Jembatan Tua Kewek Dibongkar Mei, Diganti Struktur Baru
Jembatan Kewek Jogja steril kendaraan, bongkar total Rp19 miliar APBN mulai April 2026. Struktur girder baru 30m, warga alih jalur Abu Bakar Ali untung pedagang
Host Lelang Kuliner Ramadan dan Lebaran tengah memandu jalannya lelang via Zoom, Senin (11/5/2020). /Harian Jogja-Lugas Subarkah
Harianjogja.com, KULONPROGO- Sebagai upaya menjaga geliat pelaku industri pariwisata di bidang kuliner di masa pandemi covid-19, Dinas Pariwisata DIY menggelar Lelang Kuliner Ramadan dan Lebaran. Untuk menjaga sosial distancing, kegiatan ini dilakukan secara online, melalui aplikasi Zoom.
Lelang Kuliner Lebaran dan Ramadan dibuka pada Senin (11/5/2020) dan akan berlangsung setiap hari pukul 13.00-15.00 WIB. Kegiatan ini diikuti oleh ratusan peserta baik hotel, restoran maupun katering, dan bisa diakses untuk masyarakat umum.
Kepala Dinas Pariwisata DIY, Singgih Raharjo, menjelaskan dengan pandemi dan tidak adanya wisatawan, dunia kuliner DIY tidak tinggal diam. "Sebelumnya mereka sudah membuat paket buka puasa dan sahur. Nah lelang ini menjadi kelanjutannya," ujarnya.
Lelang Kuliner Ramadhan dan Lebaran juga menunjukkan kreativitas para industri pariwisata di bidang kuliner dalam menghadapi pandemi covid-19, dengan menciptakan konsep baru dalam menjual produknya. "Kalau jualan online sudah biasa, sekarang dibuat dengan cara lelang," katanya.
Di samping itu, Lelang Kuliner Ramadan dan Lebaran juga bertujuan untuk mengenalkan menu-menu spesial yang dibuat oleh para ahli di bidang kuliner kepada masyarakat luas. Untuk dapat mengikuti lelang, terlebih dahulu mendaftarkan diri melalui nara hubung Adi, di nomor 089674083400.
Setiap hari akan disajikan minimal 10 menu dari 10 pelaku industri pariwisata di bidang kuliner. Penawaran harga dilakukan melalui fitur chat di aplikasi zoom. Lelang akan dipandu oleh host yang juga akan menentukan pemenang lelang.
Salah satu peserta lelang, Dodik Prakoso Eko Heri Suwandoyo atau Shef Dodik, menuturkan ia menyedikan enam menu dalam lelang, meliputi ayam betutu, ayam taliwang, ayam goreng rempah, klaper tart, singkong gebuk dan wedang rempah.
Semua menu yang ia tawarkan memiliki nilai gastronomi atau filosofis dari daerah asalnya masing-masing. Ia mencontohkan ayam betutu yang berasal dari Bali, merupakan kuliner tinggalan Kerajaan Majapahit yang terbawa saat Keajaan Islam menguasai Jawa dan Kerajaan Hindu tergeser ke Bali.
Ia berharap Lelang Kuliner Ramadhan dan Lebaran ini bisa menjadi tonggak yang menunjukkan pariwisata yang berbasis kuliner di DIY masih hidup dan survive. "Semoga menjadi tonggak sejarah bahwa Jogja tetap istimewa," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jembatan Kewek Jogja steril kendaraan, bongkar total Rp19 miliar APBN mulai April 2026. Struktur girder baru 30m, warga alih jalur Abu Bakar Ali untung pedagang
Veda Ega Pratama gagal lolos Q2 Moto3 Catalunya 2026 dan akan memulai balapan dari posisi ke-21 di Barcelona.
Akses parkir bus Abu Bakar Ali II Jogja diatur satu arah. Bus wisata wajib memutar lewat Stadion Kridosono menuju Malioboro.
Presiden Prabowo menyebut sejumlah negara kini meminta membeli beras dari Indonesia di tengah ancaman krisis pangan global.
Pendaki asal Riau patah tulang saat mendaki Gunung Rinjani. Tim TNGR dan EMHC lakukan evakuasi di jalur Pelawangan Sembalun.
DPP Gunungkidul menyiapkan strategi antisipasi gagal panen saat musim kemarau dengan percepatan tanam dan benih padi umur pendek