Pemkot Jogja Perkuat Komitmen Transportasi Ramah Lingkungan
Pemerintah Kota (Pemkot) Jogja terus memperkuat komitmennya dalam mendukung transisi menuju transportasi rendah emisi melalui pengembangan penggunaan kendaraan
Suasana Jalan Malioboro saat long weekeng dipadati oleh wisatawan domestik dan mancanegara, Kamis (29/6/2023). Harian Jogja-Yosef Leon
Harianjogja.com, JOGJA — Kawasan Malioboro kembali menjadi magnet wisata utama di Jogja selama libur panjang Kenaikan Isa Almasih. Lonjakan wisatawan mulai terasa sejak Rabu (13/5/2026) sore, dengan peningkatan signifikan pada jam kunjungan malam hari.
UPT Pengelolaan Kawasan Cagar Budaya Disbud Kota Jogja mencatat total 50.138 wisatawan mengunjungi kawasan Malioboro pada 14 Mei 2026. Aktivitas paling padat terjadi pada sore hingga malam hari, seiring dimulainya masa libur panjang.
Kepala UPT Pengelolaan Kawasan Cagar Budaya Disbud Kota Jogja, Fitria Dyah Anggraeni, menyebut tren kenaikan sudah terlihat sejak sehari sebelumnya, meski data final masih dalam proses rekapitulasi.
“Secara volume jelas mulai terlihat naik sejak Rabu malam kemarin. Tapi sampai sekarang kami masih merekap data, jadi angka pastinya belum bisa kami sampaikan,” ujarnya, Jumat (15/5/2026).
Malam Hari Jadi Puncak Keramaian Malioboro
Berdasarkan data sementara, kunjungan wisatawan terbagi dalam dua waktu utama, pagi hari sebanyak 5.336 pengunjung sementara malam hari sebanyak 24.802 pengunjung.
Titik paling ramai pada pagi hari berada di Titik Nol Kilometer Jogja dengan 4.190 orang, sementara pada sore hingga malam hari kepadatan tertinggi terjadi di sekitar Hotel Inna dengan 8.974 pengunjung.
Fitria menjelaskan bahwa jam paling padat terjadi mulai pukul 15.00 WIB hingga malam hari, terutama saat kawasan Malioboro diberlakukan bebas kendaraan.
“Kalau sore dan malam hari memang paling terasa peningkatannya. Saat jam bebas kendaraan, pengunjung juga cenderung lebih lama tinggal di kawasan Malioboro,” katanya.
Libur Panjang Dorong Lonjakan Wisata
Menurut Fitria, kenaikan jumlah wisatawan tidak hanya dipicu libur panjang, tetapi juga momentum akhir ujian sekolah serta kedatangan calon mahasiswa ke Jogja.
“Sudah ada anak-anak yang selesai ujian, baik SMP maupun SMA. Ada juga calon mahasiswa yang mungkin mulai survei atau mencari sekolah dan kampus di Jogja,” ujarnya.
Ia juga menyebut peningkatan kali ini berpotensi lebih tinggi dibanding long weekend awal Mei 2026, karena durasi libur lebih panjang dan tidak berbarengan dengan agenda besar lain seperti peringatan Hari Buruh.
Potensi Kunjungan Lebih Tinggi dari Long Weekend Sebelumnya
Fitria memperkirakan tren kunjungan masih akan meningkat hingga akhir libur panjang. Kombinasi libur nasional dan libur sekolah menjadi faktor utama lonjakan wisatawan ke pusat kota Jogja.
“Kalau yang sekarang kan benar-benar masa libur panjang dari Kamis sampai Minggu. Jadi kemungkinan memang lebih tinggi,” katanya.
Malioboro Tetap Jadi Magnet Utama Wisata Jogja
Dengan meningkatnya aktivitas wisata, Malioboro kembali membuktikan posisinya sebagai ikon utama pariwisata Jogja. Lonjakan pengunjung ini juga berdampak pada perputaran ekonomi sektor UMKM, transportasi, dan jasa wisata di kawasan pusat kota.
Pemerintah daerah mengimbau wisatawan tetap menjaga ketertiban, terutama saat jam puncak kunjungan di sore hingga malam hari.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemerintah Kota (Pemkot) Jogja terus memperkuat komitmennya dalam mendukung transisi menuju transportasi rendah emisi melalui pengembangan penggunaan kendaraan
Pemkab Sragen menetapkan siaga darurat kekeringan 2026. Sebanyak 34 desa rawan terdampak, BPBD menyiapkan 500 tangki air bersih.
Mendagri Tito Karnavian meminta daerah memperbanyak nobar Piala Dunia 2026 untuk menggerakkan UMKM dan mendorong ekonomi lokal.
Kemenag membuka seleksi terbuka enam jabatan Eselon II. Pendaftaran berlangsung 12-26 Juni 2026 secara online.
Pelemahan rupiah mendekati Rp18.000 per dolar AS membuat biaya produksi dan logistik eksportir Jogja melonjak, margin keuntungan makin tertekan.
Pekan Fotografi Sewon 2026 di ISI Jogja menampilkan 32 karya tentang abrasi, krisis air bersih, dan upaya masyarakat menjaga lingkungan.