Menteri Wihaji Soroti Fatherless, DIY Jadi Contoh Penguatan Keluarga
DIY dipilih menjadi titik awal kampanye kesehatan mental keluarga nasional. Menteri Wihaji menyoroti 25% anak Indonesia mengalami fatherless.
Penyajian kopi Kellon di Ndalem Yudhonegaran, Kamis (6/9/2019). /Ist-Kellon.
Harianjogja.com, JOGJA-- Bisnis warung kopi atau kafe tempat nongkrong saat ini bertebaran di Kota Jogja. Ada sebuah warung kopi dengan nama cukup unik, Kellon yang diambil dari bahasa Jawa Kelon.
Kafe premium itu mulai beroperasi di Ndalem Yudhanegaran, Jalan Ibu Ruswo, Kota Jogja yang mulai dilaunching pada Kamis (6/9/2019).
Adik Sri Sultan Hamengkubuwono X, GBPH Yudhaningrat menjadi salah satu pendiri kopi Kellon. Ia mengakui nama Kellon itu merupakan idenya. Hanya saja, kemudian ditambah huruf L di tengah-tengah dan huruf O di bagian atasnya diberikan dua titik agar lebih menarik perhatian. Pengambilan nama kellon itu sendiri menurutnya melalui banyak pertimbangan dan harapan.
"Kelon itu kan bahasa Jawa, memeluk anak, kalau sudah memeluk anak lalu tidur, jadi ayem, tentram. Kami berharap demikian, warung kopi ini bisa menentramkan, membuat kita semua jadi ayem," kata mantan Kepala Satpol PP DIY ini.
Gusti Yudha mengakui, ide mendirikan warung kopi itu tidak lepas dari kegemarannya minum kopi terutama saat masih dinas di Satpol PP DIY. Seringkali ia harus berdinas hingga pagi hari dalam rangka melaksanakan operasi, saat itu pula Gusti Yudha minum kopi agar lebih segar. “Sekalian meramaikan kopi di Indonesia, sekaligus menjalin silaturahmi dengan komunitas kopi,” ujarnya.
Pendiri Kopi Kellon, Rachma Dardenella mengatakan pihaknya menyediakan 20 pilihan rasa menyesuaikan penggemar kopi, dengan harga mulai dari Rp12.000. Pihaknya akan membuka cabang kopi Kellon di berbagai kota di Indonesia, salah satunya dalam waktu dekat ini launching di Jakarta.
“Tempatnya juga menarik, lebih kental dengan budaya Jogja, dengan datang ke kopi Kellon juga bisa mengenal budaya Jogja, karena ada Ndalem Yudhonegaran,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DIY dipilih menjadi titik awal kampanye kesehatan mental keluarga nasional. Menteri Wihaji menyoroti 25% anak Indonesia mengalami fatherless.
Sebanyak 2.935 atlet ikuti Gubernur Jateng Cup Taekwondo 2026 di Semarang, jadi ajang pembinaan atlet muda berprestasi.
Daftar 32 besar Piala Dunia 2026 mulai lengkap. Tim unggulan lolos, kuda hitam bikin kejutan di fase gugur.
Kolaborasi Purana dan Puragraph di Jogja ubah lukisan Abundance jadi busana artistik, hadirkan konsep “livable art” yang unik.
DPUPKP Sleman targetkan proyek jalan dan jembatan mulai akhir Juni 2026, total 14 paket pekerjaan disiapkan.
Gubernur Jateng dorong desa jadi pemasok Program MBG, libatkan BUMDes dan koperasi untuk perkuat ekonomi lokal.