Sri Sultan Dorong Jamsostek Menjangkau Pedagang Kecil dan Pekerja Informal di DIY
Sri Sultan mendorong Jamsostek menjangkau pedagang kecil, UMKM, pekerja informal hingga pekerja harian di DIY.
Mobil wisatawan memasuki gerbang Kawasan Wisata Kaliurang, seperti terlihat Jumat (28/12/2018)./Harian Jogja-Fahmi Ahmad Burhan
Harianjogja.com, SLEMAN - Meskipun antusias dengan rencana dibukanya kembali destinasi wisata di era new normal, pelaku wisata di Sleman tak mau gegabah. Mereka mengaku tak tergesa-gesa dan terus mempersiapkan diri menyambut wisatawan yang datang sesuai protokol kesehatan.
Ketua Forum Komunikasi (Forkom) Desa Wisata Sleman Doto Yogantoro mengatakan hingga kini persiapan menyambut kedatangan wisatawan di era new normal terus dilakukan. Bahkan sebelum benar-benar dibuka, destinasi wisata akan menggelar simulasi operasional destinasi wisata sesuai protokol kesehatan.
"Persiapan masih kami lakukan pada Juni ini. Nanti rencananya ada simulasi [sebelum destinasi wisata dibuka]. Simulasi rencananya digelar setelah tanggal 10 Juni. Kami bersama kementerian juga akan membuat film dokumenter," katanya saat dihubungi Harian Jogja, Rabu (3/6/2020).
Ketua Pengurus Desa Wisata Pentingsari ini mengatakan sejumlah fasilitas seperti westafel bagi wisatawan, sarana dan prasarana di homestay, lokasi kuliner hingga atraksi yang disajikan akan disesuaikan dengan protokol Covid-19. Untuk operasional, kata Doto, ia masih menunggu aturan dari pemerintah.
"Kami ikuti aturan pemerintah, terapkan protokol dan tidak terburu-buru. Kita harus menjadikan new normal ini sebagai budaya masyarakat sebelum [diterapkan] ke wisatawan," katanya.
Ketua Desa Wisata Pulesari Didik Irwanto mengatakan distinasi wisata Pulesari masih menata SOP mulai SOP bagi wisatawan, SOP petugas dan kesiapan lainnya sebelum beroperasi. Termasuk protokol sarpras kesehatan. Jika seluruhnya sudah siap, kata Didik, mereka akan menggelar simulasi yang akan digelar sekitar Juli atau setelah masa tanggap darurat di DIY selesai.
"Persiapan penerapan New Normal Pariwisata baik terkait dengan kesehatan, keamanan, pelayanan hingga masalah kebersihan. Ini masih Kami siapkan," katanya.
Didik mengaku, para pelaku wisata dan warga antusias dengan rencana pembukaan kembali destinasi wisata. Meskipun begitu, mereka juga tak ingin buru-buru beroperasi jika semua persiapan tidak sesuai dengan protokol kesehatan penanganan Covid-19. "Meski antusias menyambut new normal tetapi kami tidak mau buru-buru. Kalau persiapan belum sesuai dengan regulasi tentu kami belum beroperasi," katanya.
Menurut Didik, destinasi wisata seperti desa wisata merupakan wisata berbasis masyarakat. Sebelum membuka kegiatan pariwisata di masa pandemi Covid-19, maka desa wisata harus tetap memerhatikan protokol kesehatan pariwisata dan juga kondisi masyarakat.
"Membuka operasional desa wisata di masa pandemi saat ini bisa menjadi harapan bagi warga dan juga bisa menjadi malapetaka jika persiapan yang dilakukan warga tidak matang. Kuncinya terletak pada rembug warga dalam menyikapi kondisi saat ini," kata Didik.
Sebelumnya, Kepala Dispar Sleman Sudarningsih mengatakan Dispar terus menggodok standar operasional prosedur (SOP) bagi pengelola wisata saat mereka menerima wisatawan di sela-sela pandemi Covid-19. Aturan tersebut akan ditetapkan oleh Dispar DIY untuk diterapkan secara seragam oleh masing-masing kabupaten dan kota. "Berdasarkan jadwal, 5 Juni SOP sudah selesai dibahas. Setelah itu, ada uji coba penerapan SOP di destinasi wisata sebelum benar-benar diterapkan," katanya, Selasa (2/6).
Menurut Ningsih, penerapan new normal pariwisata salah satu bertujuan untuk menggerakkan kembali roda ekonomi masyarakat. Meskipun demikian, pengelola wisata tetap menekankan pada aspek kesehatan. "Misalnya, setiap pengunjung wajib menggunakan masker, menjaga jarak dan diperiksa suhu badannya dengan thermogun. SDM di masing-masing destinasi wisata juga disiapkan," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sri Sultan mendorong Jamsostek menjangkau pedagang kecil, UMKM, pekerja informal hingga pekerja harian di DIY.
iPhone 18e dirumorkan membawa chip A20 2nm dan kamera depan 24MP, tetapi tetap memakai layar OLED 60Hz. Peluncurannya diprediksi pada 2027.
Laga Timnas Indonesia U-17 vs Malaysia ditunda akibat cuaca buruk. Pertandingan dijadwalkan ulang pada 28 dan 31 Oktober 2026.
Karyawan menolak PHK? Simak batas waktu mengajukan keberatan, proses bipartit, penyelesaian perselisihan, dan aturan pesangon.
Indonesia naik ke peringkat kedua destinasi ramah Muslim dunia versi GMTI 2026 dengan skor 79, menyamai Türkiye dan Arab Saudi.
BPBD Gunungkidul menyatakan belum menerima laporan kerusakan setelah gempa M5,4 pada Selasa malam. Warga diimbau tetap tenang dan mengikuti informasi BMKG.