Tim Gabungan Berjibaku Padamkan Api di Bromo
Kementerian Kehutanan terus mengintensifkan operasi terpadu untuk mengendalikan kebakaran hutan yang masih terjadi di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semer
Pengelola Gerbang Banyu Langit memeriksa suhu tubuh pengunjung dengan thermogun, Minggu (12/7/2020) lalu./Ujang Hasanudin
Harianjogja.com, BANTUL - Objek wisata Gerbang Banyu Langit sudah buka dan menerima kunjungan wisatawan. Pembukaan objek wisata yang berlokasi di Dusun Bintaran Kulon, Desa Srimulyo, Kecamatan Piyungan, dan dikelola oleh warga setempat ini masih dalam ujicoba terbatas.
Manajer Operasional Gerbang Banyu Langit, Sugeng Riyanto mengatakan pengelola memberanikan diri untuk menerima kunjungan setelah mendapat persetujuan dari Dinas Pariwisata Bantul. Objek wisata dengan pemandangan alam dan Sungai Opak tersebut dinilai sudah memenuhi standar pemenuhan protokol kesehatan Covid-19.
Pengelola sudah menyiapkan sebanyak 11 westafel atau tempat cuci tangan, 20 titik hand sanitizer, mengatur jarak pelaku usaha kecil menengah (UMKM) yang ada di lokasi tersebut serta menyediakan alat pelindung diri (APD) bagi semua pengelola dan pelaku UMKM. “Wisatawan sebelum masuk wajib cek suhu di pintu gerbang. Memastikan pengunjung mengenakan masker. Jika tidak membawa masker kami arahkan untuk membeli dari pelaku UMKM dengan harga mulai dari Rp5.000 sampai Rp10.000 tergantung modelnya,” kata Sugeng, saat dihubungi Jumat (17/7/2020).
Selain itu pengunjung juga diminta untuk menuliskan nama dan nomor telepon yang bisa dihubungi di buku catatan yang sudah disediakan pengelola. Buku tersebut sebagai salah satu protokol untuk memudahkan penelusuran jika teradi penularan Covid-19 di Gerbang Banyu Langit.
Menurut Sugeng, sejak dibuka pada Sabtu pekan lalu, pengunjung sudah banyak. Namun belum banyak seperti pada hari-hari normal sebelum adanya Covid-19. Pada saat normal pengunjung bisa sampai ribuan terutama pada akhir pekan. Namun pada masa pandemi ini hanya ratusan.
Sugeng mengaku pada masa adaptasi kebiasaan baru ini pihaknya memang belum terlalu menggencarkan promosi pembukaan wisata Gerbang Banyu Langit. Pengelola masih membiasakan diri untuk menerapkan protokol kesehatan terutama bagi pelaku UMKM yang harus selalu mengenakan apron dari plastik dan diganti setiap saat, mengenakan APD sampai pelindung wajah, dan membersihkan meja dan kursi dengan cara disemprot dan dilap setiap tamu selesai makan dan minum di lapak UMKM.
Ia mengaku tidak mudah membiasakan perilaku tersebut, “Tapi kami harus melakukan dan membiasakannya sebagai bagian dari protokol kesehatan,” kata Sugeng. Total ada 24 pedagang dan sembilan pengelola di Gerbang Banyu Langit.
Gerbang Banyu Langit atau terkadang disebut GBL merupakan objek wisata baru di Bantul. wisata tersebut baru buka sejak April 2019 lalu. lokasi tersebut awalnya adalah lahan gersang yang tidak terpakai. Kemudian warga dari RT 05 dan 06 Dusun Bintaran Kulon berinisiatif memberishkan dan menjadikannya taman yang nyaman terutama untuk wisata keluarga. Makanan yang tersedia di ojek wisata tersebut juga khas desa.
Terdapat sejumlah gazebo dan spot-spot berswafoto di GBL. Namun yang paling ikonik adalah gerbangnya yang dibuat bertingkat dari bambu. Taman airnya yang memanfaatkan aliran Opak juga aman bagi anak kecil.
Untuk masuk ke wisata ini pengunjung tidak dipungut biaya melainkan hanya uang parkir sepeda motor Rp2.000 dan mobil Rp5.000. pengunjung bisa bermain sepuasnya seharian.
Foto:
Pelaku UMKM di kawasan wisata Gerbang Banyu Langit membersihkan meja dan kursi usai digunakan untuk makan oleh pengunjung, Minggu (12/7) lalu
Pengelola Gerbang Banyu Langit memeriksa suhu tubuh pengunjung dengan thermogun, Minggu (12/7) lalu
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kementerian Kehutanan terus mengintensifkan operasi terpadu untuk mengendalikan kebakaran hutan yang masih terjadi di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semer
Jadwal KRL Jogja-Solo Minggu 27 September 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak jadwal setiap stasiun dan tarif Rp8.000.
DPRD Gunungkidul menegaskan Perubahan APBD 2026 harus berorientasi pada manfaat nyata bagi masyarakat, bukan sekadar besarnya anggaran.
HP mulai bermasalah? Kenali tanda pada layar, baterai, dan suhu sebelum memutuskan mengganti perangkat.
Bangun siang bisa memengaruhi ritme sirkadian, jadwal tidur, konsentrasi, suasana hati, hingga rutinitas harian. Ini 13 dampaknya.
iPhone 18 Pro 1TB dan 2TB dilaporkan memakai QLC, sedangkan 256GB dan 512GB menggunakan TLC. Simak hasil uji performanya.