Labuan Bajo Ditargetkan Pulih dan Makin Tangguh Pascagempa

Newswire
Newswire Sabtu, 29 Agustus 2026 12:57 WIB
Labuan Bajo Ditargetkan Pulih dan Makin Tangguh Pascagempa

Puluhan kapal berlayar di perairan Kota Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, NTT, dari atas Bukit Cinta./Antara

Harianjogja.com, JAKARTA—Pemerintah tidak hanya mengejar pemulihan aktivitas pariwisata Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), setelah gempa bumi Magnitudo 7,7 pada 15 Agustus 2026. Kawasan tersebut juga ditargetkan memiliki ketahanan yang lebih kuat dalam menghadapi berbagai risiko bencana di masa mendatang.

Menteri Pariwisata (Menpar) Widiyanti Putri mengatakan penguatan sektor pariwisata Labuan Bajo dilakukan melalui manajemen risiko bencana sekaligus penataan sejumlah destinasi wisata darat baru di Manggarai Barat.

“Labuan Bajo harus pulih dan pada saat yang sama kita ingin Labuan Bajo semakin tangguh dan semakin siap menghadapi berbagai risiko di masa depan. Kita ingin pariwisata terus bertumbuh, dengan keselamatan yang semakin kuat dan manfaat ekonomi yang semakin luas bagi masyarakat,” ujar Widiyanti dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Sabtu (29/8/2026).

Sebelumnya, pada Jumat (28/8/2026), Widiyanti bertemu dengan Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat, pelaku industri, serta asosiasi pariwisata di Labuan Bajo. Pertemuan tersebut membahas langkah pemulihan pariwisata Flores setelah gempa M7,7 sekaligus strategi pengembangan pariwisata Labuan Bajo.

Dalam pertemuan itu, pemerintah menghimpun secara langsung kondisi, tantangan, dan kebutuhan pemerintah daerah maupun pelaku industri pariwisata setelah bencana.

Pemulihan sektor pariwisata akan dilakukan dengan mempertimbangkan tingkat kerusakan, kesiapan operasional destinasi, serta pemulihan mata pencaharian masyarakat.

Pembenahan juga mencakup seluruh rantai industri pariwisata, mulai dari hotel, restoran, desa wisata, kapal wisata, pramuwisata hingga pelaku UMKM lokal.

Selain memulihkan perekonomian masyarakat dan mengembalikan kepercayaan pasar, pemerintah memanfaatkan momentum pascagempa untuk memperkuat prosedur operasional standar (SOP) tanggap darurat, jalur evakuasi, serta sistem komunikasi krisis di lapangan.

Kunjungan Wisatawan Tetap Berjalan

Bupati Manggarai Barat Edistasius Endi melaporkan aktivitas kunjungan wisatawan setelah gempa pada 15 Agustus 2026 masih berlangsung aman dan normal.

Berdasarkan laporan tersebut, tercatat 2.854 keberangkatan kapal dengan 32.692 pergerakan wisatawan.

Arus penerbangan domestik maupun internasional juga dilaporkan tetap stabil. Sementara itu, kawasan Taman Nasional Komodo dan Pulau Padar telah kembali dibuka setelah dinyatakan lolos asesmen keselamatan yang ketat.

Untuk menjaga perkembangan tersebut, Kementerian Pariwisata (Kemenpar) akan memperkuat kompetensi keselamatan wisata bahari melalui program Sertifikasi Tenaga Kerja Pariwisata Indonesia (SATRIA).

Pemerintah juga akan memperluas pengembangan destinasi wisata darat di Manggarai Barat, antara lain Pulau Kukusan, Pulau Kelor, dan Gua Rangko.

Langkah tersebut diarahkan agar pemulihan pariwisata tidak hanya mengembalikan aktivitas wisata seperti sebelum gempa, tetapi juga memperkuat aspek keselamatan dan memperluas manfaat ekonomi bagi masyarakat setempat.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online