Macan Kumbang Masuk Permukiman di Batang, BKSDA Tambah Kamera Trap
Macan kumbang turun ke permukiman Batang. BKSDA Jateng mempertimbangkan penambahan kamera trap dan pemasangan rambu-rambu.
Sejumlah wisatawan berada di kawasan Pantai Kedonganan, Badung, Bali, Rabu (15/4/2020). ANTARA FOTO/Fikri Yusuf/foc.
Harianjogja.com, JAKARTA - Usai pandemi Covid-19, Bali diperkirakan tetap menjadi destinasi favorit wisatawan untuk dikunjungi. Termasuk wisatawan asal Prancis yang menjadi salah satu negara potensial penyumbang wisatawan ke Indonesia.
Deputi Bidang Pemasaran Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Nia Niscaya dalam webinar di Jakarta, Selasa mengatakan Bali tetap akan menjadi favorit wisatawan karena selain memiliki daya tarik kuat bagi wisatawan, Bali juga merupakan salah satu provinsi di Indonesia yang memiliki penyebaran COVID-19 yang terkendali.
"Meskipun Bali adalah pusat pariwisata di Indonesia dengan banyak wisatawan yang berkunjung ke pulau itu, tapi Bali bukanlah pusat pandemi COVID-19 di Indonesia," kata Nia Niscaya.
Nia menjelaskan, kasus positif COVID-19 di Bali hingga saat ini tercatat sebanyak 300 kasus dengan 195 orang sembuh dan 4 orang meninggal. Hal itu lantaran program pencegahan yang dijalankan pemerintah, baik pemerintah pusat dan daerah berjalan dengan baik.
"Ini karena masyarakat Bali dapat bersikap disiplin untuk tetap tinggal di rumah dan mematuhi perintah kepala desa dan pemimpin agama setempat. Jadi, budaya memainkan aturan penting dalam hal ini," kata Nia Niscaya.
Karena itu Nia memperkirakan Bali akan menjadi salah satu destinasi yang relatif lebih cepat pulih dan banyak dikunjungi wisatawan begitu pandemi dinyatakan usai.
"Bali telah sejak awal meningkatkan kewaspadaannya terhadap COVID-19. Meskipun provinsi tersebut belum secara resmi memberlakukan pembatasan sosial berskala besar (PSBB), tapi sebagian besar tindakan pencegahan telah diambil," kata Nia Niscaya.
Kemenparekraf, lanjut Nia, akan menjadikan Bali sebagai pilot project untuk penerapan program CHS (Clean, Health, and Safety) untuk diterapkan di berbagai destinasi dan pengelola usaha pariwisata lainnya di Bali, seperti restoran dan hotel.
Selain Bali, pemerintah juga akan menjalankan program serupa di Yogyakarta, Kepulauan Riau, 5 destinasi super prioritas, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, DKI Jakarta, dan nantinya di seluruh Indonesia.
"Melalui program CHS ini kami ingin destinasi benar-benar siap ketika kembali menerima wisatawan usai pandemi. Kami tidak mau turis mancanegara maupun lokal kecewa karena kami tidak siap. Kami akan mendorong industri untuk nantinya bisa menerapkan program CHS dengan baik," kata Nia.
Dalam kesempatan itu Nia juga menjelaskan langkah-langkah secara umum yang dilakukan Kemenparekraf/Baparekraf dalam melakukan mitigasi dampak COVID-19 terhadap sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Macan kumbang turun ke permukiman Batang. BKSDA Jateng mempertimbangkan penambahan kamera trap dan pemasangan rambu-rambu.
Sejumlah investor menggugat Selena Gomez terkait startup kesehatan mental Wondermind. Mereka menuding ada penyesatan informasi bisnis dan menuntut pengembalian
Penyalahgunaan narkoba tidak hanya berdampak pada orang yang mengonsumsinya, tetapi juga dapat menyeret keluarga hingga lingkungan sekitar.
Polresta Cilacap mengungkap dugaan pencabulan dan persetubuhan terhadap anak dengan 24 korban selama 11 tahun. Polisi membuka posko pengaduan.
Piala AFF 2026 memasuki fase semifinal! Singapura vs Thailand dan Malaysia vs Vietnam. Thailand lolos dengan nilai sempurna, Vietnam juara Grup A. Cek jadwal le
Honor resmi luncurkan Robot Phone dengan gimbal titanium terkecil di industri. Kamera 200 MP bisa bergerak 4 arah, rekam 4K, dan punya 100 ekspresi wajib.