Misteri Api di Seyegan Sleman Diusut, UPNVY Turunkan Alat Geolistrik
UPNVY gunakan geolistrik untuk mengungkap misteri api di Seyegan Sleman, diduga terkait kantong gas bawah tanah.
Wisatawan berada di kawasan wisata lereng Gunung Merapi, Bungker Kaliadem, Sleman - Andreas Fitri Atmoko
Harianjogja.com, SLEMAN – Rentetan hari libur nasional dan cuti bersama pada akhir pekan ini diperkirakan memicu lonjakan kunjungan wisata di Kabupaten Sleman. Dinas Pariwisata Sleman menilai, tren kunjungan kali ini berpotensi lebih tinggi dibandingkan akhir pekan normal karena durasi libur yang lebih panjang dan beruntun.
Kepala Dinas Pariwisata Sleman, Edy Winarya, mengatakan peningkatan kunjungan sudah mulai terlihat dari pergerakan wisatawan di sejumlah titik wisata favorit, terutama kawasan lereng Merapi.
“dimungkinkan jelas tinggi ini [libur panjang] Tapi kita kan enggak bisa persentase, kecuali menghitung,” kata Edy, Jumat (15/5/2026).
Ia menegaskan meski belum ada angka pasti, pola libur yang berdekatan membuat pergerakan wisatawan cenderung meningkat signifikan.
“Saya yakin bahwa prediksinya lebih tinggi kunjungannya yang libur ini,” tegasnya.
Merapi hingga Kaliurang Mulai Ramai
Menurut Edy, sejumlah destinasi di Sleman utara sudah menunjukkan tanda-tanda peningkatan kunjungan. Wahana Jeep Lava Tour Merapi menjadi salah satu magnet utama wisatawan yang datang.
“Kalau yang masih menjadi favorit tetap Jip Lava Tour di Kepuh sama Umbul, sama juga Kaliurang, yang Kali Kuning itu kan semua sudah penuh itu,” ujarnya.
Kondisi serupa juga terlihat di kawasan wisata alam Kaliurang yang sejak awal libur sudah dipadati pengunjung.
Prambanan Tetap Jadi Andalan
Di sisi timur Sleman, kawasan wisata budaya seperti Taman Wisata Candi (TWC) Prambanan masih menjadi tujuan utama wisatawan.
“Tapi kalau Prambanan ya tetap masih TWC tetap masih primadona,” ungkap Edy.
Selain wisata keluarga, peningkatan kunjungan juga didorong oleh rombongan pelajar yang melakukan kegiatan study tour ke sejumlah destinasi di Jogja dan sekitarnya.
Tak Sebesar Libur Lebaran dan Nataru
Meski diperkirakan meningkat, Edy menyebut lonjakan kunjungan kali ini tidak akan sebesar momen libur Natal dan Tahun Baru maupun Lebaran.
Menurutnya, kedekatan antar-libur membuat sebagian wisatawan memilih destinasi yang lebih dekat dengan tempat tinggal masing-masing.
“Sehingga kalau saya coba prediksikan kok ya tetap kunjungannya banyak di hari Tahun Baru dan juga libur Lebaran,” jelasnya.
Ia menambahkan, untuk memastikan tingkat kenaikan secara akurat, diperlukan penghitungan data kunjungan setelah periode libur selesai.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
UPNVY gunakan geolistrik untuk mengungkap misteri api di Seyegan Sleman, diduga terkait kantong gas bawah tanah.
Standar kerja layak ekonomi platform dari ILO menjadi momentum memperkuat perlindungan ojol, kurir online, dan pekerja digital di Indonesia.
KPK menyita dokumen saat menggeledah Kantor Bupati Muara Enim dan sejumlah lokasi terkait penyidikan kasus dugaan korupsi dan suap.
Pemerintah mempercepat bansos digital setelah ditemukan lebih dari 40% bantuan sosial tidak tepat sasaran. Sistem baru diklaim lebih akurat dan cepat.
Taman Nasional Kutai menjaga enam flora penting Kalimantan, mulai ulin, pasak bumi, meranti hingga anggrek hitam demi kelestarian ekosistem.
Pemprov Jateng menggandeng KPK untuk membenahi tata kelola tambang galian C guna menekan pelanggaran dan mengoptimalkan pendapatan daerah.