pelancong berkantong tebal, bisa belanja barang-barang branded di sejumlah mal yang tersebar di Hong Kong seperti di Harbour City Mall, 1881 Heritage, Tsim Tsa Tsui dan lainnya. Banyak brand-brand kelas dunia tersedia di mal tersebut.

Ladies Market berada di Tung Choi Street. Lokasinya berada persis di pinggir jalan yang memanjang kanan kiri kurang lebih 600 meter. Ladies Market sebetulnya tak sekeren namanya. Isinya pedagang kaki lima (PKL) yang membuka lapak-lapak menawarkan berbagai produk oleh-oleh khas Hong Kong seperti gantungan kunci, tempelan di kulkas, kaus-kaus, baju, gelang, kalung, tas dan lain sebagainya.  Namanya juga PKL, Ladies Market baru mulai buka sekitar pukul 13.00 waktu setempat dan tutup pada pukul 23.30 waktu setempat.

“Pukul setengah dua belas malam mereka sudah tutup. Kawasan tersebut bersih kembali karena mereka menggunakan tenda bongkar pasang,” ujar seorang pemandi wisata di Hong Kong, Jimmy, Sabtu (22/9).

Untuk urusan harga, tempat ini jauh lebih miring. Sebuah pemotong kuku bila di tempat lain dijual paling murah HKD12 atau sekitar Rp22.750 (1 HKD setara Rp1.896), di tempat ini bisa dapat HKD5 (sekitar Rp9.500). Hiasan magnet kulkas berisi lima biji yang di tempat lain dijual HKD35, di Ladies Market bisa dilepas HKD10.

Akan halnya berbelanja di lapak-lapak PKL di Jalan Malioboro, Jogja, untuk berbelanja di Ladies Market, keahlian menawar sangat diperlukan. “Harus pandai menawar, harus tega. Terkadang pedagang menjual empat kali lipat, bahkan lebih. Kalau takut-takut menawar, harga jatuhnya bisa lebih mahal,” ungkap Jimmy.

Hal tersebut dialami salah satu pelancong dari Indonesia. Sebuah hiasan magnet kulkas berisi lima biji ditawarkan HKD40. Akhirnya barang tersebut berhasil ditawar HKD25. Sementara temannya yang lain bisa mendapatkan barang yang sama dengan harga HKD 15.

“Sialan teman saya malah dapat harga HKD15, saya dapatnya HKD20. Kayaknya harus benar-benar tega nawarnya,” ujar salah satu pelancong dari Indonesia.

Namun disarankan, dalam menawar barang jangan terlalu rendah karena bisa membuat pedagang tersinggung. Paling tidak, penawaran dimulai dari seperempat dari harga barang.

Mulai sore tempat ini makin ramai dikunjungi pembeli khususnya pelancong dari luar Hong Kong seperti Indonesia, Malaysia maupun negara-negara Benua Eropa. “Saya di Hong Kong tiga hari, tiap malam menyempatkan mampir mencari barang untuk oleh-oleh karena harga di Ladies Market harganya lebih miring, asalkan kita bisa menawar,” ujar wisatawan dari Indonesia, Awal.

Di sekitar Ladies market juga terdapat toko-toko yang menjual sepatu olahraga bermerek, baju-baju dan restoran. Tidak jauh dari Ladies Market juga ada lapak pedagang tradisional yang menjual buah-buahan dan sayur-sayuran yang harganya jauh lebih murah dibandingkan di supermarket. Misalnya, pepaya California ukuran 1,5 kg dijual HKD20 (sekitar Rp40.000), sedangkan di supermarket bisa dijual HKD32 (Sekitar Rp60.700). Padahal, kalau di Indonesia hanya dilego Rp7.000.