Gusti Prabu Kembali Pimpin PMI DIY, Ini Fokus 5 Tahun ke Depan
Gusti Prabukusumo kembali terpilih sebagai Ketua PMI DIY periode 2026-2031. Penguatan relawan dan ketersediaan darah menjadi fokus utama.
Pelaksanaan RDT bagi pengunjung dan pengelola di Tebing Breksi, Kamis (29/10/2020). /Harian Jogja-Abdul Hamid Razak
Harianjogja.com, SLEMAN--Memasuki libur natal dan tahun baru (Nataru), pengelola wisata di Sleman siap menyambut datangnya wisatawan sesuai protokol kesehatan. Termasuk kesepakatan untuk tidak mengelar perayaan malam tahun baru.
Pengelola Obyek Wisata Tebing Breksi, Sambirejo, Prambanan, Sleman, Kholiq Widianto mengatakan ia mengaku ada peningkatan jumlah kunjungan wisatawan sejak 20 Desember lalu. Ia memperkirakan lonjakan wisatawan dari luar daerah diprediksi akan terus terjadi hingga akhir Desember mendatang.
"Ini prediksi kami. Memang ada sedikit mulai ada peningkatan kunjungan. Hari ini sekitar 620 orang kalau kemarin 500 orang," katanya, Rabu (23/12/2020).
BACA JUGA : 100 Wisatawan di Tebing Breksi Ikut Rapid Test, 3 Orang Reaktif
Untuk memberikan pelayanan yang baik sesuai protokol kesehatan, kata Kholiq, ada sejumlah kebijakan yang diterapkan pengelola selama Nataru. Salah satunya dengan menambah petugas di sejumlah titik untuk menjaga keamanan pengunjung dan penerapan protokol kesehatan.
"Kami tambah SDM di mulai dari tiketing. Kalau pada hari normal hanya enam orang, selama Nataru kami tambah hingga 15 orang," katanya.
Penambahan jumlah petugas ini dilakukan agar tidak terjadi antrian panjang dan penumpukan di bagian tiketing. Penambahan petugas tiketing juga bertujuan untuk menghindari kemacetan lalu lintas kendaraan wisatawan yang mau masuk ke objek wisata tersebut.
"Sebab, kapasitas kendaraan yang antri tiketing hanya sekitar 100 meter. Kalau nanti ada antrian panjang sampai ke jalan utama yang kontur jalannya menanjak, itu kan berbahaya," katanya.
Berdasarkan pengalaman yang sudah-sudah, kata Kholiq, tidak semua pengendara yang mahir melewati tanjakan yang ekstrim seperti di Breksi. Untuk itu, katanya, pengelola juga menyiapkan pasukan ganjel di titik-titik tanjakan ekstrim.
BACA JUGA : Pandemi Belum Berakhir, Lebih dari 4.000 Orang Kunjungi
"Ada juga menambah petugas pengawas dari tiga menjadi delapan orang untuk mengingatkan protokol kesehatan kepada wisatawan. Petugas ini akan disebar kesejumlah titik," katanya.
Dia berharap agar wisatawan yang datang dapat menyebar ke semua spot di Breksi untuk menghindari adanya kerumunan. Pengelola Breski juga mematuhi ketentuan pemerintah untuk tidak menggelar perayaan pergantian akhir tahun.
"Sejak uji coba 14 Juli lalu, kami sudah menggelar lima kali simulasi, dan proses verifikasi yang ketat. Mulai pengadaan sarana dan prasarana untuk penerapan protokol kesehatan. Jadi secara SDM kami sudah siap menyambut wisatawan," katanya.
Kepala Bidang Pengembangan Destinasi Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Dinas Pariwisata Sleman Aris Herbandang mengatakan Dispar Sleman sejak pekan lalu terus melakukan monitoring untuk kesiapan destinasi dan usaha jasa pariwisara dalam kesiapan sarpras dan pelaksanaan SOP oleh pengelola.
"Untuk masa liburan tanggal 24 sampai 31 Desember kami juga akan melakukan monitoring untuk memantau kepatuhan terhadap SE Sekda atas nama Bupati Sleman No. 440/02875 menyambut Nataru,"katanya.
Dispar, katanya, akan mengawasi penerapan SE No.440/02875 di objek wisata dan jasa usaha wisata agar tidak menyelenggarakan kegiatan yang berpotensi menimbulkan kerumunan. Secara acak, Dispar maupun Satgas Covid 19 Sleman akan melakukan monitoring atas konsistensi penerapan SOP baik pada destinasi maupun UJP secara acak baik waktu maupun lokasinya.
BACA JUGA : Sedulur Jogja Perlu Tahu, Ini Makna Filosofi Ukiran Naga
"Kami mengingatkan agar masyarakat dan pelaku pariwisata disiplin dalam penerapan protokol kesehatan, dan memastikan jam operasional untuk cafe, resto, dan tempat hiburan sampai pukul 22.00 WIB ditaati," kata Bandang.
Menurutnya, terciptanya destinasi dan layanan pariwisata yang aman dari Covid 19, harus didukung seluruh pihak atau pemangku kepentingan, terutama dalam disiplin dan konsistensi penerapan SOP oleh para pengelola usaha dan destinasi pariwisata dan juga disiplin pelaksannya oleh wisatawan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Gusti Prabukusumo kembali terpilih sebagai Ketua PMI DIY periode 2026-2031. Penguatan relawan dan ketersediaan darah menjadi fokus utama.
Huawei Mate XT2 resmi meluncur dengan chip Kirin 9050 Pro dan harga hingga Rp65,7 juta. Penjualan dimulai 12 September 2026.
Tren baju sekali pakai untuk liburan di China viral. Murah dan praktis, tetapi memicu kekhawatiran soal sampah tekstil.
IBI DIY memiliki 4.258 anggota. Pada HUT ke-75, bidan menegaskan komitmen memperkuat kesehatan ibu, bayi, dan generasi emas 2045.
Mobil terkena abu vulkanik Anak Krakatau? Simak cara membersihkan bodi, kaca, filter udara, rem, dan mesin agar tidak cepat rusak.
DPRD Gunungkidul mendorong RTRW baru untuk memangkas ketimpangan pembangunan antarkapanewon, termasuk akses jalan, air bersih, listrik, dan investasi.