Harga BBM 26 Agustus 2026, Pertamax Turun Jadi Rp15.950
Daftar harga BBM terbaru 26 Agustus 2026 di Pertamina, Shell, BP-AKR, dan Vivo. Pertamax turun menjadi Rp15.950 per liter.
Skandal dugaan pemalsuan laporan orang hilang di Jeju memicu kekhawatiran wisatawan setelah empat orang ditemukan meninggal dalam tiga hari. /Instagram.
Harianjogja.com, JEJU—Pulau Jeju, salah satu destinasi wisata favorit di Korea Selatan, tengah menghadapi sorotan terkait keamanan setelah terungkap dugaan pemalsuan penutupan laporan orang hilang oleh seorang oknum polisi. Dalam beberapa hari terakhir, empat orang yang sebelumnya dilaporkan hilang ditemukan meninggal dunia di sejumlah lokasi berbeda.
Kepolisian sejauh ini belum mengaitkan keempat kematian tersebut dan belum menemukan indikasi awal adanya tindak pidana sistematis. Namun, rangkaian penemuan jasad setelah operasi pencarian diperluas memicu kekhawatiran masyarakat, terutama di media sosial.
Kasus tersebut mencuat setelah terungkap bahwa seorang oknum polisi diduga memalsukan penutupan sejumlah laporan orang hilang. Salah satu kasus yang kembali menjadi perhatian adalah hilangnya Jang Mi-ran, perempuan berusia 37 tahun yang meninggalkan kediamannya di Hallim-eup, Kota Jeju, pada pertengahan Mei.
Hampir tiga bulan kemudian, jasad Jang ditemukan pada Senin di sebuah area perkebunan pohon kurma. Lokasi tersebut hanya sekitar 400 meter atau kurang dari 10 menit berjalan kaki dari tempat tinggalnya.
Kasus Jang menjadi sorotan setelah oknum polisi yang menangani laporan tersebut diduga menutup kasus pada Mei dengan alasan telah berkomunikasi langsung dengan korban. Belakangan diketahui klaim tersebut tidak benar.
Jasad pria berusia sekitar 60 tahun yang sebelumnya dilaporkan hilang di Gujwa-eup juga ditemukan pada Sabtu setelah pencarian sempat tertunda. Kasus tersebut diketahui turut ditutup secara palsu oleh oknum polisi yang sama.
Pada hari ketika jasad Jang ditemukan, polisi juga menemukan korban hilang lainnya dalam kondisi meninggal dunia di dekat lembah kawasan Aewol-eup. Sehari kemudian, seorang nelayan menemukan jasad pria lanjut usia berusia sekitar 70 tahun di perairan Sinheung-ri, Jocheon-eup.
Rangkaian kejadian tersebut mulai memengaruhi persepsi masyarakat terhadap keamanan Jeju, termasuk di kalangan wisatawan dan pendatang yang tinggal dalam waktu cukup lama.
Seorang pengelola persewaan jangka pendek berinisial Cho mengungkapkan adanya penyewa yang memilih membatalkan kontrak setelah munculnya berbagai laporan terkait kasus orang hilang tersebut.
"Banyak orang datang ke Jeju untuk tinggal selama beberapa bulan. Saya mendengar beberapa penyewa memilih membatalkan kontrak sewa mereka setelah insiden baru-baru ini," tulis Cho melalui akun Instagram miliknya sebagaimana dilansi Korean Herald, Rabu (26/8/2026).
Dokter sekaligus figur publik Korea Selatan, Hong Hye-geol, yang telah tinggal di Jeju selama tujuh tahun, juga mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan. Ia meminta warga dan wisatawan berhati-hati ketika melewati jalur yang sepi, termasuk kawasan pedesaan.
Kekhawatiran serupa muncul di media sosial. Sejumlah calon wisatawan mengaku mempertimbangkan atau membatalkan perjalanan ke Jeju karena merasa tingkat keamanan di pulau tersebut menurun.
