Danantara Bidik Investasi Rp1.200 Triliun untuk Pertumbuhan Ekonomi 2027
Danantara menyiapkan desain investasi 2026-2027 untuk mendukung target pertumbuhan ekonomi 6% pada 2027.
Puluhan kapal berlayar di perairan Kota Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, NTT, dari atas Bukit Cinta./Antara
Harianjogja.com, LABUAN BAJO— Aktivitas pariwisata di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, mulai berangsur pulih setelah gempa Flores. Berdasarkan pemantauan Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF), sejumlah destinasi wisata, aksesibilitas, akomodasi, hingga fasilitas pendukung pariwisata telah kembali beroperasi dan menerima kunjungan wisatawan.
Pemulihan tersebut berlangsung secara bertahap. Status pembukaan destinasi tetap mempertimbangkan kondisi dan tingkat keamanan di masing-masing wilayah terdampak.
Plt. Direktur Utama BPOLBF Andhy MT Marpaung mengatakan aktivitas pariwisata di Labuan Bajo dan sekitarnya mulai kembali berjalan setelah dilakukan pemantauan terhadap kondisi destinasi dan fasilitas pendukung.
“Pemulihan aktivitas pariwisata berlangsung secara bertahap dengan mempertimbangkan kondisi dan tingkat keamanan masing-masing wilayah,” kata Andhy dari Labuan Bajo, Senin.
12 Destinasi Wisata Kembali Terima Pengunjung
Berdasarkan hasil pemantauan terbaru BPOLBF, sejumlah destinasi wisata di Labuan Bajo dan Manggarai Barat telah kembali dibuka. Salah satu kawasan yang sudah menerima wisatawan adalah Taman Nasional Komodo.
Selain kawasan tersebut, terdapat sejumlah destinasi lain di Manggarai Barat yang juga telah kembali menerima kunjungan wisatawan.
Berikut destinasi wisata yang berdasarkan pemantauan BPOLBF telah kembali menerima wisatawan:
Puncak Waringin
Batu Cermin
Pulau Kelor
Liang Ndara
Wae Lolos
Papagarang
Pasir Panjang
Tondong Belang
Siru
Gua Rangko
Sementara itu, sebagian destinasi yang berada di wilayah terdampak masih ditutup sementara. Ada pula destinasi yang masih dalam proses verifikasi kondisi sebelum dapat dinyatakan aman untuk kembali menerima wisatawan.
Aktivitas Wisata Tetap Perhatikan Kondisi Lapangan
Andhy menegaskan pembukaan kembali destinasi bukan berarti seluruh aktivitas wisata dapat dilakukan tanpa memperhatikan kondisi terkini. Setiap kegiatan tetap harus mengikuti ketentuan yang ditetapkan masing-masing pengelola destinasi.
Faktor cuaca dan gelombang laut juga menjadi perhatian, khususnya untuk aktivitas yang berkaitan dengan perjalanan laut maupun olahraga air. Arahan keselamatan dari pihak berwenang juga harus menjadi acuan wisatawan selama berada di Labuan Bajo dan Flores.
BPOLBF terus melakukan pemantauan sekaligus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan pemangku kepentingan terkait. Koordinasi tersebut dilakukan untuk mendapatkan pembaruan mengenai kondisi destinasi serta perkembangan aktivitas pariwisata di Flores.
Wisatawan Diminta Cek Kondisi Sebelum Berangkat
Seiring mulai pulihnya pariwisata Labuan Bajo, BPOLBF meminta wisatawan tetap menempatkan keselamatan sebagai prioritas. Wisatawan disarankan memastikan kondisi destinasi dan akses menuju lokasi sebelum melakukan perjalanan.
Beberapa hal yang perlu dipastikan wisatawan meliputi:
Status terbaru destinasi wisata.
Kondisi akses jalan.
Kondisi pelabuhan.
Status penerbangan.
Ketersediaan dan kondisi akomodasi.
Wisatawan juga diminta mengikuti arahan petugas dan pengelola destinasi. Ketentuan tersebut termasuk apabila terdapat pembatasan jumlah pengunjung ataupun penutupan sementara suatu lokasi.
Informasi terbaru juga perlu dipantau melalui sumber resmi. BPOLBF mengimbau wisatawan mengikuti informasi dari pemerintah daerah, pengelola destinasi, BMKG, BNPB, KSOP, pengelola bandara, serta otoritas terkait lainnya.
“Wisatawan tetap dapat menikmati pengalaman berwisata di Labuan Bajo dengan memperhatikan kondisi destinasi, mengikuti ketentuan pengelola, serta mengutamakan keselamatan selama perjalanan,” ujar Andhy.
Jangan Paksa Masuk Destinasi yang Masih Ditutup
BPOLBF mengingatkan wisatawan agar tidak memaksakan diri mengunjungi destinasi yang masih ditutup, belum dinyatakan aman, atau masih menjalani proses verifikasi kondisi.
Peringatan tersebut terutama penting karena pemulihan pascagempa masih berlangsung secara bertahap. Status suatu destinasi dapat berbeda dengan lokasi wisata lain sehingga wisatawan perlu mendapatkan informasi terbaru sebelum berangkat.
Untuk aktivitas laut dan olahraga air, wisatawan diminta lebih memperhatikan kondisi cuaca, gelombang, dan angin. Wisatawan juga harus mengikuti arahan petugas sebelum memulai aktivitas.
Apabila terjadi gempa susulan, wisatawan diimbau tetap tenang dan mengikuti prosedur keselamatan yang diberikan petugas atau pengelola destinasi. Langkah tersebut diperlukan untuk menjaga keselamatan selama aktivitas wisata berlangsung.
BPOLBF memastikan pemantauan sektor pariwisata di Labuan Bajo dan Flores akan terus dilakukan. Upaya tersebut ditujukan agar pemulihan aktivitas wisata dapat berlangsung secara bertahap, aman, dan bertanggung jawab.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Danantara menyiapkan desain investasi 2026-2027 untuk mendukung target pertumbuhan ekonomi 6% pada 2027.
Kemenpora mengajukan anggaran Rp4,019 triliun untuk 2027, termasuk Rp2,4 triliun bagi program prioritas kepemudaan dan olahraga.
Properti Kulonprogo masih stagnan meski YIA hadir. Spekulasi tanah dan minimnya kawasan terpadu menjadi sejumlah tantangan.
Fadli Zon menyiapkan buku sejarah tematik tentang kepahlawanan, termasuk sejarah Majapahit dan perjuangan mempertahankan kemerdekaan 1945-1950.
MBG 3B telah menjangkau 10,8 juta penerima hingga 18 Agustus 2026. Pemerintah mengejar target 21 juta penerima manfaat.
Asphirasi Connect 2026 di Jogja memperkuat sinergi pengusaha Haji dan Umrah melalui konsolidasi, sharing bisnis, networking, dan business matching.