Kondisi itu berpotensi menambah tekanan terhadap sektor pariwisata Jeju. Sebelumnya, kunjungan wisatawan domestik juga telah mengalami penurunan. Data Organisasi Pariwisata Jeju menunjukkan jumlah wisatawan domestik pada Juli turun 12,4 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, sekaligus menjadi angka terendah sejak pandemi COVID-19.
Berdasarkan data Kepolisian Nasional Korea Selatan, Jeju mencatat rasio kejahatan sebesar 4.539,6 kasus per 100.000 penduduk pada 2024. Perhitungan tersebut menggunakan jumlah penduduk tetap Jeju sekitar 663.000 jiwa dan tidak memasukkan jutaan wisatawan yang datang setiap tahun.
Penemuan jasad Jang di area perkebunan pohon kurma juga menimbulkan pertanyaan mengenai penyebab kematiannya. Jang diketahui meninggalkan tempat tinggalnya pada 12 Mei sekitar pukul 22.15 waktu setempat.
Lokasi penemuan jasad berada sekitar 400 meter dari tempat tinggalnya, tetapi kawasan tersebut dikenal cukup terisolasi.
Kekasih Jang mengaku tidak memahami alasan korban berada di lokasi tersebut. Kepada media TV Chosun, ia mengatakan Jang sebelumnya beberapa kali menyampaikan ketakutannya ketika harus melewati kawasan tersebut.
"Saya sendiri tidak habis pikir," ujar kekasih Jang. "Dia berkali-kali memberi tahu saya bahwa dia takut setiap kali melewati tempat itu, jadi saya tidak paham mengapa dia bisa ditemukan di sana."
Keraguan juga disampaikan seorang warga Jeju melalui media sosial terkait dugaan awal penyebab kematian Jang. Warga tersebut menyoroti kondisi perkebunan yang dipenuhi pohon kurma Canary Island dengan daun yang tajam dan kaku.
"Gantung diri memakai tali di pohon seperti itu hampir tidak mungkin dilakukan, bahkan oleh seorang pria sekalipun," tulis warga tersebut.
Meski demikian, pernyataan di media sosial tersebut belum dapat dijadikan dasar untuk menyimpulkan penyebab kematian Jang.
Pelaksana Tugas Kepala Kepolisian Nasional Korea Selatan, Yoo Jae-sung, sebelumnya menyatakan belum menemukan indikasi tindak pidana dalam kasus tersebut. Berdasarkan laporan awal Kepala Kepolisian Jeju, polisi menduga Jang meninggal akibat gantung diri.
Badan Kepolisian Provinsi Jeju kemudian mengonfirmasi identitas Jang pada Selasa melalui pemeriksaan rekam medis gigi dalam proses autopsi. Hasil sementara autopsi menunjukkan tidak ditemukan patah tulang maupun luka luar pada tubuh korban.
Penyelidikan terhadap kasus orang hilang dan kematian tersebut masih menjadi perhatian kepolisian. Di sisi lain, dugaan manipulasi laporan oleh oknum polisi membuat evaluasi terhadap prosedur penanganan orang hilang di Jeju menjadi semakin mendesak.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Daftar harga BBM terbaru 26 Agustus 2026 di Pertamina, Shell, BP-AKR, dan Vivo. Pertamax turun menjadi Rp15.950 per liter.
Mahasiswa Forum BEM DIY menggelar aksi di Malioboro dan mendesak RUU Perampasan Aset disahkan serta drafnya dibuka ke publik.
Sri Sultan meminta PSIM Jogja mencari revenue baru agar klub lebih mandiri secara finansial dan tidak bergantung pada pengusaha.
Kemenag membantah isu Nasaruddin Umar mundur sebagai Menteri Agama. Nasaruddin juga menegaskan dirinya tidak pernah mengundurkan diri.
Polresta Sleman menangkap IR, pelaku penembakan airsoft gun terhadap pelajar di Maguwoharjo. Tiga pelaku lainnya masih dicari.
Pimpinan DPR berkomitmen menuntaskan RUU Perampasan Aset pada 15 Desember 2026. Dasco hingga Saan siap mundur jika target gagal.